This Author published in this journals
All Journal Jurnal Salamata
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN MAGGOT, PELET DAN KOMBINASI TERHADAP PERFORMA PRODUKSI IKAN LELE (Clarias sp.) Adang Kasmawijaya; Otie Dylan Soebhakti Hasan; Moh Rahmat; Ai Setiadi; Lakonardi Nuraditya; Dinno Sudinno
Jurnal Salamata Vol 8, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v8i1.20125

Abstract

Maggot salah satu sumber pakan dalam kegiatan budidaya ikan baik sebagai pakan hidup maupun sebagai sumber bahan baku pakan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan pakan berupa larva maggot dalam kegiatan budidaya ikan lele. Perlakuan yang diberikan yaitu larva maggot (P1), pelet (P2) serta kombinasi larva maggot dan pelet (P3) masing-masing 3 ulangan dan lama pemeliharaan dilakukan selama 35 hari dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Pada akhir pemeliharaan, pertumbuhan ikan lele menunjukan perbedaan pertumbuhan yang signifikan (p < 0,05). Pertumbuhan ikan lele yang diberikan pakan pelet sebesar 9,0 ± 1,8 g tidak berbeda nyata dengan pakan kombinasi maggot dan pelet yaitu sebesar 10,0 ± 1,0 g sedangkan berbeda nyata dengan pakan maggot hidup sebesar 5,2 ± 0,7 g. Tingkat pertumbuhan biomas spesifik (W-SGR) untuk perlakuan kombinasi maggot dan pelet memiliki tingkat pertumbuhan yang paling tinggi yaitu sebesar 4,59 ± 0,29 % dibandingkan dengan perlakuan pelet sebesar 4,25 ± 0,6 % dan maggot sebesar 2,68 ± 0,43 %. Sementara itu, tingkat pertumbuhan panjang spesifik yang tertinggi dihasilkan dari perlakukan pakan pelet yaitu sebesar 2,05% ± 0,28, diikuti oleh pakan kombinasi pelet dan maggot sebesar 1,35 ± 0,33 % dan yang terendah pakan maggot sebesar 0,89 ± 0,5%. Penelitian ini menyimpulkan kombinasi pelet dan maggot dapat meningkatkan pertumbuhan ikan lele.Black Soldier fly (BSF) larvae are one of many sources of feed in fish farming, both as live feed and as raw materials for artificial feed. This study aimed to assess the use of live maggot feed in catfish cultivation. The treatments used were BSF (P1), pellets (P2), and a mix feed (BSF and pellets) (P3), with three replications for each. The rearing period lasted 35 days using a completely randomised design (CRD). At the end of the period, catfish growth showed significant differences. Catfish fed with pellet feed of 9.0 ± 1.8 g did not significantly differ from those fed with the combination of BSF and pellets, which was 10.0 ± 1.0 g, but both were significantly different from fish fed live BSF larvae at 5.2 ± 0.7 g. The specific biomass growth rate (W-SGR) was highest in the maggot and pellet combination treatment at 4,59 ± 0,29 %, compared to 4,25 ± 0,6 % for pellets and 2,68 ± 0,43 % for maggots. Similarly, the highest specific length growth rate was achieved with pellet feed at 2,05 ± 0,28 %, followed by the combination at 1,35 ± 0,33 %, and the lowest with maggots at 0,89 ± 0,5 %. Overall, this research demonstrates that combining pellets and maggots significantly improves catfish growth.