Dea Riska Ananda
Tadris Bahasa Inggris, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

An Analysis of English Language Errors in Social Media Posts: a Constrastive Analysis and Error Analysis Perspective Siti Ismahani; Rahmatilah Ainy Habeahan; Suhaida Zain Panjaitan; Nazwa Ramadhani; Faliza Layla Salsavira; Dea Riska Ananda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40585

Abstract

Penggunaan bahasa Inggris di media sosial semakin umum di kalangan pengguna Indonesia. Namun, banyak pengguna masih menghasilkan berbagai kesalahan bahasa dalam unggahan berbahasa Inggris mereka. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kesalahan bahasa Inggris yang ditemukan dalam unggahan media sosial dan menjelaskan penyebab kesalahan tersebut melalui Analisis Kesalahan (Error Analysis/EA) dan Analisis Kontrastif (Contrastive Analysis/CA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data terdiri dari 20 kalimat bahasa Inggris yang dikumpulkan dari berbagai platform media sosial. Data dianalisis dengan mengidentifikasi kesalahan, mengklasifikasikannya menjadi penghilangan, penambahan, informasi yang salah, dan penataan yang salah, serta menentukan apakah kesalahan tersebut bersifat interlingual atau intralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi yang salah merupakan jenis kesalahan yang paling sering terjadi, diikuti oleh penghilangan dan penambahan. Sebagian besar kesalahan dipengaruhi oleh perbedaan antara sistem tata bahasa Indonesia dan Inggris, khususnya dalam bentuk kata kerja, kesesuaian subjek-kata kerja, dan penggunaan tenses. Studi ini menyimpulkan bahwa Analisis Kesalahan dan Analisis Kontrastif bermanfaat dalam memahami kesulitan bahasa pembelajar dan dapat memberikan wawasan berharga untuk pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris.
Konseling Individu Berbasis Nilai Islam dalam Mengatasi Kecemasan Akademik Siswi SMA Dea Riska Ananda; Karlina Harahap; Salwa Khumairoh Hasyim; Ramadan Lubis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40691

Abstract

Kecemasan akademik merupakan permasalahan psikologis yang sering dialami siswa akibat tuntutan akademik, seperti tugas, ujian, dan persiapan melanjutkan pendidikan. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi, emosi, serta pencapaian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kecemasan akademik yang dialami siswi sekolah menengah atas, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta menganalisis penerapan konseling individu berbasis nilai-nilai Islam dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian adalah seorang siswi kelas XI-F1D MAN 2 Model Medan yang mengalami kecemasan akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami kecemasan akademik berupa kekhawatiran berlebihan terhadap tugas dan ujian, ketakutan memperoleh hasil yang tidak sesuai harapan, kesulitan berkonsentrasi, serta tekanan emosional. Faktor penyebab kecemasan meliputi tingginya beban tugas, kecenderungan overthinking, standar akademik yang tinggi, dan kekhawatiran menghadapi SNBP serta TKA. Penerapan konseling individu berbasis nilai-nilai Islam melalui refleksi, reframing, penguatan spiritual, dan penyusunan action plan membantu partisipan memperoleh ketenangan, meningkatkan pemahaman diri, serta membangun cara pandang yang lebih positif. Dengan demikian, konseling individu berbasis nilai-nilai Islam efektif membantu siswa mengelola kecemasan akademik secara lebih adaptif.