Muh Matori Ali Akbar
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Relevansi Konsep Sakinah dalam Al-Qur'an terhadap Kesehatan Mental Generasi Z: Perspektif Nuzulul Qur'an dalam Merespons Krisis Eksistensial Kontemporer Rifki Asfarina Fillah; Muh Matori Ali Akbar; Supriadi Hamid; Amir Hamzah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40309

Abstract

Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 menghadapi berbagai bentuk krisis eksistensial di era kontemporer, meliputi krisis identitas digital, quarter life crisis, kecemasan akibat FOMO (Fear of Missing Out), doomscrolling, eco-anxiety, krisis makna hidup, tekanan ekonomi, serta gamophobia. Kondisi ini dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi digital dan dominasi media sosial yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk krisis eksistensial Generasi Z serta relevansi konsep sakinah dalam Al-Qur'an sebagai solusi berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik, mengacu pada tafsir Al-Muyassar, Al-Kabir, Al-Azhar, dan Al-Mishbah. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep sakinah sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Fath ayat 4 merupakan anugerah ketenangan jiwa dari Allah SWT yang diturunkan ke dalam hati orang-orang beriman. Dalam perspektif Nuzulul Qur'an, nilai-nilai sakinah terbukti relevan sebagai respons terhadap krisis psikospiritual Generasi Z melalui penguatan taqarrub ilallah, pengamalan tawakkal dan sabar, pemupukan rasa syukur, penjagaan keseimbangan hidup, serta pengelolaan konsumsi konten digital secara bijak. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian Al-Qur'an dan kesehatan mental, sekaligus menawarkan pendekatan integratif berbasis Islam sebagai alternatif dalam menangani tantangan psikologis generasi muda di era modern.