Bunga Dewi Chasandra
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ambiguitas Pemaknaan Emoji Pada Komunikasi Antargenerasi: Studi Psikolinguistik Terhadap Mahasiswa Dan Orang Tua: Ambiguity in Emoji Interpretation in Intergenerational Communication: A Psycholinguistic Study of University Students and Their Parents Anatasya Yuliyanti; Desfita Nur Faizah; Bunga Dewi Chasandra; Nuzul Ramadhani; Rizal Kurnia Akbar; Riki Nasrullah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2861

Abstract

Komunikasi digital menjadikan emoji sebagai media visual penting untuk mengekspresikan emosi, sikap, dan makna interpersonal dalam interaksi daring. Akan tetapi, pemaknaan emoji tidak bersifat universal karena dipengaruhi oleh pengalaman digital, skema kognitif, dan lingkungan sosial penggunanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemaknaan emoji antara mahasiswa dan orang tua serta mengidentifikasi faktor psikolinguistik yang menyebabkan ambiguitas dalam komunikasi antargenerasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang melibatkan 25 mahasiswa berusia 18–25 tahun dan 17 orang tua berusia di atas 40 tahun. Instrumen penelitian terdiri atas tujuh emoji yang berpotensi menimbulkan perbedaan tafsir. Data dianalisis secara tematik dengan mengidentifikasi pola pemaknaan, bentuk ambiguitas, dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai emoji secara konotatif dan kontekstual melalui budaya internet, sedangkan orang tua memaknainya secara literal berdasarkan bentuk visual. Implikasinya, literasi digital dan kesadaran metalinguistik diperlukan untuk mengurangi kesalahpahaman antargenerasi.