Syifa Zulfa Nabila
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPSI KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI TAMAN KANAK-KANAK: STUDI LITERATUR TEORI PERILAKU ORGANISASI Syifa Zulfa Nabila; Risbon Sianturi; Qonita Qonita
Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/sentra.v5i2.6337

Abstract

Latar belakang: Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Keberhasilan implementasi program ini di tingkat satuan pendidikan anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kesiapan manajemen instruksional dan sudut pandang kepala sekolah sebagai pimpinan lembaga. Tujuan: untuk menganalisis persepsi kepala sekolah terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) melalui kacamata teori perilaku organisasi. Metode: menggunakan desain studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan secara sistematis terhadap dokumen kebijakan resmi Badan Gizi Nasional tahun 2025, regulasi kesehatan, serta hasil penelitian empiris terdahulu yang relevan mengenai dampak pemberian makan di sekolah. Analisis berbasis Teori Persepsi Robbins dan Judge (2023) menunjukkan bahwa kepala sekolah mempersepsikan program MBG secara sangat positif sebagai instrumen perlindungan sosial yang mampu meningkatkan kehadiran, retensi, dan fokus belajar anak usia dini. Namun, kepala sekolah juga mengidentifikasi sejumlah tantangan kritis, meliputi ketiadaan regulasi turunan lokal yang spesifik, stabilitas logistik bahan pangan lokal, serta keterbatasan infrastruktur sanitasi dan ruang simpan di sekolah. Hasil: Persepsi positif kepala sekolah perlu didukung oleh penguatan kapasitas manajerial dan pemenuhan fasilitas fisik. Implikasinya, diperlukan koordinasi lintas sektor yang lebih terintegrasi untuk mewujudkan tata kelola program MBG yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan di lingkungan lembaga PAUD.