Cristophel van Harling
STT GPI Papua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETIKA KEPEMIMPINAN GENERASI Z DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN: KAJIAN PERSPEKTIF ETHICAL LEADERSHIP MICHAEL E. BROWN DAN LINDA K. TREVIÑO TERHADAP TANTANGAN KEPEMIMPINAN DIGITAL Cristophel van Harling; Doys Ivone Salakory
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memberikan Perkembangan era digital telah membawa perubahan mendasar terhadap paradigma kepemimpinan, terutama dengan munculnya Generasi Z sebagai kelompok pemimpin baru yang memiliki karakter adaptif, inovatif, dan dekat dengan teknologi. Namun, kemampuan digital dan kecepatan adaptasi yang dimiliki Generasi Z juga menghadirkan tantangan dalam proses pengambilan keputusan, khususnya terkait bagaimana keputusan kepemimpinan tetap berlandaskan nilai moral, integritas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika kepemimpinan Generasi Z dalam pengambilan keputusan melalui perspektif Ethical Leadership yang dikembangkan oleh Michael E. Brown dan Linda K. Treviño. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui kajian terhadap literatur akademik mengenai kepemimpinan Generasi Z, kepemimpinan digital, etika kepemimpinan, serta pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Generasi Z tidak dapat hanya dibangun melalui kecakapan teknologi dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan, tetapi membutuhkan fondasi etis yang mampu mengarahkan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Perspektif Ethical Leadership memberikan kerangka analisis melalui dua dimensi utama, yaitu pemimpin sebagai pribadi bermoral (moral person) dan pemimpin sebagai pengelola moral (moral manager), yang relevan dalam membentuk pola keputusan kepemimpinan yang berintegritas. Penelitian ini menegaskan bahwa masa depan kepemimpinan Generasi Z membutuhkan keseimbangan antara inovasi digital, keteladanan moral, dan tanggung jawab sosial agar mampu menjawab kompleksitas kepemimpinan kontemporer.
LIMINALITAS DALAM RITUAL HAHI DI DESA HULALIU KABUPATEN MALUKU TENGAH: ANALISIS SOSIOLOGI BUDAYA VICTOR TURNER Maxsi Tupamahu; Cristophel Van Harling
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v4i3.6228

Abstract

The Hahi dance ritual of the Hulaliu indigenous community in Haruku Island, Central Maluku, is a collective rite rich in bodily, spatial, and spiritual symbolism. This study aims to analyze the structure of the Hahi ritual through Victor Turner’s theory of liminality and to explore how ritual symbolism shapes and reinforces social identity and soa-based structures. Using a qualitative approach with content analysis, data were collected through literature review and in-depth interviews with traditional figures. The findings reveal that the Hahi ritual consists of three stages—pre-liminal, liminal, and post-liminal—conducted collectively by the entire community. The liminal stage creates a sense of communitas by temporarily dissolving social hierarchies, thus reinforcing solidarity and ancestral values. Symbols such as body movement, tifa rhythm, ceremonial colors, and sacred spaces like Baileo function as complex mediums of spiritual and social communication. This study concludes that Hahi represents a cyclical and communal liminal experience, serving not only as cultural preservation but also as a form of resistance against modern pressures. It is best understood as a rite of intensification that regenerates social order and sustains collective memory within the indigenous context.