Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemahaman konsep IPA siswa SMP melalui pembelajaran problem solving pada topik perubahan benda-benda di sekitar kita Sadiqin, Ikhwan Khairu; Santoso, Uripto Trisno; Sholahuddin, Arif
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 3, No 1: April 2017
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.478 KB) | DOI: 10.21831/jipi.v3i1.12554

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa SMP melalui pembelajaran problem solving. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII berjumlah 66 orang. Data penelitian diperoleh menggunakan instrumen tes. Teknik analisis data dengan cara melihat perkembangan n-gain. Hasil penelitian diperoleh rata-rata pemahaman konsep siswa sebelum pembelajaran adalah 52,28 tergolong kategori kurang baik. Skor setelah pembelajaran adalah 77,40 tergolong kategori baik. Model problem solving sesuai untuk pembelajarain sains sekolah menengah pertama dan dapat mendorong siswa untuk membangun pemahaman konsep. Terjadi konstruksi pemahaman konsep siswa melalui proses menghubungkan pengetahuan dalam menyelesaikan masalah pembelajaran.Kata kunci: problem solving, pemahaman konsep, pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural, perubahan benda-benda di sekitar kita. Junior High School Students? Understanding of the Science Concept Through Problem Solving Learning on the Topic of Change Things Around our Life  AbstractResearch was conducted to describe the results of student learning through problem solving model. Sampling was done by purposive sampling. Subjects are 66 students of class VII. Data were obtained using paper based test. Data analysis techniques by observing the development of n-gain. This study showed that student understanding of pretest is 52,28 point categorized as low and posttest is 77,40 point categorized as good. It mean that the problem solving model suitable to the junior high school science class and encourage students to constantly build understanding of the concept. Construction of the concept through the process of connecting knowledge in solving learning problems.Keywords: problem solving, conceptual understanding, declarative knowledge, procedural knowledge, changes things around us.
Crossing Puzzle-Cooperative Learning Vs Cooperative Learning: Studi Kasus pada Pembelajaran Kimia Nur Hidayah; Arif Sholahuddin; Ikhwan Khairu Sadiqin; Nita Maulida
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.722 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v3i2.3847

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan partisipasi siswa serta proses belajar kimia dengan dua metode. Metode pembelajaran yang dilaksanakan berupa crossing puzzle-cooperative learning dan cooperative learning konvensional. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif pada 13 orang siswa kelas XII IPA 3 SMAN 13 Banjarmasin. Perangkat pembelajaran meliputi Rencana Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Kelompok (LKK), Tes Hasil Belajar (THB) dan pengisian kuesioner secara online. Hasil belajar siswa dengan metode non-games rata-ratanya sebesar 82,65 dengan keaktifan rata-rata 48. Strategi games crossing puzzle didapatkan rata-rata hasil belajar sebesar 52,2 dengan keaktifan rata-rata 76. Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif berbasis non-games diperoleh hasil belajar siswa dalam pembelajaran lebih tinggi, tetapi partisipasi siswa rendah. Hal ini karena adanya dominasi kelompok siswa unggul. Hasil belajar siswa dengan games crossing puzzle diperoleh hasil lebih rendah dibanding kooperatif non games tetapi partisipasi siswa tinggi. Berdasarkan hasil temuan didapatkan bahwa adanya kesempatan lebih banyak untuk tampil menyatakan pendapat bagi siswa pasif.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KONSEP LISTRIK DINAMIS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Samsuni Samsuni; Saidah Saidah; Ikhwan Khairu Sadiqin
Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.743 KB) | DOI: 10.30870/gravity.v4i1.3119

Abstract

MENGOPTIMALKAN POTENSI OTAK KANAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA Ikhwan Khairu Sadiqin; Maya Istyadji; Atiek Winarti
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 8, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v8i1.3856

Abstract

Abstract. Chemical learning for students in schools tends to focus on the performance of the left brain only. Motivation to learn to be low. Another impact is students have difficulty in understanding the concept of chemistry that is generally abstract. Concepts of chemistry is abstract, include depiction of space (macroscopic and microscopic) and symbolic. This chemical characteristic is closely related to right-brain intelligence that tend to be artistic feeling, color sensitivity, space depiction, symbolic, synthesis and creation. Therefore the learning of chemistry requires the optimal potential of both parts of the brain, left and right hemisphere. Implementation of brain based learning is a concrete solution to optimize the performance of left and right hemisphere of students in chemistry learning activities.Keywords: right brain, brain based learning, motivation
STUDI KASUS IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR DAN MULTIPLE INTELLIGENCES MAHASISWA BARU CALON GURU KIMIA Siti Patimah; Arif Sholahuddin; Ikhwan Khairu Sadiqin
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 10, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v10i1.5945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya belajar dan kecerdasan ganda mahasiswa baru program studi pendidikan kimia ULM. Jenis penelitian adalah survei. Adapun aspek yang diteliti adalah gaya belajar dan kecerdasan ganda. Teknik pengambilan data dengan purposive sampling. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan kimia dengan sampel berjumlah 38 orang. Instrumen yang digunakan adalah instrumen angket gaya  belajar. Adapun hasil penelitian antara lain  mahasiswa program studi pendidikan kimia memiliki kecenderungan gaya belajar audiotorial dibandingkan gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik. Hasil yang diperoleh dari penelitian itu adalah audiotorial sebesar 35 poin, gaya belajar visual sebesar poin, dan gaya belajar kinestetik sebesar 33 poin. Mahasiswa program studi pendidikan kimia juga memiliki kecenderungan pada dominasi kecerdasan ganda pada kecerdasan linguistik. Hasil yang diperoleh yaitu sebesar 52,63% kecerdasan linguistik dan 47,36% kecerdasan logis-matematis. Penyebabnya karena lingkungan belajar mahasiswa sehari-hari terampil berinteraksi sosial, aktif menyampaikan pendapat.
KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN LAHAN BASAH: VALIDITAS MODEL PENDIDIKAN LINGKUNGAN Arif Sholahuddin; Rizki Nur Analita; Rezky Fitriana; Ikhwan Khairu Sadiqin; Rani Widya Astuti
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 12, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v12i2.11780

Abstract

Pengembangan karakter peduli lingkungan lahan basah pada siswa SD memerlukan model atau strategi yang tepat. Karakter peduli lingkungan tersebut meliputi kerja keras, menjaga kesehatan dan kebersihan, bertanggung jawab dan bijaksana terhadap lingkungan lahan basah. Penelitian ini mengembangkan model pendidikan karakter peduli lingkungan lahan basah (PKP-LLB). Penelitian pengembangan ini menggunakan model evaluasi formatif metode Tessmer yang terdiri dari atas evaluasi diri, prototyping, dan  uji lapangan. Uji coba model PKP-LLB dilakukan di SDN Pasar Lama I Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model PKP-LLB dan perangkat pendukungnya yang valid untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan terhadap lingkungan lahan basah. Penelitian ini menemukan bahwa (1) desain PKP-LLB sangat valid berdasarkan telaah ahli, (2) perangkat pendukung utama model PKP-LLB sangat valid untuk digunakan dalam menerapkan model PKP-LLB untuk membekali pengetahuan. dan karakter peduli lingkungan lahan basah (3) siswa tidak mengalami kesulitan dalam membaca dan memahami materi penunjang pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model PKP-LLB ini valid, namun memerlukan uji coba dan evaluasi lebih lanjut untuk mencapai kepraktisan dan keefektifannya.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswapada Materi Usaha dan Energi melalui Problem Based Instruction Saidah Saidah; Samsuni Samsuni; Ikhwan Khairu Sadiqin; Jamilah Jamilah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.077 KB) | DOI: 10.20527/jipf.v3i2.1031

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi kondisi siswa SMAN 1 Daha Utara terkendala dalam menyelesaikan soal perhitungan pada materi Usaha dan Energi sehingga mengakibatkan hasil belajar cenderung rendah. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika pada materi usaha dan energi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Siklus PTK mengikut pendapat John Elliot yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 29 orang siswa. Instumen penelitian yang digunakan berupa tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa pada siklus 1 berada pada kualifiaksi cukup baik dengan persentase 44,83% meningkat menjadi kualifikasi baik pada siklus II sebesar 55,17%. Hasil belajar siswa XI IPA-1 SMAN 1 Daha Utara pada materi usaha dan energy dengan problem based instruction terjadi peningkatan.
KOMPETENSI GURU SD DI BANJARMASIN DALAM MERANCANG PERANGKAT PENILAIAN TEMATIK Jamilah Jamilah; Mahutma Gandhi; Ikhwan Khairu Sadiqin
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 5, No 2 (2020): APRIL 2020
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.225 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v5i2.2605

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan ulasan deskriptif tentang kompetensi guru SD dalam merancang perangkat penilaian. Jenis penelitian adalah deskriptif. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan produktivitas guru, kurikulum dan tujuan penelitian. Subjek adalah guru SD di kota Banjarmasin dan sekitarnya. Terpilih 53 orang guru SD yang menjadi subjek penelitian. Analisis dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penilaian perangkat pembelajaran didapatkan hasil bahwa Mayoritas skor kompetensi guru SD Banjarmasin berkisar antara 87 hingga 95 poin dari skor maksimal 100. Analisis dalam kategori menghasilkan sebanyak 92,45% telah mencapai kategori baik karena telah mampu membuat empat indikator perangkat penilaian. Indikator meliputi analisis kurikulum (kesesuaian soal dengan tujuan pembelajaran), petunjuk penskoran runut dan jelas, kesesuaian penyajian redaksi soal dan jawaban bagi kognitif, keterpaduan antar ranah (pengetahuan, sikap dan keterampilan). Kendala utama adalah dalam membuat rubrik penilaian sikap dan keterampilan. Guru belum mampu mendeskripsikan dengan jelas indikator periaku siswa secara spesefik. TEACHER COMPETENCE IN BANJARMASIN IN DESIGNING THEMATIC ASSESSMENT  Abstract: This study aims to provide descriptive reviews of elementary teacher competencies in designing assessment. This type of research is descriptive. The sample selection technique is done by purposive sampling by considering teacher productivity, curriculum, and research objectives. The subject is elementary school teachers in the city of Banjarmasin and surrounding areas. 53 elementary school teachers. The results found that the majority of Banjarmasin elementary school teacher competency scores ranged from 87 to 95 points from a maximum score of 100. Analysis in the category resulted in 92.45% had reached the good category because it was able to make four indicators of assessment tools. Indicators include curriculum analysis (compatibility of questions with learning objectives), clear and continuous scoring instructions, appropriateness of presentation of the problem, and answer editors for cognitive, inter-domain integration (knowledge, attitudes, and skills). The main obstacle is in making the rubric for attitude and skills assessment.
STUDI KASUS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL ABAD 21 GURU SD DI BANJARMASIN Jamilah, Jamilah; Sadiqin, Ikhwan Khairu; Zulkarnain, Akhmad
Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jta.v7i2.273-290

Abstract

Research has been conducted to describe the digital literacy of elementary school teachers in Banjarmasin. This research serves to provide an overview of elementary school teachers' literacy and the obstacles in Banjarmasin. The research is quantitative descriptive. The sample selection technique was purposive sampling. The subjects were 109 elementary school teachers in Banjar District. The results of this research are that teachers at elementary schools in Banjarmasin tend to have digital literacy skills in the good category. The average score reached 76.33%. The aspect of ability that teachers master most is information and data literacy which is in the good category at 83.64%. The security aspect is in the good category at 76.26%. The communication and collaboration aspects are in the good category at 70.87%. The problem solving aspect is in the good category at 80.73%.  The digital content creation aspect is in the good category at 71.99%.  Digital literacy is good mastered because it is supported by the independent learning program and community of peer teachers. Teachers lack mastery of aspects of digital content creation, seen from the lowest competency, this is because teachers prefer to use ready-made teaching media and lack the desire to create digital content.
STUDI EKSPLORASI LITERASI ASPEK PENGETAHUAN LINGKUNGAN LAHAN BASAH SISWA SD ADIWIYATA DI BANJARMASIN Jamilah, Jamilah; Sadiqin, Ikhwan Khairu; Fahmi, Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol. 3 No. 2: 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v3i2.193

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan literasi aspek pengetahuan lingkungan lahan basah siswa SD. Penelitian ini merupakan jenis deskripsi, mengeksplorasi level pemahaman lahan basah siswa dan karakterstik materi dari sudut pandang siswa. Instrumen berupa soal dan angket opini pengetahuan lingkungan, dikembangakan dari rumusan NAEE dan PISA. Pembahasan disajikan secara deskriptif kualitatif berdasarkan dari data kuantitatif berupa test dan wawancara. Subjek adalah siswa di SD adiwiyata kota Banjarmasin dan sekitarnya berjumlah 60 orang. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan karakteristik tempat tinggal guru dan siswa, kurikulum adiwiyata dan tujuan penelitian. Hasil penelitian ditemukan siswa SD cenderung memiliki kemampuan literasi lingkungan lahan basah siswa pada kategori baik. Skor reratanya mencapai 75,35. Pemicunya siswa didaerah banjarmasin kehidupan sangat bersentuhan dengan alam, baik flora dan fauna sehingga siswa dapat mengetahui dan merasakan langsung. Indikator literasi yang paling dikuasi siswa adalah tentang flora dan fauna, masuk pada kategori sangat baik dengan skor 85,43. Poin ini dikuasai dengan baik karena didukung oleh pengajaran  program PLH dan adiwiyata. Indikator lain yang masih kurang disebabkan belum optimalnya studi lapangan atau observasi langsung ke lahan basah.