Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effect Of The Combination Of Rooming-In And Oxytocin Massage On Breast Milk Production During The First 24 Hours Post Cesarean Section At Rs Pelita Insani Martapura Pebia Norviana; Sunartono Sunartono; Hargianti Dini Iswandar; Siti Maimunah; Istri Yuliani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59076

Abstract

Breast milk is the optimal nutrition for newborns. However, mothers undergoing cesarean section often experience delayed lactation due to anesthesia effects, surgical pain, stress, and postponed mother–infant contact. Non-pharmacological interventions such as rooming-in and oxytocin massage have been shown to improve lactation, but studies combining these two methods remain limited. Objective this study is to analyze the effect of combining rooming-in and oxytocin massage on breast milk production during the first 24 hours post-cesarean section. This study applied a quasi-experimental design with a pre-post test control group approach. The sample consisted of 24 post-cesarean mothers at Pelita Insani Hospital, Martapura, divided into intervention (rooming-in + oxytocin massage) and control (standard care) groups. Outcomes measured were colostrum volume, onset of lactation, and frequency of let-down reflex. Data analysis was performed using t-test, Mann-Whitney, and ANCOVA to control confounding variables, with a significance level of p<0.05.The combination of rooming-in and oxytocin massage significantly increased milk volume (38.7±6.4 ml vs 23.4±5.1 ml; p<0.001), accelerated lactation onset (8.4±2.1 hours vs 14.7±3.4 hours; p<0.001), and improved let-down reflex frequency (6.8±1.5 times vs 3.9±1.2 times; p<0.001) compared to the control group.Rooming-in combined with oxytocin massage is an effective and safe evidence-based intervention to enhance early milk production in post-cesarean mothers within the first 24 hours, supporting exclusive breastfeeding success.
The Relationship Between Social Support and the Incidence of Postpartum Depression among Primiparous Mothers Herlina Grenanda; Istri Yuliani; Atik Ba'diah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.2129

Abstract

Postpartum depression is a mental health disorder commonly experienced by women after the childbirth process, especially in primiparous mothers who are adjusting to their new role as a mother. Various factors can influence the occurrence of postpartum depression, including social support that encompasses support from a husband, parents, in-laws, and siblings. A lack of social support has the potential to increase the risk of psychological disorders in postpartum mothers, making it important to examine the relationship between social support and the incidence of postpartum depression. This research method uses a quantitative approach with a correlational analytical design. The sample consisted of 72 primiparous postpartum mothers registered at two Primary Clinics in the city of Samarinda. The sampling technique used was total sampling. Data collection was carried out cross-sectionally using the PSSQ and EPDS questionnaire instruments. Data analysis was conducted using the Chi-square test and ordinal logistic regression. The majority of respondents were aged 20-35 years (94.4%), had a secondary level education (40.3%), were unemployed (58.3%), had a family income above the regional minimum wage (62.5%), and had planned pregnancies (84.7%). The most frequently found postpartum depression level was in the mild category (38.9%). There was a significant relationship between social support from husbands (p=0.000), parents (p=0.012), in-laws (p=0.001), and siblings (p=0.002) with the occurrence of postpartum depression. Multivariate analysis showed that support from husbands was the most influential factor on postpartum depression (p=0.000), with a 2.031 times higher likelihood in mothers who received low support from their husbands. There is a significant relationship between family social support and the incidence of postpartum depression in primiparous mothers. Support from the husband is a key factor influencing the level of postpartum depression. Therefore, active involvement of the husband and family is very important in providing emotional, informational, and instrumental support to reduce the risk of postpartum depression.
Hubungan Pengetahuan, Pola Makan dan Peningkatan Berat Badan terhadap Penggunaan Kontrasepsi Suntik DMPA di Puskesmas Kalumata Ternate Selatan Nona Kalidi; Istri Yuliani; Juda Julia Kristiarini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.329

Abstract

Penggunaan kontrasepsi KB suntik DMPA dapat berdampak pada perubahan berat badan. Progestin dalam suntikan dapat meningkatkan nafsu makan, membuat beberapa pengguna mengonsumsi lebih banyak kalori. Progestin juga dapat mengubah retensi cairan tubuh, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan metode kontrasepsi suntik 3 bulan DMPA dengan pengetahuan, perubahan pola makan dan peningkatan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Kalumata. Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Kalumata berjumlah 227. Jumlah sampel 78, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data univariat, analisis bivariat dan multivariat dengan analisis uji Kruskal-Wallis, uji Chi Square dan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian pengetahuan tinggi 14,1%, sedang 50%, rendah 35,9%. perubahan pola makan berubah 74,4%, pola makan tidak berubah 25,6% dan kenaikan berat badan naik 76,9%, tidak naik 23,1%. Penggunaan KB suntik 3 bulan DMPA terhadap pengetahuan, pola makan dan kenaikan berat badan tingkat signifikansi ketiga variabel sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya ada hubungan yang nyata dari ketiga variabel tersebut. Hasilnya yaitu hubungan signifikan antara variabel penggunaan KB suntik 3 bulan DMPA terhadap pengetahuan, pola makan dan peningkatan berat badan di Puskesmas Kalumata.
Efektivitas Kombinasi Prenatal Yoga dan Dzikir terhadap Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III Vika Irianti Erning Probo; Heru Subaris Kasjono; Istri Yuliani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.330

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu masalah ketidaknyamanan yang bisa terjadi pada ibu hamil. Penyebab nyeri pada wanita hamil adalah adanya perubahan hormonal yang menimbulkan perubahan pada jaringan lunak penyangga dan penghubung (connective tissue) sehingga berdampak mengakibatkan menurunnya elastisitas dan fleksibilitas otot. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas kombinasi prenatal yoga dan dzikir terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester III di Kota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Ekperimental dengan desain pretest posttest Non-equivalent control group design. Teknik total sampling didapatkan Sampel 60 yang terbagi menjadi 30 kelompok eksperimen dan 30 kelompok kontrol. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan statistik uji wilcoxon. Hasil pretest di Puskesmas Kalumpang (50,0%) dan di Puskesmas Siko nyeri sedang (76,7%). Postest di Puskesmas Kalumpang nyeri ringan sebanyak (73,3%). Sedangkan di Puskesmas Siko menunjukkan tidak nyeri (50,0%), dan nyeri ringan (50,0%). Hasil uji statistik menggunakan wilcoxon didapatkan p value = 0,000 (<0,05) artinya H1 diterima, ada pengaruh kombinasi prenatal yoga dan dzikir terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Kota Ternate. Kesimpulannya kombinasi prenatal yoga dan dzikir berpengaruh terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.
Perbandingan Efektivitas Pemberian VCO Dengan Sirih Merah Terhadap Penyembuhan Laserasi Perineum Derajat II Di Ruang Kebidanan RSUD Puri Husada Tembilahan Wita Meyrent; Bima Suryantara; Istri Yuliani
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v11i2.4277

Abstract

Laserasi perineum merupakan komplikasi yang sering terjadi pada persalinan pervaginam di Indonesia. Perawatan yang tidak tepat dapat menyebabkan perdarahan, infeksi, dan komplikasi serius. Terapi non-farmakologi menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) dan sirih merah memiliki sifat antimikroba, anti-inflamasi serta kandungan lainnya yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pemberian VCO dengan sirih merah terhadap waktu penyembuhan laserasi perineum derajat II. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum dengan laserasi perineum derajat II di RSUD Puri Husada pada Juli-Agustus 2025. Sebanyak 30 ibu postpartum dipilih menggunakan consecutive sampling dan dibagi menjadi kelompok VCO dan kelompok sirih merah, masing-masing 15 responden. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Pada kelompok VCO, mayoritas penyembuhan terjadi pada hari ke-4 (53,3%), sedangkan pada kelompok sirih merah mayoritas penyembuhan terjadi pada hari ke-5 (40,0%). Hasil uji menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,061). Kelompok VCO menunjukkan kecenderungan waktu penyembuhan lebih cepat, tetapi kecenderungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, pada penelitian ini VCO belum dapat dinyatakan lebih efektif daripada sirih merah