Komang Ayu Suseni
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Prajuru Desa Adat Dalam Masyarakat Bali: Erspektif Sosiologi Adat Terhadap Kepemimpinan Tradisional Ni Nyoman Raka Astrini; Komang Ayu Suseni; Ni Ketut Raka Utariani
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i2.114769

Abstract

Prajuru Desa Adat merupakan aktor sosial penting yang mengatur tatanan kehidupan masyarakat adat Bali melalui kewenangan tradisional yang berakar pada ajaran Hindu dan sistem sosial komunal. Kajian ini bertujuan menganalisis dinamika prajuru dalam konteks perubahan sosial kontemporer, menggunakan perspektif sosiologi adat, terutama teori solidaritas mekanik Durkheim, kepemimpinan tradisional Weber, dan konsep sistem sosial Parsons. Kajian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) yang mengintegrasikan teori-teori sosiologi adat, hasil penelitian sebelumnya, awig-awig desa adat, serta dinamika empiris masyarakat Bali kontemporer. Analisis dilakukan secara interpretatif dengan menautkan teori sosial dan dinamika adat. Secara keseluruhan, metode penelitian ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai dinamika prajuru desa adat dalam masyarakat Bali, serta menjelaskan bagaimana kepemimpinan tradisional beradaptasi dan merespons perubahan sosial kontemporer. Penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan prajuru memiliki daya adaptif tinggi dalam menghadapi modernisasi, namun tetap mempertahankan legitimasi adat sebagai sumber otoritas utama. Meskipun demikian, tantangan berupa konflik peran, birokratisasi adat, dan tekanan eksternal dari pariwisata serta teknologi digital terus memengaruhi proses pengambilan keputusan adat. Kajian ini menyimpulkan bahwa prajuru desa adat berada dalam ruang negosiasi antara tradisi dan modernitas yang saling bertautan.
Pelatihan Penggunaan Model Design Thinking For Social Spirituality Pada Materi Filsafat Uparengga Pengabenan di Pasraman Amertha Sari I Nyoman Hari Mukti Dananjaya; I Putu Suardipa; I Made Hartaka; Komang Ayu Suseni; Ni Nyoman Raka Astrini
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.106917

Abstract

Pendidikan agama Hindu dihadapkan pada tantangan eksistensial dalam menjaga relevansinya bagi generasi digital. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Design Thinking for Social Spirituality (DT-SS) dalam meningkatkan pemahaman materi filsafat Uparengga Pengabenan di Pasraman. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, pengabdian ini melibatkan 45 siswa (sisia) dan 5 pengajar (Pinandita) dalam sebuah siklus pembelajaran. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan tes. Analisis data dilakukan dengan pendekatan metode campuran (mixed-methods). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman filosofis siswa, yang tercermin dari kenaikan skor "Pemaknaan Ritual" sebesar 85.7%. Model ini juga berhasil mentransformasi peran siswa dari konsumen pasif menjadi perancang solusi spiritual-digital, yang dibuktikan dengan terciptanya 15 prototipe aplikasi dan modul pembelajaran. Lebih lanjut, implementasi DT-SS memperkuat kompetensi sosial-spiritual dan literasi digital kritis siswa, sekaligus merevitalisasi peran pengajar sebagai fasilitator inovasi. Disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran Design Thinking for Social Spirituality (DT-SS) terbukti sangat efektif dalam mengajarkan materi filsafat Uparengga Pengabenan di Pasraman. Implikasi penerapan model DT-SS merupakan sebuah living pedagogy yang efektif untuk menjembatani ajaran adiluhung dengan dilema kontemporer, serta menawarkan kerangka kerja yang replicable untuk penguatan jati diri generasi muda Hindu di era digital.