Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Does Character Education Influence Student Discipline in Aqidah Akhlak Learning? Case Study at Madrasah Tsanawiyah Darussalam, Bogor City Toyyibudin; Tamam, Abas Mansur; Supraha, Wido
Journal of Psychology and Sustainable Education Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of Psychology and Sustainable Education
Publisher : Perkumpulan Psikologi Transformasi Indonesia (P2TI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62886/jpse.v2i2.20

Abstract

Character education plays an important role in shaping the personality of students who are disciplined and responsible. This study aims to analyze the implementation of strengthening disciplinary character education and its implications for student discipline in Aqidah Akhlak learning at MTs. Darussalam, Bogor City. This study uses a quantitative approach with a correlational method to test the relationship between character education and student discipline. Data were collected through questionnaires given to 95 respondents selected using stratified random sampling techniques. Descriptive statistical analysis shows that the level of strengthening disciplinary character education is moderate, with an average value of 66.51. In contrast, the level of student discipline is high, with an average value of 75.73. The results of the Pearson correlation analysis show a significant positive relationship between strengthening character education and student discipline (r = 0.509, p <0.05). This indicates that the stronger the character education applied, the higher the level of student discipline. Therefore, strengthening character education must be optimized with a more systematic and participatory approach to improve student discipline in Aqidah Akhlak.
Implementasi Bimbingan Konseling dalam Pembinaan Akhlak pada Siswa SMA PGRI 22 Serpong Tangerang Selatan Tono Hermanto; Toyyibudin; Yuyun Yunadi; Ahmad Sujai; Sahya Anggara
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya BK, khususnya bagi siswa SMA yang sedang bertransisi dari masa remaja ke dewasa, menjadi landasan penelitian ini. Pertumbuhan moral sangat penting. Karena mereka hidup di zaman kemajuan teknologi yang pesat, mereka membutuhkan perkembangan moral untuk mempersiapkan diri menghadapi kesulitan di masa depan. Perubahan ini sangat penting untuk membina generasi muda menjadi individu yang memiliki karakter moral yang tinggi di samping kemampuan teknologi mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengembangan moral diterapkan pada siswa kelas sebelas di SMA PGRI 22 Serpong yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan melalui penggunaan layanan bimbingan dan konseling. Studi ini berupaya mengidentifikasi kesulitan dalam mengintegrasikan pengembangan moral ke dalam konseling dan bimbingan siswa, serta mengusulkan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Untuk memahami proses implementasi kebijakan secara komprehensif, penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan yang dikembangkan oleh Donald Van Meter dan Carl Van Horn. Model ini menekankan enam variabel kunci yang saling memengaruhi dalam proses implementasi, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, komunikasi antar organisasi, disposisi pelaksana serta kondisi sosial-ekonomi-politik,. Pendekatan yang diambil dalam penelitian ini adalah kualitatif, menggunakan metode ilmiah naturalistik bersama dengan perspektif fenomenologis untuk mengumpulkan data yang andal. Data ini dianalisis secara cermat menggunakan metodologi yang dipilih untuk memberikan penjelasan yang menyeluruh. Berbagai metode digunakan untuk pengumpulan data, termasuk wawancara, tinjauan dokumen, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyampaian layanan bimbingan dan konseling secara efektif menggabungkan prinsip-prinsip Islam dengan nilai-nilai tradisional. Meskipun menghadapi kesulitan selama pelaksanaan bimbingan dan konseling, para konselor menunjukkan dedikasi yang teguh terhadap tanggung jawab mereka. Pada kenyataannya, para konselor secara konsisten terlibat dengan setiap masalah yang disampaikan oleh siswa, membantu mereka menemukan solusi atas masalah mereka.