Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH ANIMASI NUSSA DAN RARA TERHADAP KESANTUNAN BERBAHASA ANAK USIA 4–5 TAHUN DI TK BHAKTI SUKOLILO 2 Asyam Amajid; Dimas Andik Ardiansyah; Mardiansyah Wahyu Ridoi Ferniawan; Muhammad Bagus Hartoyo Puguh Hanung Wijaya; Rizal Kurnia Akbar; Zuniar Kamaluddin Mabrurri
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6196

Abstract

Latarbelakang: Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan komunikasi anak usia dini. Namun, kemampuan kesantunan berbahasa anak di TK Bhakti Sukolilo 2 Kabupaten Madiun masih perlu ditingkatkan sehingga diperlukan media pembelajaran yang menarik dan edukatif. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh penggunaan animasi Nussa dan Rara terhadap kesantunan berbahasa anak usia 4–5 tahun. Metode: Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 16 anak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples T-Test. Hasil: Rata-rata skor kesantunan berbahasa kelompok eksperimen meningkat dari 13,625 menjadi 22,125, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 13,125 menjadi 17,750. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi < 0,001 yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan: Animasi Nussa dan Rara berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kesantunan berbahasa anak usia dini.
Ambiguitas Pemaknaan Emoji Pada Komunikasi Antargenerasi: Studi Psikolinguistik Terhadap Mahasiswa Dan Orang Tua: Ambiguity in Emoji Interpretation in Intergenerational Communication: A Psycholinguistic Study of University Students and Their Parents Anatasya Yuliyanti; Desfita Nur Faizah; Bunga Dewi Chasandra; Nuzul Ramadhani; Rizal Kurnia Akbar; Riki Nasrullah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2861

Abstract

Komunikasi digital menjadikan emoji sebagai media visual penting untuk mengekspresikan emosi, sikap, dan makna interpersonal dalam interaksi daring. Akan tetapi, pemaknaan emoji tidak bersifat universal karena dipengaruhi oleh pengalaman digital, skema kognitif, dan lingkungan sosial penggunanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemaknaan emoji antara mahasiswa dan orang tua serta mengidentifikasi faktor psikolinguistik yang menyebabkan ambiguitas dalam komunikasi antargenerasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan 25 mahasiswa berusia 18–25 tahun dan 17 orang tua berusia di atas 40 tahun. Instrumen penelitian terdiri atas tujuh emoji yang berpotensi menimbulkan perbedaan tafsir. Data dianalisis secara tematik dengan mengidentifikasi pola pemaknaan, bentuk ambiguitas, dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai emoji secara konotatif dan kontekstual melalui budaya internet, sedangkan orang tua memaknainya secara literal berdasarkan bentuk visual. Implikasinya, literasi digital dan kesadaran metalinguistik diperlukan untuk mengurangi kesalahpahaman antargenerasi.