Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan Produksi Perikanan Tangkap di Indonesia dengan Menggunakan Metode DBSCAN Muh Akbar Idris; Apriyanto Apriyanto; Rahmawati
Journal of Mathematics: Theory and Applications Vol 5 No 2 (2023): Volume 5, Nomor 2, 2023
Publisher : Program Studi Matematika Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jomta.v5i2.2930

Abstract

Abstrak. Pemetaan produksi perikanan tangkap di Indonesia merupakan salah satu aspek penting dalam memahami dan mengelola sumber daya perikanan secara efektif. Metode DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering Algorithm with Noise) telah digunakan dalam penelitian ini untuk mengelompokkan provinsi-provinsi di Indonesia berdasarkan tingkat produksi perikanan tangkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola dan pemetaan dalam produksi perikanan tangkap di berbagai wilayah. Dalam penelitian ini, data produksi perikanan tangkap dari tahun 2017 hingga 2019 digunakan sebagai data. Langkah pertama adalah menentukan parameter DBSCAN, yaitu nilai epsilon dan MinPts, yang penting untuk menggambarkan kepadatan data dan menentukan batas cluster. Selanjutnya, dilakukan pemilihan titik awal data secara acak dalam perhitungan jarak menggunakan metode euclidean. Dari hasil pemetaan menggunakan metode DBSCAN, terbentuklah cluster-cluster yang mencerminkan tingkat produksi perikanan tangkap yang serupa di provinsi-provinsi yang berdekatan. Cluster-cluster ini membantu dalam mengidentifikasi wilayah-wilayah dengan tingkat produksi perikanan yang rendah, sedang, dan tinggi. Noise, yaitu data yang tidak termasuk dalam cluster apapun, juga diidentifikasi sebagai provinsi-provinsi dengan karakteristik produksi perikanan tangkap yang yang tinggi. Silhouette coefficient digunakan sebagai metrik evaluasi untuk mengukur kualitas pembentukan cluster. Nilai silhouette coefficient memberikan indikasi sejauh mana data dalam cluster berdekatan dengan data dalam cluster lainnya. Semakin tinggi nilai silhouette coefficient, semakin baik pembentukan cluster tersebut. Kata kunci: pemetaan,produksi perikanan tangkap, DBSCAN, clustering, silhouette Abstract. The mapping of capture fisheries production in Indonesia is an important aspect of understanding and effectively managing fisheries resources. The DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering Algorithm with Noise) method has been used in this research to cluster the provinces in Indonesia based on their levels of capture fisheries production. The objective of this study is to identify patterns and mapping of capture fisheries production in various regions. In this research, capture fisheries production data from 2017 to 2019 is utilized. The first step is to determine the DBSCAN parameters, namely the epsilon value and MinPts, which are important in representing data density and determining cluster boundaries. Subsequently, random initial data points are selected for distance calculations using the Euclidean method. Based on the mapping using the DBSCAN method, clusters are formed that reflect similar levels of capture fisheries production in neighboring provinces. These clusters help in identifying regions with low, moderate, and high levels of fisheries production. Noise, which refers to data points that do not belong to any clusters, is also identified, indicating provinces with distinct characteristics of high capture fisheries production. The Silhouette coefficient is used as an evaluation metric to measure the quality of cluster formation. The Silhouette coefficient value indicates how closely data within a cluster is related to data in other clusters. A higher Silhouette coefficient value indicates better cluster formation. Keywords:mapping, capture fisheries, DBSCAN, clustering, silhouette
Upaya Pengembangan Praktik Budidaya Berkelanjutan untuk Usaha Petambak Lingkungan Barane, Kabupaten Majene Rahmawati; Riska Aulia; Aeynum Mardiah Ahmad; Nurmalasari Bakkar; Irma Yulia Madjid; Dian Lestari; Suparjo Razasli Carong; Nur Indah Sari Arbit
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): November-Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v2i3.3782

Abstract

Persaingan global yang semakin ketat mendorong pelaku bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proses bisnis mereka. Usaha petambak, khususnya budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan ikan bandeng (Chanos chanos), menawarkan prospek yang menjanjikan. Namun, tantangan seperti serangan hama wereng, penyakit pada udang, dan ketersediaan air bersih menjadi hambatan dalam praktiknya.  Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh wirausaha petambak udang vaname dan ikan bandeng agar dapat mengembangkan usaha budidaya yang berkelanjutan dan menguntungkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah wawancara, penyuluhan, dan diskusi dengan mitra untuk mengidentifikasi permasalahan dan solusinya. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa usaha budidaya tambak udang vaname dan ikan bandeng mengalami beberapa tantangan, seperti serangan hama wereng dan penyakit pada udang. Solusi yang disarankan meliputi pengendalian hama wereng dengan menggunakan insektisida alami dan pengelolaan lingkungan tambak yang optimal, penanganan penyakit pada udang dengan perbaikan kualitas air tambak, serta mengatasi keterbatasan air dengan investasi dalam teknologi pengolahan air dan diversifikasi sumber air. Pengabdian ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha petambak, serta memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat petani dan pelaku usaha di sektor ini.