Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Association Between Self-Efficacy and Dietary Adherence Among Patients with Chronic Kidney Disease Undergoing Hemodialysis at Medan General Hospital in 2024 Kamaliah Ainun; Muslimah Pase
Benih : Journal of Midwifery Vol. 5 No. 02 (2026): Benih : Journal of Midwifery
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/benih.v5i02.610

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD), particularly End-Stage Renal Disease (ESRD), is a progressive and irreversible condition characterized by a gradual decline in renal function, resulting in the inability of the body to maintain metabolic balance and fluid-electrolyte homeostasis. According to data from the Indonesia Renal Registry (IRR), approximately 98% of patients with Chronic Kidney Disease undergo hemodialysis therapy, while only 2% receive peritoneal dialysis (PD). This study aimed to analyze the relationship between self-efficacy and dietary adherence among patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at Haji General Hospital, Medan, in 2024. This study employed a quantitative approach using a cross-sectional design. The study population consisted of all patients undergoing hemodialysis twice a week. Samples were selected using an accidental sampling technique, resulting in 17 respondents who underwent hemodialysis during the three-day data collection period. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using the Chi-square test. The results showed that among the 17 respondents, most had a moderate level of self-efficacy (10 respondents; 58.8%). Regarding dietary adherence, the majority of patients were non-adherent to the prescribed diet (11 respondents; 64.7%). Statistical analysis revealed a significant association between self-efficacy and dietary adherence among patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at Haji General Hospital, Medan, with a p-value of 0.007 (p < 0.05). In conclusion, self-efficacy was significantly associated with dietary adherence among patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at Haji General Hospital, Medan, in 2024. These findings suggest that nutritionists and healthcare professionals should provide continuous nutrition education and counseling to improve patients' dietary adherence.
Penyuluhan Tentang Perilaku dalam Mencegah Kanker Payudara Secara Dini pada Siswi di SMA Yayasan Pendidikan Keluarga Medan Nila Hayati; Niasty Lasmy Zaen; Saddiyah Rangkuti; Anita Damayanti Lubis; Muslimah Pase
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/22zfwk65

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan dan kasusnya menunjukkan peningkatan pada kelompok remaja akibat rendahnya pengetahuan mengenai deteksi dini. Salah satu upaya preventif yang efektif adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan: (1) meningkatkan pengetahuan siswi mengenai kanker payudara dan SADARI; (2) meningkatkan keterampilan siswi dalam melakukan SADARI secara mandiri; serta (3) membandingkan efektivitas metode ceramah dan metode simulasi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Kegiatan dilaksanakan di SMA Yayasan Pendidikan Keluarga Medan pada 14 April 2026 dengan melibatkan 30 siswi yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok A (15 siswi, metode ceramah) dan Kelompok B (15 siswi, metode simulasi). Kedua kelompok memperoleh materi yang sama tentang kanker payudara dan SADARI, tetapi dengan metode penyampaian yang berbeda. Instrumen evaluasi berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk frekuensi, persentase, dan skor rata-rata. Hasil menunjukkan bahwa pada kelompok simulasi terjadi peningkatan keterampilan SADARI kategori baik dari 40% (12 siswi) pada pre-test menjadi 96,7% (29 siswi) pada post-test, sedangkan pada kelompok ceramah meningkat dari 33,3% (10 siswi) menjadi 80% (24 siswi). Skor rata-rata pengetahuan pada kelompok simulasi meningkat dari 62,4 menjadi 89,7 dan pada kelompok ceramah dari 60,8 menjadi 79,3. Metode simulasi terbukti lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SADARI. Kegiatan PKM ini disimpulkan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswi mengenai deteksi dini kanker payudara sehingga direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Pemberdayaan Lansia Dengan Edukasi Penerapan Teknik Akupresur dalam Penatalaksanaan Penyakit Hipertensi di Desa Lidah Tanah Serdang Berdagai Afina Muharani Syaftriani; Muslimah Pase; Hijrah Hanim Lubis
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v5i01.409

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit gangguan kardiovaskuler dan menjadi masalah kesehatan penyakit tidak menular atau biasa disebut silent killer. Sebagai penyakit silent killer, maka diperlukan deteksi dini dan penatalaksanaan hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis dan nonfarmakologis. Akupresur menjadi salah satu penatalaksanaan non-farmakologis pada kasus hipertensi. Akupresur menjadi salah satu terapi komplementer yang ikut berperan dalam pengontrolan hipertensi dan terbukti efektif dalam mengontrol tekanan darah. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan Edukasi Penerapan Teknik Akupresur Dalam Penatalaksanaan Penyakit Hipertensi Pada Lansia di Desa Lidah Tanah Serdang Berdagai. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan edukasi melalui ceramah dan memberikan leaflet berisi materi edukasi di Desa Lidah Tanah Serdang Berdagai. Hasil pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif bagi pihak-pihak yang terlibat, khususnya bagi lansia. Program ini memberikan kesempatan para lansia untuk dapat mengetahui pengetahuan tentang penyakit hipertensi dan bagaimana pengontrolan penyakit hipertensi dengan teknik akupresur pada titik Li-4, GB-20, dan GV-20 sebagai salah satu keperawatan komplementer. Disarankan bagi lansia di Desa Lidah Tanah Serdang Berdagai untuk selalu menjaga pola hidup sehat seperti konsumsi nutrisi yang cukup serta membiasakan untuk menjaga pola aktivitas latihan yang rutin seperti rajin berolah raga.