Pendidikan agama Hindu dihadapkan pada tantangan eksistensial dalam menjaga relevansinya bagi generasi digital. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Design Thinking for Social Spirituality (DT-SS) dalam meningkatkan pemahaman materi filsafat Uparengga Pengabenan di Pasraman. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, pengabdian ini melibatkan 45 siswa (sisia) dan 5 pengajar (Pinandita) dalam sebuah siklus pembelajaran. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan tes. Analisis data dilakukan dengan pendekatan metode campuran (mixed-methods). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman filosofis siswa, yang tercermin dari kenaikan skor "Pemaknaan Ritual" sebesar 85.7%. Model ini juga berhasil mentransformasi peran siswa dari konsumen pasif menjadi perancang solusi spiritual-digital, yang dibuktikan dengan terciptanya 15 prototipe aplikasi dan modul pembelajaran. Lebih lanjut, implementasi DT-SS memperkuat kompetensi sosial-spiritual dan literasi digital kritis siswa, sekaligus merevitalisasi peran pengajar sebagai fasilitator inovasi. Disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran Design Thinking for Social Spirituality (DT-SS) terbukti sangat efektif dalam mengajarkan materi filsafat Uparengga Pengabenan di Pasraman. Implikasi penerapan model DT-SS merupakan sebuah living pedagogy yang efektif untuk menjembatani ajaran adiluhung dengan dilema kontemporer, serta menawarkan kerangka kerja yang replicable untuk penguatan jati diri generasi muda Hindu di era digital.
Copyrights © 2025