Revita Putri Sadewi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektivitas Peran Pengadilan Agama dan KUA dalam Pencegahan Perkawinan di Bawah Umur Akibat Media Sosial Revita Putri Sadewi; Marwa Fadhila Hasna; Fawwaz Hilalilhaq Fikrie; Muhammad Fazel Pasha; Rosdiana Rosdiana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41004

Abstract

Perkawinan di bawah umur di Indonesia masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan, bahkan menunjukkan kecenderungan meningkat seiring dengan perkembangan media sosial yang memengaruhi cara pandang dan perilaku remaja. Konten digital yang menampilkan romantisasi pernikahan usia muda tanpa diimbangi pemahaman atas risiko dan tanggung jawab seringkali mendorong keputusan menikah secara prematur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas peran Pengadilan Agama dan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam mencegah perkawinan dini yang dipengaruhi oleh media sosial. Permasalahan yang diangkat meliputi bagaimana konstruksi hukum dan sosial terkait fenomena tersebut serta sejauh mana kedua lembaga menjalankan fungsi preventifnya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan historis, melalui analisis terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun KUA telah berperan melalui fungsi administratif dan pembinaan, serta Pengadilan Agama melalui mekanisme dispensasi nikah, pelaksanaan fungsi pencegahan belum berjalan secara optimal. Tingginya angka pemberian dispensasi yang lebih didasarkan pada pertimbangan sosial daripada ketentuan normatif menjadi salah satu indikatornya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran kelembagaan serta sinergi yang lebih terarah agar upaya pencegahan perkawinan di bawah umur dapat berjalan lebih efektif.
Implikasi Hukum Penyalahgunaan Artificial Intelligence terhadap Kekerasan Seksual Deepfake Berbasis Digital berdasarkan Teori Perlindungan Data Pribadi Nabila Filfaberi; Muhammad Fahmi Sidiq Hamdani; Muhammad Rifqy Hakim; Revita Putri Sadewi
UIN Law Review: Jurnal Hukum dan Hak Asasi Manusia Vol. 1 No. 1 (2025): UIN Law Review
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ulr.v4i1.47335

Abstract

Indonesia sebagai negara hukum yang menempatkan konstitusi sebagai dasar hukum tertinggi dalam penyelenggaraan negara dan konstitusi menjamin HAM secara tertulis kepada setiap warga negara, namun demikian tidak sedikit warga negara indonesia maupun asing yang memanfaatkan artificial intelligence (AI) dan melanggar nilai-nilai fundamental tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengetahui penegakan hukum kepada warga negara asing yang melakukan penyalahgunaan AI dan urgensi pembentukan undang-undang Khusus penyalahgunaan AI. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum yuridis normatif, proses pengolahan data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data, analisis data gagasan dan kesimpulan. Penegakan hukum yang dilakukan pemerintah kepada WNA dilakukan dengan dua cara deportasi dan pengadilan. Jika pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan WNA tidak terlalu serius maka hukuman yang diberikan berupa sanksi administratif berupa deportasi, apabila pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan WNA cukup serius maka hukuman yang diberikan kepada WNA dapat mengarah pada penahanan atau denda. Urgensi pembentukan UU khusus penyalahgunaan AI sangat penting berdasarkan temuan sensity, yang dimana kejahatan berbasis AI setiap tahun kian meningkat serta dampak kerugian yang dialami korban sangat serius hingga berdampak terhadap psikologis dan emosional korban.