Hery Fajeriadi
Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, South Kalimantan, 70123

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development of science teaching materials based on higher-order thinking skills (HOTS) to enhance higher-order thinking skills in the topic of classification of living things Fahmi Fahmi; Yudha Irhasyuarna; Ikhwan Khairu Sadiqin; Dini Aprida; Muhammad Fajar; Hery Fajeriadi
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v4i2.145

Abstract

The need for science teaching materials that effectively foster HOTS remains unmet, as most existing resources focus only on lower-order cognitive levels. Furthermore, no comprehensively validated materials, covering content validity, reliability, and statistical significance, are yet available to ensure the effective integration of HOTS indicators. This study aims to develop Science teaching materials based on Higher-Order Thinking Skills (HOTS) for the topic of classification of living things for Junior High School (JHS) students. The low attainment of students' higher-order thinking skills, characterized by the lack of HOTS material integration in currently available teaching materials, indicates a significant gap between curriculum demands and current instructional practices. The development of these teaching materials is necessary to address this problem and provide a scientific contribution in the form of a tested instrument to improve the quality of Science learning. The research employed the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate), which was reduced up to the Develop stage. The trial subjects included material experts, instructional design experts, Science teachers, and Grade VII students. Data collection techniques were carried out through expert validation, using quantitative and qualitative descriptive analysis. The validation results show that the teaching materials are highly valid with an average score of 3.72 out of a 4-point scale and a Cronbach’s Alpha reliability value of 0.91, indicating high internal consistency. Abstrak. Kebutuhan bahan ajar IPA yang benar-benar mendukung pengembangan HOTS masih belum terpenuhi karena sebagian besar bahan ajar yang ada hanya menargetkan level kognitif rendah. Selain itu, belum tersedia bahan ajar yang tervalidasi secara komprehensif, meliputi validitas konten, reliabilitas, dan signifikansi statistik, untuk memastikan integrasi indikator HOTS secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) pada materi klasifikasi makhluk hidup untuk peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rendahnya capaian keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik SMP, ditandai oleh kurangnya integrasi materi HOTS dalam bahan ajar yang tersedia, menunjukkan adanya gap antara tuntutan kurikulum dan praktik pembelajaran saat ini. Pengembangan bahan ajar ini diperlukan untuk menjawab permasalahan tersebut dan memberikan kontribusi ilmiah berupa instrumen yang teruji untuk meningkatkan mutu pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang direduksi hingga tahap Develop. Subjek uji coba meliputi ahli materi, ahli desain pembelajaran, guru IPA, dan peserta didik kelas VII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi menunjukkan bahan ajar sangat valid dengan skor rata-rata 3,72 dari skala 4 dan nilai reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,91, mengindikasikan konsistensi internal yang tinggi.
Opportunities for integrating gamification and emerging technologies with direct observation in biology education: A bibliometric analysis Hery Fajeriadi; Aminuddin Prahatama Putra; Bunda Halang; Gt. Muhammad Irhamna Husin; Nurul Aulia; Muhammad Naufal Azzam; Muhammad Abdi Gusti; Hanisa Hanisa
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v5i1.164

Abstract

Digital transformation in higher education has led to the emergence of gamification, direct observation, and new technologies in biology learning, but previous studies have discussed them separately. To date, there has been no bibliometric study that systematically maps the integration of these three approaches. This study aims to analyze global research trends, thematic gaps, and potential integration across topics using a bibliometric approach. Data were retrieved from Google Scholar through the Publish or Perish application using the keywords “gamification,” “emerging technology,” and “biology,” covering publications from 2020 to 2024. A total of 207 relevant articles were analyzed and visualized using VOSviewer to map bibliometric relationships based on keyword co-occurrence, citation networks, and topic evolution. The results indicate a significant increase in publication growth over the past five years, with dominant themes such as artificial intelligence, deep learning, and virtual simulation, reflecting a shift toward emerging and adaptive learning models. Cluster mapping identified four major research groups: digital gamification, data-driven learning, virtual simulation, and implementation-based studies. These findings confirm that international research in biology education is moving toward the synergy of interactivity, analytics, and technology-based experiential learning. Nevertheless, the integration of gamification and direct observation with emerging technologies remains limited, representing a strategic opportunity for future empirical exploration. This study reinforces experiential learning and situated cognition as the basis for integrating interactive digital technology and direct observation practices. These findings also provide strategic direction for the design of adaptive, evidence-based pedagogical innovations in biology education. Abstrak. Transformasi digital dalam pendidikan tinggi mendorong munculnya gamifikasi, pengamatan langsung, dan teknologi baru dalam pembelajaran biologi, namun kajian sebelumnya masih membahasnya secara terpisah. Hingga kini, belum ada studi bibliometric yang memetakan secara sistematis integrasi ketiga pendekatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian global, kesenjangan tematik, serta potensi integrasi antartopik melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci “gamification”, “emerging technology”, dan “biology”, mencakup publikasi tahun 2020–2024. Sebanyak 207 artikel yang relevan dianalisis dan divisualisasikan menggunakan VOSviewer untuk menggambarkan keterkaitan bibliometrik berdasarkan jejaring kata kunci, sitasi, dan evolusi tren riset. Hasil analisis menunjukkan peningkatan publikasi yang signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan dominasi tema artificial intelligence, deep learning, dan virtual simulation yang mencerminkan pergeseran riset menuju integrasi teknologi imersif dan pembelajaran adaptif. Pemetaan klaster mengidentifikasi empat kelompok utama, yaitu gamifikasi digital, pembelajaran berbasis data, simulasi virtual, dan penelitian implementatif. Temuan ini menegaskan bahwa riset internasional dalam pembelajaran biologi bergerak ke arah sinergi antara interaktivitas, analitik, dan pengalaman belajar berbasis teknologi. Kajian ini juga mengungkap bahwa integrasi gamifikasi dan pengamatan langsung dengan teknologi baru masih terbatas, sehingga menjadi peluang strategis untuk penelitian lanjutan. Penelitian ini memperkuat dasar experiential learning dan situated cognition sebagai landasan integrasi antara digital interaktif dan praktik observasi langusng. Temuan ini juga memberikan arah strategis bagi perancangan inovasi pedagogis yang adaptif dan berbasis bukti dalam pembelajaran biologi.
Research trend of emotional intelligence in biology learning: A bibliometric analysis in the last ten year Bimo Aji Nugroho; Hery Fajeriadi; Much. Fuad Saifuddin
Journal of Biology Creative Education Vol 2, No 2 (2025): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bioco.v2i2.17381

Abstract

Research that explicitly examines emotional intelligence (EI) in biology learning is still limited, even though extensive evidence shows that EI supports motivation, interaction quality, and learning effectiveness, which are relevant competencies in collaborative tasks and complex biology practicums. This study analyzes research trends and opportunities related to emotional intelligence in biology learning (EIBL) through a bibliometric approach. A literature-based bibliometric analysis was conducted using 339 screened documents retrieved from the ScienceDirect (2015-2024), and the dataset was visualized using VOSviewer to map publication distribution, subject areas, publisher sources, and keyword networks. The findings indicate an increasing number of publications, dominance of empirical studies, and multidisciplinary dissemination across psychology, education, biomedicine, and social sciences. Network visualization identified five thematic clusters (research challenges, methodological approaches, educational contexts, emotional-systemic aspects, and developmental issues) reflecting broader patterns in the dataset rather than trends specific to biology learning. Overall, the dataset suggests emerging opportunities for integrating emotional intelligence into biology learning practices, while highlighting the limited number of studies explicitly situated in biology education and the need for further empirical exploration.Abstrak. Penelitian yang secara eksplisit mengkaji kecerdasan emosional (EI) dalam pembelajaran biologi masih terbatas, meskipun bukti luas menunjukkan bahwa EI mendukung motivasi, kualitas interaksi, dan efektivitas belajar, yaitu kompetensi penting dalam tugas kolaboratif dan praktikum biologi yang kompleks. Penelitian ini menganalisis tren dan peluang penelitian emotional intelligence in biology learning (EIBL) melalui pendekatan bibliometrik. Analisis bibliometrik berbasis literatur dilakukan menggunakan 339 dokumen hasil penyaringan dari ScienceDirect (2015-2024), dan dataset ini divisualisasikan menggunakan VOSviewer untuk memetakan sebaran publikasi, subject area, sumber penerbit, serta jejaring kata kunci. Hasil analisis menunjukkan peningkatan jumlah publikasi, dominasi artikel empiris, dan penyebaran multidisipliner pada bidang psikologi, pendidikan, biomedis, dan ilmu sosial. Visualisasi jaringan mengidentifikasi lima kluster tema (tantangan penelitian, pendekatan metodologis, konteks pendidikan, aspek emosional-sistemik, dan isu perkembangan) yang mencerminkan pola umum dalam dataset, bukan tren spesifik pembelajaran biologi. Secara keseluruhan, dataset menunjukkan peluang berkembangnya integrasi kecerdasan emosional dalam praktik pembelajaran biologi, sekaligus menegaskan terbatasnya studi yang secara eksplisit berada dalam konteks biologi serta kebutuhan eksplorasi empiris lanjutan.