Ramot Anugrah Sagala
Universitas Negeri Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemerataan Pendidikan Didaerah Tertinggal Papua Pegunungan Melalui Program Kampus Mengajar Ramot Anugrah Sagala; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40608

Abstract

Pemerataan pendidikan di Papua Pegunungan masih menghadapi tantangan serius yang tidak hanya berkaitan dengan akses sekolah, tetapi juga mutu pembelajaran, keberlanjutan partisipasi, keterbatasan infrastruktur, kapasitas guru, dan rendahnya dukungan ekosistem literasi. Artikel ini bertujuan menelaah peran Program Kampus Mengajar sebagai strategi pemerataan pendidikan di daerah tertinggal Papua Pegunungan melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Literatur yang dianalisis mencakup artikel ilmiah, kajian sistematis, studi empiris, dan laporan resmi yang relevan dengan isu Kampus Mengajar, literasi-numerasi, pendidikan Papua, sekolah pedesaan, dan ketimpangan pendidikan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kampus Mengajar memiliki potensi strategis dalam memperkuat literasi, numerasi, adaptasi teknologi sederhana, pendampingan guru, administrasi sekolah, dan pengembangan budaya belajar yang lebih kontekstual. Namun, efektivitas program sangat dipengaruhi oleh kesiapan sekolah, dukungan guru, keterbatasan fasilitas, kondisi sosial-budaya, penggunaan bahasa pertama peserta didik, dan keberlanjutan kolaborasi antaraktor. Artikel ini menawarkan model pemerataan pendidikan berbasis tiga lapis, yaitu kontekstualisasi pembelajaran, penguatan ekosistem sekolah, dan kolaborasi berkelanjutan. Dengan demikian, Kampus Mengajar perlu diposisikan bukan sekadar sebagai program penugasan mahasiswa, tetapi sebagai strategi afirmatif yang menghubungkan kebijakan nasional dengan kebutuhan nyata sekolah di wilayah pedalaman.