Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi peran petani dalam pengendalian hama utama tikus di Desa Rappang Barat, Kabupaten Polewali Mandar: Farmer’s role socialisation on the control of the rats as the primary pest in West Rappang Village, Polewali Mandar Regency Muhammad Yusuf Saputra; Rasdiana Rasdiana; Riska Aulia; St. Nurrahmah; Idris Idris; Anisa Anisa; Hasnur Hasnur; Yaumil Jannah; Aina Nurpangasi; Nelia Nujriani; Nur Fahra Fahrianti
Jurnal Tarreang: Tren Pengabdian Masyarakat Agrokompleks Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Tarreang
Publisher : Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jtarreang.v1i3.5411

Abstract

The community of West Rappang Village relies heavily on agricultural yields, particularly rice cultivation. Consequently, pest attacks, especially by rats (Rattus argentiventer), pose a serious threat to food security and farmers' welfare. Conventional control practices, such as the use of rodenticides, have negative impacts on both the environment and human health, and may contribute to pest resistance. The objective of this community service activity is to enhance farmers’ understanding and skills in implementing environmentally friendly Integrated Pest Management (IPM) strategies, while also promoting behavioral change toward sustainable agricultural practices. The methodology employed includes lectures and interactive group discussions conducted in collaboration with farmer partners in West Rappang Village, facilitated by the Unsulbar Farming Club (UFC). The training materials cover ecological rat control techniques, such as the use of bamboo traps, land sanitation, synchronized planting, and the utilization of owls as natural predators. Based on questionnaire results, there was a significant increase in farmers’ knowledge: 100% understood the health risks posed by rat infestations, 88% were aware of pest control information sources, and 100% recognized the importance of environmental cleanliness. This activity demonstrates that participatory and educational approaches can foster collective awareness and empower farmers as agents of change in implementing pest control techniques against rat attacks. The implication of this initiative is the development of a more resilient and sustainable agricultural system, which not only boosts productivity but also improves the overall quality of life for the village community.
Upaya Pengembangan Praktik Budidaya Berkelanjutan untuk Usaha Petambak Lingkungan Barane, Kabupaten Majene Rahmawati; Riska Aulia; Aeynum Mardiah Ahmad; Nurmalasari Bakkar; Irma Yulia Madjid; Dian Lestari; Suparjo Razasli Carong; Nur Indah Sari Arbit
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): November-Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v2i3.3782

Abstract

Persaingan global yang semakin ketat mendorong pelaku bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proses bisnis mereka. Usaha petambak, khususnya budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan ikan bandeng (Chanos chanos), menawarkan prospek yang menjanjikan. Namun, tantangan seperti serangan hama wereng, penyakit pada udang, dan ketersediaan air bersih menjadi hambatan dalam praktiknya.  Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh wirausaha petambak udang vaname dan ikan bandeng agar dapat mengembangkan usaha budidaya yang berkelanjutan dan menguntungkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah wawancara, penyuluhan, dan diskusi dengan mitra untuk mengidentifikasi permasalahan dan solusinya. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa usaha budidaya tambak udang vaname dan ikan bandeng mengalami beberapa tantangan, seperti serangan hama wereng dan penyakit pada udang. Solusi yang disarankan meliputi pengendalian hama wereng dengan menggunakan insektisida alami dan pengelolaan lingkungan tambak yang optimal, penanganan penyakit pada udang dengan perbaikan kualitas air tambak, serta mengatasi keterbatasan air dengan investasi dalam teknologi pengolahan air dan diversifikasi sumber air. Pengabdian ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha petambak, serta memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat petani dan pelaku usaha di sektor ini.