Materi Sistem Periodik Unsur (SPU), khususnya submateri konfigurasi elektron, merupakan konsep abstrak yang menuntut pemahaman mendalam pada tingkat submikroskopik. Kenyataannya, banyak peserta didik generasi alpha yang mengalami miskonsepsi akibat keterbatasan visualisasi pada media konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan serta kepraktisan "SEMPOTRON" (Sempoa Elektron), sebuah media pembelajaran digital berbasis gamified learning yang mengadopsi prinsip kerja sempoa tradisional ke dalam sistem pengisian elektron mekanika kuantum. Penelitian pengembangan (Research and Development) ini menerapkan model ADDIE yang dibatasi hingga empat tahap (Analysis, Design, Development, Evaluation). Subjek uji coba terbatas melibatkan 2 orang guru kimia dan 15 peserta didik Fase E (Kelas X SMA) di Semarang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket penilaian skala Likert. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji validasi oleh ahli materi menunjukkan presentase sebesar 86,5% (Sangat Valid), sedangkan uji validasi oleh ahli media mencapai 91,1% (Sangat Valid). Hasil uji coba pengguna oleh guru kimia menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 90,62% dan kepraktisan sebesar 95% (Kategori Sangat Baik). Sejalan dengan hal tersebut, tanggapan peserta didik memberikan respon positif pada aspek kelayakan dengan rata-rata skor indikator mencapai 3,57 (Skala 4). Berdasarkan temuan ini, SEMPOTRON dinyatakan sangat layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai media penguatan kognitif mandiri untuk membantu visualisasi interkoneksi tiga level representasi kimia pada materi konfigurasi elektron.