Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemahaman konsep IPA siswa SMP melalui pembelajaran problem solving pada topik perubahan benda-benda di sekitar kita Sadiqin, Ikhwan Khairu; Santoso, Uripto Trisno; Sholahuddin, Arif
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 3, No 1: April 2017
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.478 KB) | DOI: 10.21831/jipi.v3i1.12554

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa SMP melalui pembelajaran problem solving. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII berjumlah 66 orang. Data penelitian diperoleh menggunakan instrumen tes. Teknik analisis data dengan cara melihat perkembangan n-gain. Hasil penelitian diperoleh rata-rata pemahaman konsep siswa sebelum pembelajaran adalah 52,28 tergolong kategori kurang baik. Skor setelah pembelajaran adalah 77,40 tergolong kategori baik. Model problem solving sesuai untuk pembelajarain sains sekolah menengah pertama dan dapat mendorong siswa untuk membangun pemahaman konsep. Terjadi konstruksi pemahaman konsep siswa melalui proses menghubungkan pengetahuan dalam menyelesaikan masalah pembelajaran.Kata kunci: problem solving, pemahaman konsep, pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural, perubahan benda-benda di sekitar kita. Junior High School Students? Understanding of the Science Concept Through Problem Solving Learning on the Topic of Change Things Around our Life  AbstractResearch was conducted to describe the results of student learning through problem solving model. Sampling was done by purposive sampling. Subjects are 66 students of class VII. Data were obtained using paper based test. Data analysis techniques by observing the development of n-gain. This study showed that student understanding of pretest is 52,28 point categorized as low and posttest is 77,40 point categorized as good. It mean that the problem solving model suitable to the junior high school science class and encourage students to constantly build understanding of the concept. Construction of the concept through the process of connecting knowledge in solving learning problems.Keywords: problem solving, conceptual understanding, declarative knowledge, procedural knowledge, changes things around us.
Crossing Puzzle-Cooperative Learning Vs Cooperative Learning: Studi Kasus pada Pembelajaran Kimia Nur Hidayah; Arif Sholahuddin; Ikhwan Khairu Sadiqin; Nita Maulida
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.722 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v3i2.3847

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan partisipasi siswa serta proses belajar kimia dengan dua metode. Metode pembelajaran yang dilaksanakan berupa crossing puzzle-cooperative learning dan cooperative learning konvensional. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif pada 13 orang siswa kelas XII IPA 3 SMAN 13 Banjarmasin. Perangkat pembelajaran meliputi Rencana Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Kelompok (LKK), Tes Hasil Belajar (THB) dan pengisian kuesioner secara online. Hasil belajar siswa dengan metode non-games rata-ratanya sebesar 82,65 dengan keaktifan rata-rata 48. Strategi games crossing puzzle didapatkan rata-rata hasil belajar sebesar 52,2 dengan keaktifan rata-rata 76. Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif berbasis non-games diperoleh hasil belajar siswa dalam pembelajaran lebih tinggi, tetapi partisipasi siswa rendah. Hal ini karena adanya dominasi kelompok siswa unggul. Hasil belajar siswa dengan games crossing puzzle diperoleh hasil lebih rendah dibanding kooperatif non games tetapi partisipasi siswa tinggi. Berdasarkan hasil temuan didapatkan bahwa adanya kesempatan lebih banyak untuk tampil menyatakan pendapat bagi siswa pasif.
KOMPETENSI GURU SD DI BANJARMASIN DALAM MERANCANG PERANGKAT PENILAIAN TEMATIK Jamilah Jamilah; Mahutma Gandhi; Ikhwan Khairu Sadiqin
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 5, No 2 (2020): APRIL 2020
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.225 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v5i2.2605

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan ulasan deskriptif tentang kompetensi guru SD dalam merancang perangkat penilaian. Jenis penelitian adalah deskriptif. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan produktivitas guru, kurikulum dan tujuan penelitian. Subjek adalah guru SD di kota Banjarmasin dan sekitarnya. Terpilih 53 orang guru SD yang menjadi subjek penelitian. Analisis dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penilaian perangkat pembelajaran didapatkan hasil bahwa Mayoritas skor kompetensi guru SD Banjarmasin berkisar antara 87 hingga 95 poin dari skor maksimal 100. Analisis dalam kategori menghasilkan sebanyak 92,45% telah mencapai kategori baik karena telah mampu membuat empat indikator perangkat penilaian. Indikator meliputi analisis kurikulum (kesesuaian soal dengan tujuan pembelajaran), petunjuk penskoran runut dan jelas, kesesuaian penyajian redaksi soal dan jawaban bagi kognitif, keterpaduan antar ranah (pengetahuan, sikap dan keterampilan). Kendala utama adalah dalam membuat rubrik penilaian sikap dan keterampilan. Guru belum mampu mendeskripsikan dengan jelas indikator periaku siswa secara spesefik. TEACHER COMPETENCE IN BANJARMASIN IN DESIGNING THEMATIC ASSESSMENT  Abstract: This study aims to provide descriptive reviews of elementary teacher competencies in designing assessment. This type of research is descriptive. The sample selection technique is done by purposive sampling by considering teacher productivity, curriculum, and research objectives. The subject is elementary school teachers in the city of Banjarmasin and surrounding areas. 53 elementary school teachers. The results found that the majority of Banjarmasin elementary school teacher competency scores ranged from 87 to 95 points from a maximum score of 100. Analysis in the category resulted in 92.45% had reached the good category because it was able to make four indicators of assessment tools. Indicators include curriculum analysis (compatibility of questions with learning objectives), clear and continuous scoring instructions, appropriateness of presentation of the problem, and answer editors for cognitive, inter-domain integration (knowledge, attitudes, and skills). The main obstacle is in making the rubric for attitude and skills assessment.
STUDI KASUS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL ABAD 21 GURU SD DI BANJARMASIN Jamilah, Jamilah; Sadiqin, Ikhwan Khairu; Zulkarnain, Akhmad
Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jta.v7i2.273-290

Abstract

Research has been conducted to describe the digital literacy of elementary school teachers in Banjarmasin. This research serves to provide an overview of elementary school teachers' literacy and the obstacles in Banjarmasin. The research is quantitative descriptive. The sample selection technique was purposive sampling. The subjects were 109 elementary school teachers in Banjar District. The results of this research are that teachers at elementary schools in Banjarmasin tend to have digital literacy skills in the good category. The average score reached 76.33%. The aspect of ability that teachers master most is information and data literacy which is in the good category at 83.64%. The security aspect is in the good category at 76.26%. The communication and collaboration aspects are in the good category at 70.87%. The problem solving aspect is in the good category at 80.73%.  The digital content creation aspect is in the good category at 71.99%.  Digital literacy is good mastered because it is supported by the independent learning program and community of peer teachers. Teachers lack mastery of aspects of digital content creation, seen from the lowest competency, this is because teachers prefer to use ready-made teaching media and lack the desire to create digital content.
STUDI EKSPLORASI LITERASI ASPEK PENGETAHUAN LINGKUNGAN LAHAN BASAH SISWA SD ADIWIYATA DI BANJARMASIN Jamilah, Jamilah; Sadiqin, Ikhwan Khairu; Fahmi, Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol. 3 No. 2: 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v3i2.193

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan literasi aspek pengetahuan lingkungan lahan basah siswa SD. Penelitian ini merupakan jenis deskripsi, mengeksplorasi level pemahaman lahan basah siswa dan karakterstik materi dari sudut pandang siswa. Instrumen berupa soal dan angket opini pengetahuan lingkungan, dikembangakan dari rumusan NAEE dan PISA. Pembahasan disajikan secara deskriptif kualitatif berdasarkan dari data kuantitatif berupa test dan wawancara. Subjek adalah siswa di SD adiwiyata kota Banjarmasin dan sekitarnya berjumlah 60 orang. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan karakteristik tempat tinggal guru dan siswa, kurikulum adiwiyata dan tujuan penelitian. Hasil penelitian ditemukan siswa SD cenderung memiliki kemampuan literasi lingkungan lahan basah siswa pada kategori baik. Skor reratanya mencapai 75,35. Pemicunya siswa didaerah banjarmasin kehidupan sangat bersentuhan dengan alam, baik flora dan fauna sehingga siswa dapat mengetahui dan merasakan langsung. Indikator literasi yang paling dikuasi siswa adalah tentang flora dan fauna, masuk pada kategori sangat baik dengan skor 85,43. Poin ini dikuasai dengan baik karena didukung oleh pengajaran  program PLH dan adiwiyata. Indikator lain yang masih kurang disebabkan belum optimalnya studi lapangan atau observasi langsung ke lahan basah.
Pelatihan pembelajaran digital untuk guru dalam upaya penunjang pendidikan abad 21 Irhasyuarna, Yudha; Kusasi, Muhammad; Fahmi, Fahmi; Muslim, M; Rahmati, Pramita Dwi; Maulidia, Maulidia; Rusyadi, Ahmad; Setiadi, Iswan; Sadiqin, Ikhwan Khairu; Ali, Akhmad Chaidir; Yulianti, Yuyun Eka
SERIBU SUNGAI: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : Master Program of Natural Science Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/seru.v1i2.237

Abstract

Perkembangan situasi dan kondisi teknologi saat ini sangatlah dinamis sekali, setiap individu banyak menggunakan gadget dan internet dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Abad 21 adalah pendidikan yang menekankan pada keterampilan dan keterampilan yang mendalam, tidak lepas dari keterlibatan teknologi, serta interaksi langsung dengan kebudayaan dan kultur masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kita siap atau tidak siap, ranah sains, teknologi, dan kebudayaan telah menjadi bagian kehidupan kita. Bahkan pesatnya perkembangan sains dan teknologi saat ini telah mendorong dunia pendidikan untuk melakukan inovasi yang berhubungan dengan teknologi.Abstract. The development of the current technological situation and conditions is very dynamic, every individual uses gadgets and the internet a lot in everyday life. 21st Century Education is education that emphasizes in-depth skills and expertise, cannot be separated from the involvement of technology, as well as direct interaction with the culture and culture of the surrounding community. Therefore, whether we are ready or not, the realms of science, technology and culture have become part of our lives. In fact, the rapid development of science and technology today has encouraged the world of education to carry out innovations related to technology. Keyword: Digital learning; Teacher competency; 21st century education
MAPPING CRITICAL THINKING SKILLS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN THE CITY OF A THOUSAND RIVERS BASED ON LOCAL WISDOM Irhasyuarna, Yudha; Yamin, Moh.; Fahmi, Fahmi; Yulianti, Yuyun Eka; Muslim, M.; Rahmati, Pramita Dwi; Maulidia, Maulidia; Sadiqin, Ikhwan Khairu; Rahman, M. Rezki; Ali, Akhmad Chaidir
Journal of Banua Science Education Vol. 4 No. 1: 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v4i1.235

Abstract

Learning will be successful if students do not memorize the information they obtain but can criticize the information they obtain, relate their condition and the surrounding environment to this information, and use it to make changes. This research was conducted to measure the level of critical thinking of junior high school students in the City of a Thousand Rivers on natural science subject matter based on local wisdom. The research results illustrate that students' critical thinking skills still tend to be low, this requires continuous improvement to train students' critical thinking skills to achieve one of the educational goals.Keywords: Critical Thinking Skills, Mapping, Middle School Students.Pembelajaran akan berhasil ketika siswa bukan menghafalkan informasi yang didapatkannya, tetapi mampu mengkritisi informasi yang diperolehnya, mampu menghubungkan kondisi diri dan sekitarnya dengan informasi tersebut, dan menggunakannya untuk melakukan suatu perubahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat berpikir kritis peserta didik SMP di Seribu Bungai pada materi pelajaran ilmu pengetahuan alam berbasis kearifan lokal. Hasil penelitian menggambarkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik masih cenderung rendah, hal ini mengharuskan adanya perbaikan berkelanjutan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik demi mencapai salah satu tujuan pendidikan.Kata kunci: Kearipan Lokal, Keterampilan Berpikir Kritis, Pemetaan, Peserta Didik SMP.
GO-GREEN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR Jamilah, Jamilah; Sadiqin, Ikhwan Khairu; Zulkarnain, Akhmad
Journal of Banua Science Education Vol. 4 No. 1: 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v4i1.242

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan karakter peduli lingkungan siswa SD adiwiyata kota Banjarmasin. Penelitian ini merupakan jenis deskripsi, mengeksplorasi aspek karakter peduli lingkungan siswa dan gambaran proses pembelajaran dengan Go Green Project Based Learning. Instrumen berupa angket opini dan lembar observasi, dikembangakan dari rumusan NAEE. Pembahasan disajikan secara deskriptif kualitatif berdasarkan dari data kuantitatif berupa grafik karakter dan wawancara perilaku. Subjek adalah siswa di SD adiwiyata kota Banjarmasin dan sekitarnya berjumlah 73. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan siswa SD cenderung memiliki kemampuan karakter peduli lingkungan lahan basah siswa pada kategori sangat baik. Skor rata-ratanya mencapai 3,448 dari maksimal skor 4. Pemicunya melalui project based learning siswa kehidupan sehari-hari bersentuhan langsung dengan masalah lingkungan di masyarakat sehingga menumbulkan karakter peduli lingkungan. Indikator sikap yang paling terbentuk adalah tanggung jawab, masuk pada kategori sangat baik dengan skor 3,524. Poin ini dikuasai dengan baik karena siswa sangat diberikan kesempatan untuk melakukan praktik baik terhadap lingkungan. Indikator lain yang juga tergolong kategoti sengat baik dan baik, dimulai dari tertinggi kedua yaitu menghargai kesehatan dan kebersihan dengan skor 3,513, tertinggi ketiga yaitu bijaksana dengan skor 3,463 dan terakhir yaitu kerja keras dengan skor 3,315.Kata kunci: Karakter Peduli Lingkungan, Lahan Basah, Pelestarian, Go Green. The aim of this research is to describe the environmentally caring character of Adiwiyata Elementary School students in the city of Banjarmasin. This research is a descriptive type, exploring aspects of students' environmentally caring character and a description of the learning process with Go Green Project Based Learning. Instruments in the form of opinion questionnaires and observation sheets were developed from the NAEE formulation. The discussion is presented in a qualitative descriptive manner based on quantitative data in the form of character charts and behavioral interviews. The subjects were 73 students at Adiwiyata Elementary School in the city of Banjarmasin and its surroundings. The sample selection technique was carried out using purposive sampling. The results of the research found that elementary school students tend to have the character ability to care for the wetland environment in the very good category. The average score reached 3.448 from a maximum score of 4. The trigger is that through project based learning, students' daily lives come into direct contact with environmental problems in society, thereby developing a character that cares about the environment. The attitude indicator that is most formed is responsibility, which is in the very good category with a score of 3.524. This point is mastered well because students are given the opportunity to carry out good practices towards the environment. Other indicators which are also categorized as very good and good, starting from the second highest, namely respecting health and cleanliness with a score of 3.513, the third highest, namely being wise with a score of 3.463 and finally, namely hard work with a score of 3.315.Keywords: Environmental care character, Wetlands, Conservation, Go green.
INOVASI BUKU AJAR MIKROBIOLOGI STEM-PjBL BERWAWASAN LAHAN BASAH Aini, Meliyana; Annur, Syubhan; Irhasyuarna, Yudha; Istyadji, Maya; Sadiqin, Ikhwan Khairu; Salupi, Wida
Journal of Banua Science Education Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v6i1.341

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan produk bahan ajar mikrobiologi berbasis lahan basah. Bahan berorientasi lahan basah yang masih minim di lingkungan mahasiswa dan kurang menarik menjadi latar belakang pembuatan buku ajar ini. Buku ajar mikrobiologi berbasis STEM-PjBL, karena pendekatan STEM memberikan kesan pembelajaran yang menarik dan model PjBL yang melibatkan mahasiswa secara langsung dan aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar mikrobiologi berbasis STEM-PjBL berorientasi lahan basah yang cocok digunakan sebagai buku ajar dalam proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisa, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method (kualitatif dan kuantitatif) dengan 4 validator yang terdiri dari 2 ahli materi dan 2 ahli media. Analisis data diperoleh dari rata-rata skor hasil validator. Hasil penilaian uji kelayakan ahli materi diperoleh sebesar 88% dengan kategori sangat valid. Hasil skor uji kelayakan ahli media diperoleh sebesar 97,5% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian dan uji kelayakan dapat disimpulkan bahwa buku ajar mikrobiologi berbasis STEM-PjBL berperspektif lahan basah sangat praktis 4,20 dari skor 5,00 dan sangat efektif 87,60 dari skor 100,00 digunakan sebagai buku ajar perkuliahan. Keunggulan buku yaitu tipografi isi yang berfokus pada peningkatan praktik profesional tentang pemecahan masalah dan peningkatan kegiatan praktik langsung dalam konteks lahan basah.
STUDI KASUS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL ABAD 21 GURU SD DI BANJARMASIN Jamilah, Jamilah; Sadiqin, Ikhwan Khairu; Zulkarnain, Akhmad
Tunjuk Ajar : Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/

Abstract

Research has been conducted to describe the digital literacy of elementary school teachers in Banjarmasin. This research serves to provide an overview of elementary school teachers' literacy and the obstacles in Banjarmasin. The research is quantitative descriptive. The sample selection technique was purposive sampling. The subjects were 109 elementary school teachers in Banjar District. The results of this research are that teachers at elementary schools in Banjarmasin tend to have digital literacy skills in the good category. The average score reached 76.33%. The aspect of ability that teachers master most is information and data literacy which is in the good category at 83.64%. The security aspect is in the good category at 76.26%. The communication and collaboration aspects are in the good category at 70.87%. The problem solving aspect is in the good category at 80.73%. The digital content creation aspect is in the good category at 71.99%. Digital literacy is good mastered because it is supported by the independent learning program and community of peer teachers. Teachers lack mastery of aspects of digital content creation, seen from the lowest competency, this is because teachers prefer to use ready-made teaching media and lack the desire to create digital content.