Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Formulation of Liquid Soap Preparation of Sunflower Seed Oil and KOH with Sweet Orange Scent (Citrus sinensi (L.) Osbeck) Erin Efrilia; Irda Rizky Wiharti
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5422

Abstract

This research focuses on the formulation and evaluation of liquid soap using sunflower seed oil and potassium hydroxide (KOH) with a sweet orange aroma. The study aims to determine the optimal ratio of KOH to sunflower seed oil and evaluate the physical properties of the resulting liquid soap, such as organoleptic characteristics, pH, specific gravity, viscosity, foam height, and foam stability. The saponification process was conducted using the hot process method. Three different KOH concentrations (25%, 30%, and 35%) were tested. The results showed that all formulas met the Indonesian National Standard (SNI) for specific gravity, viscosity, and foam height. Formula II (30% KOH) was identified as the best formula due to its highest foam stability (90.67%) and acceptable pH (8), which falls within the recommended range (8–11). These findings indicate that sunflower oil-based liquid soap can be effectively formulated with desired physical properties and potential skincare benefits.
Sosialisasi Pengelolaan Limbah Obat Rumah Tangga sebagai Upaya Mendukung Green Pharmacy di Lingkungan Masyarakat: Community Outreach on Household Pharmaceutical Waste Management to Promote Green Pharmacy Practices Musa Fitri Fatkhiya; Irda Rizky Wiharti; Rizki Lestari; Gilang Putra Ramadhan; Muhammad Giffard Azami
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8333

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Sosialisasi Pengelolaan Limbah Obat Rumah Tangga sebagai Upaya Mendukung Green Pharmacy di Lingkungan Masyarakat” diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya mengelola limbah obat rumah tangga secara benar guna mencegah pencemaran lingkungan dan dampak negatif terhadap kesehatan. Sosialisasi diberikan kepada masyarakat dengan materi mencakup definisi limbah obat, jenis-jenisnya, dampak pembuangan sembarangan, serta cara penyimpanan dan pemusnahan yang tepat. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat memperoleh edukasi secara visual dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap bahaya limbah farmasi serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung prinsip Green Pharmacy. Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Edukasi Beyond Use Date dan Expiration Date Obat Bagi Ibu-Ibu PKK Bendan Kergon Pekalongan: Health Education on Beyond-Use Date and Expiration Date of Drugs for Women's Group of PKK Bendan Kergon Village Pekalongan City Irda Rizky Wiharti; Musa Fitri Fatkhiya; Daru Anggara Murty
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8690

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK mengenai perbedaan antara Beyond-use date (BUD) dan Expiration date (ED) pada obat. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang batas waktu penggunaan obat yang aman dapat menyebabkan penyimpanan serta penggunaan obat yang tidak tepat sehingga menurunkan efektivitasnya. Kegiatan dilaksanakan dengan metode active learning melalui ceramah interaktif, diskusi, dan pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan diikuti oleh 60 peserta dari ibu-ibu PKK kelurahan Bendan Kergon, kota Pekalongan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 30 meningkat menjadi 70 pada post-test. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan dan mampu memahami pentingnya memperhatikan BUD dan ED dalam penyimpanan obat di rumah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional.
MENGENAL TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) ATAU OBAT TRADISIONAL DAN PENGGUNAANYA YANG AMAN DI DESA SIDOREJO Irda Rizky Wiharti; Musa Fitri Fatkhiya; Belita Aura Priani Merin; Salsa Rara Sumbada; A'mirotul Hasnah; Ghefira Khoirina Putri; Tine Anistia Putri Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (JPMB), Juni 2026
Publisher : Yayasan Nusa Cendekia Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64020/jpmb.v2i2.66

Abstract

Family Medicinal Plants (Tanaman Obat Keluarga/TOGA) represent a community empowerment strategy to enhance family self-reliance in maintaining health through the cultivation and utilization of medicinal plants in home gardens. However, public knowledge regarding the types, benefits, processing methods, and safe use of TOGA remains limited. This community service program aimed to improve the knowledge of members of the Family Welfare Empowerment (PKK) organization in Sidorejo Village regarding the utilization of TOGA and the rational and safe use of traditional medicines. The program was conducted on June 17, 2026, at the Sidorejo Village Hall, Warungasem District, Batang Regency, involving PKK members as participants. The educational intervention employed lectures, interactive discussions, question-and-answer sessions, quizzes, and evaluations using pretests and posttests. The results demonstrated that participants actively engaged in the educational activities, as reflected by their enthusiastic participation during discussions and improved posttest scores compared with pretest scores. These findings indicate that the educational program effectively enhanced participants' knowledge of medicinal plant species, their health benefits, cultivation techniques, processing methods, and the appropriate use of traditional medicines. This program is expected to encourage the community to sustainably cultivate and utilize TOGA as a promotive and preventive approach to improving family health.