Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Kombinasi Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dan Kulit Delima (Punica granatum L.) dalam sediaan Krim Wulida Nuril Fajriyah; Setyo Nurwaini
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.689

Abstract

Sinar ultra violet dapat menimbulkan masalah kulit seperti sunburn, fotosensitivitas eritema hingga kanker kulit.Dampak negatif paparan ultra violet dapat dicegah dengan penggunaan tabir surya. Optimasi kombinasi ekstrak bijikakao dan kulit delima dalam sediaan krim diharapkan menghasilkan formula yang optimum dengan evaluasi fisikoptimal serta evaluasi efektivitas tabir surya dengan nilai Sun Protection Factor. Penetapan formula optimum ditentukanoleh sifat fisik krim dan efektivitas tabir surya dengan nilai Sun Protection Factor menggunakan metode Simplex LatticeDesign software Design Expert 11. Hasil verifikasi dianalisis menggunakan uji one sample t-test atau wilcoxon test untukmengetahui perbedaan nilai antara formula prediksi dan formula verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwaformula optimum yaitu pada formula 1 dan 7 dengan komposisi bahan yang sama. Proporsi ekstrak biji kakao dan kulitdelima yang menghasilkan formula optimum masing-masing sebesar 10% dan 5,5% dengan sifat fisika kimia yang baik,selain pada respon daya sebar dan daya lekat. Evaluasi daya lekat, daya sebar, pH, viskositas dan nilai Sun ProtectionFactor tidak ada perbedaan signifikan antara formula prediksi Simplex Lattice Design dengan hasil verifikasi. Pengujianefektivitas formula optimum tabir surya secara in vitro krim kombinasi ekstrak biji kakao dan kulit delima menghasilkannilai Sun Protection Factor sebesar 4,93±0,14 memiliki proteksi sedang.
Evaluasi Rasionalitas Nifedipin, Deksametason dan Domperidone sebagai Obat Off-label di Departemen Obstetri dan Ginekologi Wulida Nuril Fajriyah; Ekanita Desiani; Nur Aini
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3861

Abstract

Dalam praktik klinis, penggunaan obat di luar indikasi sering kali dianggap sebagai salah satu pilihan; namun, penggunaan tersebut harus dilakukan secara rasional untuk menjamin keamanan, efektivitas, dan manfaat klinis sekaligus meminimalkan efek samping serta biaya yang tidak perlu. Penelitian mengenai rasionalitas penggunaan obat di luar indikasi di bidang ini masih terbatas, termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah Kraton, di mana penelitian sebelumnya hanya terbatas pada tahap skrining saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat off-label berdasarkan kriteria indikasi yang tepat, obat yang tepat, dosis yang tepat, interval pemberian yang tepat, dan pasien yang tepat. Penelitian ini merupakan studi deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif, yang dilakukan untuk menilai rasionalitas penggunaan obat di luar indikasi pada pasien kebidanan dan kandungan di Rumah Sakit Umum Daerah Kraton pada tahun 2024. Populasi penelitian terdiri dari 901 pasien rawat inap, dengan sampel purposif sebanyak 96 pasien yang menerima nifedipin, deksametason, atau domperidon. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 24 dan disajikan dalam tabel deskriptif berdasarkan usia, diagnosis, obat, dosis, alergi obat, rute dan frekuensi pemberian, serta penilaian rasionalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara pasien obstetri dan ginekologi, 46 pasien (44,7%) menerima domperidon, 23 pasien (22,3%) menerima nifedipin, dan 34 pasien (33%) menerima deksametason. Penggunaan rasional obat-obatan off-label ini pada pasien obstetri dan ginekologi di RSUD Kraton memenuhi semua kriteria sebesar 100% tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat interval dan tepat pasien.
GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT: ELEKTROLIT KONSETRAT DAN LOOK-ALIKE SOUND-ALIKE DI INSTALASI FARMASI RSUD BENDAN PEKALONGAN Nesya Aminingrum; Irda Rizky Wiharti; Wulida Nuril Fajriyah
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 5 No 01 (2026): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v5i01.7962

Abstract

Background: The storage of High Alert, Concentrated Electrolytes and Look-Alike Sound-Alike (LASA) medications is an important part of pharmaceutical services because it is directly related to patient safety and the prevention of medication errors. High Alert medications have a High Alertrisk of causing serious harm if an error occurs, while LASA medications are prone to being mistaken due to similarities in names or packaging. Inappropriate drug storage can increase the risk of dispensing errors and reduce the quality of pharmaceutical services. Objective: This study aimed to determine the overview of High Alert, Concentrated Electrolytes and LASA drug storage in the Pharmacy Installation of Bendan Regional Hospital, Pekalongan. Method: This study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. The study sample used a total sampling technique of 81 High Alert medications: Concentrated Electrolytes and LASA available at the Pharmacy Installation of Bendan Pekalongan Regional Hospital. Data collection was conducted through direct observation using a checklist based on the hospital's Standard Operating Procedure (SOP) and Minister of Health Regulation Number 72 of 2016. Data were analyzed descriptively using percentages. Results: The results showed that the compliance rate of drug storage based on therapeutic class was 86.41%, alphabetical arrangement 91.35%, FIFO/FEFO system 100%, and High Alert/LASA labeling 100%. Overall, the storage compliance level reached 94.44%, categorized as good. The most commonly stored dosage form was tablets, although some discrepancies were still found in therapeutic class and alphabetical arrangement Conclusion: . In conclusion, the storage system of High Alert and LASA medications in the Pharmacy Installation of Bendan Regional Hospital, Pekalongan has been implemented well and largely complies with standards, but periodic evaluation and optimization are still needed to improve patient safety.