Latarbelakangi: rendahnya keterampilan kerja sama anak kelompok B di TK Muslimat 11 yang ditunjukkan melalui perilaku kurang mampu berbagi, belum terbiasa bekerja dalam kelompok, serta sering berebut alat permainan saat kegiatan pembelajaran. Tujuan: Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan kegiatan belajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan kerja sama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja sama anak melalui kegiatan menyusun balok secara berkelompok. Metode: Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 19 anak kelompok B di TK Muslimat 11. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap keterampilan kerja sama anak selama proses pembelajaran dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil: menunjukkan bahwa kegiatan menyusun balok secara berkelompok mampu meningkatkan keterampilan kerja sama anak. Pada siklus I, sebanyak 8 anak (42,1%) mencapai ketuntasan, sedangkan 11 anak (57,9%) belum tuntas. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, jumlah anak yang mencapai ketuntasan meningkat menjadi 17 anak (89,5%), sementara 2 anak (10,5%) belum mencapai ketuntasan. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan menyusun balok secara berkelompok efektif dalam mengembangkan kemampuan anak untuk berbagi, berinteraksi, saling membantu, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Kesimpulan: kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan kerja sama pada anak usia dini.