Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PKM KELOMPOK MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS OLAHAN MI RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII Anfas Anfas; Nurdiyah Nurdiyah; Nur Indah Sari Arbit; Suparjo Razasli Carong; Qaizar Qaizar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11214

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini berjudul PKM Kelompok Masyarakat terhadap Peningkatan Kualitas Olahan Mi Rumput Laut Eucheuma cottonii. Tujuan pengabdian ini yaitu masyarakat mendapat pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan baku rumput laut menjadi olahan mi yang berkualitas dan pengetahuan terkait pemasaran produk. Metode yang digunakan yaitu metode pelatihan pembuatan tepung rumput laut, pelatihan pembuatan mi rumput laut dan wpelatihan pemasaran produk. Selama penelitian, peserta sangat antusias mengikuti rangkaian program yang dilaksanakan. Peserta sangat aktif dalam diskusi dan banyak pertanyaan-pertanyaan yg di sampaikan. Hasil dari program ini masyarakat memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengolah bahan baku rumput laut menjadi olahan mie yang berkualitas serta pemahaman terkait pemasaran produk sehingga peserta mendapatkan pengetahuan secara menyeluruh mulai dari membuat olahan mi sampai pada kegiatan pemasarannya. Diharapkan program ini dapat di optimalkan oleh masyarakat sebagai bekal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kata kunci: mie; olahan, pemasaran; rumput laut; tanjung mampie ABSTRACTThis service is entitled PKM Community Groups on Improving the Quality of Processed Seaweed Noodles Eucheuma cottonii. The purpose of this service is that the community gains knowledge and skills in processing seaweed raw materials into quality noodle preparations and knowledge related to product marketing. The methods used are training methods for making seaweed flour, training for making seaweed noodles and training in product marketing. During the research, participants were very enthusiastic about participating in the series of programs implemented. Participants were very active in the discussion and many questions were asked. The result of this program is that the community has the understanding and skills in processing seaweed raw materials into quality noodle preparations as well as understanding related to product marketing so that participants gain comprehensive knowledge starting from making processed noodles to marketing activities. It is hoped that this program can be optimized by the community as a provision for improving the welfare of coastal communities. Keywords: marketing; noodles; processed; seaweed; tanjung mampie.
IPTEK peningkatan kualitas ampas tahu dan rumput laut sebagai pakan ikan bandeng Suparjo Razasli Carong; Nur Indah Sari Arbit; Asmawati Asmawati; Dian Lestari; Rusmidin Rusmidin; Purnama Sari; Farhanuddin Farhanuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31661

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pakan ikan bandeng melalui pemanfaatan limbah lokal seperti ampas tahu dan rumput laut Padina australis di Kelurahan Baurung, Kabupaten Majene. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi pembuatan pakan, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang pembuatan pakan alternatif, pengaturan nutrisi, serta manfaat ekonomi dan ekologis dari pemanfaatan limbah lokal. Peserta juga terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan demonstrasi, menunjukkan kesiapan mereka untuk mengadopsi inovasi ini. Kegiatan ini berhasil memberikan solusi ekonomis dan ramah lingkungan bagi pembudidaya ikan bandeng, sekaligus mendukung praktik budidaya yang berkelanjutan. Kata kunci: ampas tahu; budidaya; ikan bandeng; padina australis; pakan. Abstract This community service activity aims to improve the quality of milkfish feed through the utilization of local waste such as tofu dregs and Padina australis seaweed in Baurung Village, Majene Regency. The methods used include socialization, feed production demonstrations, as well as pre-test and post-test to measure the increase in participants' understanding. The results show a significant improvement in community knowledge about alternative feed production, nutrient regulation, and the economic and ecological benefits of utilizing local waste. Participants were also actively involved in Q&A sessions and demonstrations, indicating their readiness to adopt this innovation. This activity successfully provides an economical and environmentally friendly solution for milkfish farmers, while supporting sustainable aquaculture practices. Keywords: aquaculture; feed, milkfish; padina australis; tofu dregs.
Upaya Pengembangan Praktik Budidaya Berkelanjutan untuk Usaha Petambak Lingkungan Barane, Kabupaten Majene Rahmawati; Riska Aulia; Aeynum Mardiah Ahmad; Nurmalasari Bakkar; Irma Yulia Madjid; Dian Lestari; Suparjo Razasli Carong; Nur Indah Sari Arbit
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): November-Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v2i3.3782

Abstract

Persaingan global yang semakin ketat mendorong pelaku bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proses bisnis mereka. Usaha petambak, khususnya budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan ikan bandeng (Chanos chanos), menawarkan prospek yang menjanjikan. Namun, tantangan seperti serangan hama wereng, penyakit pada udang, dan ketersediaan air bersih menjadi hambatan dalam praktiknya.  Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh wirausaha petambak udang vaname dan ikan bandeng agar dapat mengembangkan usaha budidaya yang berkelanjutan dan menguntungkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah wawancara, penyuluhan, dan diskusi dengan mitra untuk mengidentifikasi permasalahan dan solusinya. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa usaha budidaya tambak udang vaname dan ikan bandeng mengalami beberapa tantangan, seperti serangan hama wereng dan penyakit pada udang. Solusi yang disarankan meliputi pengendalian hama wereng dengan menggunakan insektisida alami dan pengelolaan lingkungan tambak yang optimal, penanganan penyakit pada udang dengan perbaikan kualitas air tambak, serta mengatasi keterbatasan air dengan investasi dalam teknologi pengolahan air dan diversifikasi sumber air. Pengabdian ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha petambak, serta memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat petani dan pelaku usaha di sektor ini.
Mendekatkan Rumput Laut ke Masyarakat: Program Sosialisasi dan Pendidikan untuk Peningkatan Ekonomi Desa Ulidang, Majene Indah Sari Arbit; Dian Lestari; Erwin Erwin; Suparjo Razasli Carong; Latif Dollah; Purnama Sari
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.379-385

Abstract

Ulidang Village, part of the Tameroddo Sub-district, has excellent potential in the fisheries and marine sector, although it still faces significant economic challenges. The potential of seaweed as a marine resource that has yet to be fully utilized is the focus of this activity. The main objective is to provide comprehensive counseling on the potential of seaweed, including cultivation methods, nutritional content, and business management aspects. This activity's implementation stage starts with planning, program implementation, and evaluation. The research results showed that socialization efforts, including explanations of seaweed potential, business management, and farming profit simulations, have provided the community with a deep understanding. The pretest and post-test evaluations illustrated the improvement in participants' understanding after the socialization activities. Thus, the development of seaweed farming in Ulidang Village can be a solution to improve community welfare, create jobs, and care for the marine environment. Strategic steps include strong partnerships, community empowerment, and adoption of innovations to ensure the sustainability of seaweed farming at the local and national levels.