Kaleb Yohan Karubaba
Universitas Caritas Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Dan Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Rini Patodingan; Kaleb Yohan Karubaba; Yunus Tekad Kurniadi Ruslak Hammar
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.9759

Abstract

Kinerja pegawai pada instansi pemerintah sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan dan efektivitas komunikasi organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan dan komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Papua Barat, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling terhadap seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif di DP3A Provinsi Papua Barat. Instrumen penelitian berupa kuesioner berskala Likert 1–5 yang mencakup variabel kepemimpinan (X1), komunikasi organisasi (X2), dan kinerja pegawai (Y). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t parsial, uji F simultan, dan koefisien determinasi (R²) melalui IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β=0,412; t=4,217; p<0,05), komunikasi organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β=0,389; t=3,986; p<0,05), serta kepemimpinan dan komunikasi organisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (F=38,724; p<0,05) dengan koefisien determinasi R²=0,624, yang berarti 62,4% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Peningkatan gaya kepemimpinan partisipatif dan penguatan sistem komunikasi dua arah direkomendasikan sebagai strategi utama peningkatan kinerja pegawai DP3A Provinsi Papua Barat.
Pengaruh Penerapan Sanksi Disiplin terhadap Peningkatan Kinerja ASN di Distrik Ransiki Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 Absalom Inyomusi; Kaleb Yohan Karubaba; Nikolina Balia
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan sanksi disiplin tingkat ringan, sedang, dan berat terhadap peningkatan kinerja ASN di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus terhadap seluruh 66 ASN aktif (43 PNS dan 23 P3K), data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 yang terdiri dari 32 butir pernyataan. Analisis menggunakan regresi linear berganda dengan model Y = a + b₁X₁ + b₂X₂ + b₃X₃ + e. Hasil penelitian menunjukkan: (1) sanksi disiplin ringan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN (β=0,287; t=2,941; sig=0,004); (2) sanksi disiplin sedang berpengaruh positif dan signifikan (β=0,312; t=3,247; sig=0,002) dan merupakan variabel paling dominan; (3) sanksi disiplin berat berpengaruh positif dan signifikan (β=0,241; t=2,683; sig=0,009); (4) ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan (F=38,412; sig=0,000; R²=0,649). Sanksi disiplin sedang yang bersifat ekonomis melalui pemotongan tunjangan kinerja terbukti paling efektif mengubah perilaku ASN karena dampaknya langsung dirasakan. Hasil ini mengonfirmasi teori pengkondisian operan Skinner dan teori keadilan Adams dalam konteks manajemen disiplin birokrasi daerah terpencil Papua Barat.
The Influence of Work Discipline on the Performance of Civil Servants at the Department of Industry and Trade of West Papua Province Deselina Hurulean; Kaleb Yohan Karubaba; Nikolina Balia
Journal Development Manecos Vol. 4 No. 1 (2026): Journal Development Manecos
Publisher : Scieclouds Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the influence of work discipline on the performance of civil servants at the Department of Industry and Trade of West Papua Province. Employee performance remains a central concern in public sector management because government institutions must deliver services that are reliable, accountable, and responsive to community and economic development needs. Work discipline is positioned in this study as a behavioral foundation that enables employees to comply with organizational rules, use working time effectively, follow work standards, maintain vigilance, and demonstrate ethical conduct. A quantitative approach with an explanatory research design was employed. The population consisted of 156 civil servants, all of whom were included as respondents through a saturated sampling technique. Primary data were collected using a structured questionnaire measured on a five-point Likert scale, while secondary data were obtained from organizational documents, government reports, regulations, and relevant literature. Data were analyzed using IBM SPSS Statistics Version 26 through validity and reliability tests, classical assumption tests, descriptive analysis, simple linear regression, coefficient of determination, and t-test hypothesis testing. The findings show that work discipline has a positive and significant effect on employee performance. The regression result indicates that higher work discipline is associated with improved employee performance, while the coefficient of determination shows that work discipline explains 33.6% of the variance in employee performance. The study concludes that strengthening work discipline is an important strategy for improving civil servant performance, but it must be supported by leadership, supervision, motivation, competence development, and a broader fair organizational culture.