Hidayatil Alya
Universitas Bung Hatta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sustaining Speaking Proficiency in the Digital Era: Analyzing Students’ Motivation and Communicative Barriers Adzanil Prima Septy; Lisa Tavriyanti; Lailatul Husna; Hidayatil Alya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40721

Abstract

Studi ini meneliti hubungan antara motivasi belajar dan kemampuan berbahasa Inggris di kalangan siswa SMA Pertiwi 1 Padang, sekaligus mengidentifikasi hambatan lingkungan dan psikologis yang mempengaruhi produksi lisan mereka di era digital. Dengan menggunakan desain korelasi kuantitatif, studi ini mengumpulkan data dari sampel 33 siswa (n = 33) melalui kuesioner tertutup dan tes berbicara monolog ekstensif yang dinilai melalui rubrik analitis yang dimodifikasi. Statistik deskriptif menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat motivasi belajar yang cukup tinggi dan penguasaan bahasa Inggris lisan yang sangat mahir. Analisis korelasi Pearson Product-Moment menghasilkan koefisien empiris r = 0,368, melebihi nilai tabel kritis (rtable = 0,344) pada tingkat signifikansi α = 0,05. Studi ini mengkonfirmasi korelasi positif yang signifikan secara statistik, meskipun diklasifikasikan sebagai korelasi rendah karena efek batas atas statistik. Sub-analisis kualitatif mengungkapkan bahwa meskipun dorongan intrinsik dan ekstrinsik tinggi, kurangnya pengalaman berbicara bahasa Inggris yang mendalam menjadi faktor penghambat. Lingkungan dan rasa takut yang terus-menerus akan membuat kesalahan tampaknya membatasi kelancaran komunikasi spontan. Studi ini diakhiri dengan rekomendasi pedagogis, yang mendesak para pendidik untuk mengintegrasikan teknologi interaktif, seperti Media Digital yang Dihasilkan Siswa (SGDM), untuk menurunkan kecemasan berbicara dan mendorong komunikasi yang autentik.