Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA BIRO PENGADAAN BARANG DAN JASA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI PAPUA BARAT Aries Tarkus Rumbewas; Manuel Lambi; Nikolina Balia
JURNAL LENTERA BISNIS Vol. 15 No. 2 (2026): JURNAL LENTERA BISNIS, Mei 2026
Publisher : POLITEKNIK LP3I JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34127/jrlab.v15i2.2338

Abstract

Employee work effectiveness in government procurement units is a strategic issue in bureaucratic reform that demands deeper empirical investigation, particularly in eastern Indonesia. This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of work discipline and job satisfaction on employee work effectiveness at the Procurement of Goods and Services Bureau (BPBJ) of the West Papua Provincial Regional Secretariat. Grounded in Gibson, Ivancevich, and Donnelly's (2019) work effectiveness theory, Hasibuan's (2019) work discipline theory, and Herzberg's (1966) two-factor theory alongside Robbins and Judge's (2019) job satisfaction theory, this research employs a quantitative descriptive-associative approach with multiple linear regression analysis. Data were collected from 62 civil servant respondents (46 PNS and 16 P3K) using purposive sampling through Likert-scale questionnaires. Results indicate that: (1) work discipline has a positive and significant effect on work effectiveness (β=0.451; t=5.132; sig=0.000); (2) job satisfaction has a positive and significant effect on work effectiveness (β=0.318; t=3.874; sig=0.000); (3) simultaneously both variables significantly affect work effectiveness (F=68.219; sig=0.000) with R²=0.694, meaning 69.4% of the variation in work effectiveness is explained by these variables. Work discipline is the more dominant predictor. This study underscores the importance of strengthening value-based discipline systems and improving job satisfaction through fair compensation and career development to enhance transparent and accountable procurement processes.
The Role of Leadership in Improving Employee Work Motivation at the Secretariat of the Regional House of Representatives in West Papua Province Novera Yanti Ullo; Budiman Budiman; Nikolina Balia
Economics and Digital Business Review Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the pivotal role of leadership in bolstering employee work motivation within the Secretariat of the Regional House of Representatives in West Papua Province, addressing the need to enhance motivation as a crucial factor in improving organizational performance and service delivery. Employing a qualitative approach, the research examines the influence of different leadership styles, specifically transformational and transactional leadership, on employee motivation levels. Data were gathered through interviews with key stakeholders, including leaders and staff, supplemented by document analysis and surveys measuring employee motivation. The findings reveal that transformational leadership, characterized by vision-sharing, employee empowerment, and inspirational communication, positively impacts work motivation. Conversely, transactional leadership, with its emphasis on task completion and reward systems, provides only short-term motivation. Contextual factors such as cultural values, organizational structure, and limited professional development opportunities also play pivotal roles in shaping the effectiveness of leadership in motivating employees. The study recommends fostering a transformational leadership approach by implementing mentorship programs and increasing funding for training and development, while addressing structural and cultural barriers that hinder employee motivation. Leaders are encouraged to prioritize clear communication and recognize employee achievements to build a more motivated workforce. These insights offer valuable guidance for policymakers and organizational leaders aiming to enhance governance and operational efficiency in the public sector of West Papua Province.
Pengaruh Kompetensi Dan Pengembangan Sdm Terhadap Kinerja Aparatur Pada Sekretariat Dpr Kabupaten Manokwari Imelda Ahoren; Roberth Kurniawan Ruslak Hammar; Nikolina Balia
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) terhadap kinerja aparatur pada Sekretariat DPR Kabupaten Manokwari. Pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal diterapkan, menggunakan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap seluruh 32 aparatur. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur (β=0,698; t=9,324; p<0,05); pengembangan SDM juga berpengaruh positif dan signifikan (β=0,482; t=7,020; p<0,05); dan secara simultan keduanya berpengaruh signifikan (F=19,874; p<0,05; R²=0,578), artinya 57,8% variasi kinerja aparatur dijelaskan oleh kompetensi dan pengembangan SDM. Peningkatan kinerja aparatur memerlukan penguatan kompetensi teknis secara terstruktur dan perluasan program pengembangan SDM yang relevan dengan kebutuhan lembaga legislatif daerah.
Pengaruh Modal Kerja dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Nelayan Tradisional di Distrik Manokwari Utara Aplena Dowansiba; Yohanes Damaskus Resi; Nikolina Balia
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.360

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh modal kerja dan biaya operasional terhadap pendapatan bersih nelayan tradisional di Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 55 responden melalui purposive sampling dengan instrumen kuesioner dan wawancara langsung. Variabel modal kerja (X₁) dan biaya operasional (X₂) diukur dalam satuan rupiah per trip, dan pendapatan bersih (Y) dihitung menggunakan formula π = TR – TC. Analisis regresi linear berganda menunjukkan hasil berikut: (1) modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan (β=0,587; t=5,412; sig=0,000), menjadikannya variabel paling dominan; (2) biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan bersih (β=−0,324; t=−3,187; sig=0,002), mengkonfirmasi bahwa biaya yang tidak efisien menekan pendapatan; (3) secara simultan keduanya berpengaruh signifikan (F=41,827; sig=0,000; R²=0,645). Komponen biaya terbesar adalah BBM/solar (42,0% dari total biaya operasional), diikuti perbekalan (18,0%) dan es balok (14,0%). Rata-rata modal kerja per trip adalah Rp793.400, biaya operasional Rp568.655, dan pendapatan bersih Rp520.436. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan akses modal kerja nelayan melalui program kredit mikro perikanan serta efisiensi biaya operasional, khususnya melalui subsidi BBM nelayan, sebagai dua instrumen kebijakan yang paling mendesak untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional di wilayah pesisir Papua Barat.
Pengaruh Penerapan Sanksi Disiplin terhadap Peningkatan Kinerja ASN di Distrik Ransiki Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 Absalom Inyomusi; Kaleb Yohan Karubaba; Nikolina Balia
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan sanksi disiplin tingkat ringan, sedang, dan berat terhadap peningkatan kinerja ASN di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus terhadap seluruh 66 ASN aktif (43 PNS dan 23 P3K), data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 yang terdiri dari 32 butir pernyataan. Analisis menggunakan regresi linear berganda dengan model Y = a + b₁X₁ + b₂X₂ + b₃X₃ + e. Hasil penelitian menunjukkan: (1) sanksi disiplin ringan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN (β=0,287; t=2,941; sig=0,004); (2) sanksi disiplin sedang berpengaruh positif dan signifikan (β=0,312; t=3,247; sig=0,002) dan merupakan variabel paling dominan; (3) sanksi disiplin berat berpengaruh positif dan signifikan (β=0,241; t=2,683; sig=0,009); (4) ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan (F=38,412; sig=0,000; R²=0,649). Sanksi disiplin sedang yang bersifat ekonomis melalui pemotongan tunjangan kinerja terbukti paling efektif mengubah perilaku ASN karena dampaknya langsung dirasakan. Hasil ini mengonfirmasi teori pengkondisian operan Skinner dan teori keadilan Adams dalam konteks manajemen disiplin birokrasi daerah terpencil Papua Barat.