Disabilitas adalah kondisi yang membuat seseorang mengalami keterbatasan dalam hal fisik, berpikir, atau mental sehingga mengalami kesulitas dalam berinteraksi dengan lingkungan sehari-hari secara mandiri. Keterbatasan sensorik adalah kondisi ketika seseorang mengalami gangguan dalam fungsi salah satu atau lebih dari panca inderanya, seperti penglihatan (tunanetra). Media asistif adalah alat, perangkat keras/lunak, yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas agar dapat belajar, berkomunikasi, atau melakukan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri. Salah satu bentuk media asistif yang sangat berdampak pada kehidupan para penyandang disabilitas netra adalah aplikasi Talkback. Sejurus dengan hal tersebut maka penelitian ini ditetapkan dengan judul “Pemanfaatan Talkback Dalam Kegiatan Pasantian Penyandang Disabilitas Sensorik Netra di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar”. Berorientasi pada latar belakang tersebut, peneliti merumuskan tiga permasalahan yaitu sebagai berikut: 1.Bagaimana proses komunikasi pembelajaran melalui Talkback dalam kegiatan Pasantian penyandang disabilitas netra? 2.Apa hambatan penggunaan Talkback dalam kegiatan Pasantian penyandang disabilitas netra? 3.Bagaimana implikasi penggunaan Talkback terhadap efektivitas pembelajaran Pasantian dan kemandirian komunikasi penyandang disabilitas netra di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar?. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran, pengetahuan, pemahaman serta informasi yang jelas dan akurat mengenai penggunaan Talkback dalam kegiatan Pasantian penyandang disabilitas di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; (1) Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan sosial humanities, (2) Lokasi Penelitian yakni dilaksanakan di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar, (3) Jenis data yaitu kualitatif yang bersumber dari data primer dan juga data sekunder, (4) Penentuan Informan yaitu menggunakan teknik purposif sampling (5), Instrumen Penelitian menggunakan alat perekam, buku catatan dan alat tulis (6) Metode Pengumpulan Data tehnik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan, (7) Teknik Analisis Data reduksi, klasivikasi, interpretasi, dan menarik kesimpulan, (8) Teknik Penyajian Analisis Data dengan menggunakan logika deduktif dan induktif. Hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut: Proses komunikasi pembelajaran melalui Talkback dalam kegiatan Pasantian penyandang disabilitas sensorik netra di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar meliputi tiga tahapan yaki pemilihan dan digitalisasi teks kakawin, pindai data melalui Talkback oleh anggota sanggar, dan pelatihan makakawin oleh pengurus dan guru sanggar. Hambatan penggunaan Talkback dalam kegiatan Pasantian penyandang disabilitas sensorik Netra di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasar meliputi hambatan mekanis dan hambatan kesenjangan generasi. Implikasi penggunaan Talkback terhadap efektivitas pembelajaran Pasantian dan kemandirian komunikasi penyandang disabilitas Netra di Sanggar Seni Rwa Bhineda Denpasa meliputi Aksesibilitas Universal, Peningkatan Kualitas Hidup, dan Integrasi Sosial.