Pentingnya BK, khususnya bagi siswa SMA yang sedang bertransisi dari masa remaja ke dewasa, menjadi landasan penelitian ini. Pertumbuhan moral sangat penting. Karena mereka hidup di zaman kemajuan teknologi yang pesat, mereka membutuhkan perkembangan moral untuk mempersiapkan diri menghadapi kesulitan di masa depan. Perubahan ini sangat penting untuk membina generasi muda menjadi individu yang memiliki karakter moral yang tinggi di samping kemampuan teknologi mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengembangan moral diterapkan pada siswa kelas sebelas di SMA PGRI 22 Serpong yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan melalui penggunaan layanan bimbingan dan konseling. Studi ini berupaya mengidentifikasi kesulitan dalam mengintegrasikan pengembangan moral ke dalam konseling dan bimbingan siswa, serta mengusulkan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Untuk memahami proses implementasi kebijakan secara komprehensif, penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan yang dikembangkan oleh Donald Van Meter dan Carl Van Horn. Model ini menekankan enam variabel kunci yang saling memengaruhi dalam proses implementasi, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, komunikasi antar organisasi, disposisi pelaksana serta kondisi sosial-ekonomi-politik,. Pendekatan yang diambil dalam penelitian ini adalah kualitatif, menggunakan metode ilmiah naturalistik bersama dengan perspektif fenomenologis untuk mengumpulkan data yang andal. Data ini dianalisis secara cermat menggunakan metodologi yang dipilih untuk memberikan penjelasan yang menyeluruh. Berbagai metode digunakan untuk pengumpulan data, termasuk wawancara, tinjauan dokumen, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyampaian layanan bimbingan dan konseling secara efektif menggabungkan prinsip-prinsip Islam dengan nilai-nilai tradisional. Meskipun menghadapi kesulitan selama pelaksanaan bimbingan dan konseling, para konselor menunjukkan dedikasi yang teguh terhadap tanggung jawab mereka. Pada kenyataannya, para konselor secara konsisten terlibat dengan setiap masalah yang disampaikan oleh siswa, membantu mereka menemukan solusi atas masalah mereka.