Muhammad Fitriadi
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, South Kalimantan, 70123

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Developing a school quality ecosystem in Tapin Regency: A best practice of accreditation enhancement by the principal of SMP IT An-Nur Muhammad Fitriadi; Tri Kardina; Dewi Ayu Ratna Adi Juwita
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v5i1.165

Abstract

School accreditation is a strategic instrument in the education quality assurance system that not only serves as an evaluation of the suitability of educational units, but also as a driver for continuous quality improvement. However, high accreditation achievements do not always reflect the formation of an integrated school quality ecosystem, especially in regions that still face challenges in equalizing education quality. This study aims to describe and analyze good practices in strengthening accreditation through the development of a school quality ecosystem at SMP IT An-Nur in Tapin Regency. The study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of document review, observation, and interviews. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, and validated through triangulation of sources and techniques. The results show that SMP IT An-Nur's success in achieving A accreditation is supported by integrated data-based school governance, consistent implementation of the Internal Quality Assurance System, contextual learning innovation, a collaborative work culture, and academic supervision oriented towards teacher professional development. These findings indicate that superior accreditation is the output of a quality ecosystem that is built systematically and sustainably, not simply the result of fulfilling administrative documents. The novelty of this research lies in the introduction of the school quality ecosystem concept as an integrative framework connecting school leadership, quality culture, internal quality assurance, and learning practices to support educational quality improvement. This model has the potential to serve as a reference for schools and education stakeholders in strengthening the quality and equity of education at the regional level. Abstrak. Akreditasi sekolah merupakan instrumen strategis dalam sistem penjaminan mutu pendidikan yang tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi kelayakan satuan pendidikan, tetapi juga sebagai pendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan. Namun, capaian akreditasi yang tinggi belum selalu mencerminkan terbentuknya ekosistem mutu sekolah yang terintegrasi, khususnya pada daerah yang masih menghadapi tantangan pemerataan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik baik penguatan akreditasi melalui pembangunan ekosistem mutu sekolah di SMP IT An-Nur Kabupaten Tapin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa telaah dokumen, observasi, dan wawancara. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan SMP IT An-Nur dalam meraih akreditasi A didukung oleh keterpaduan tata kelola sekolah berbasis data, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal yang konsisten, inovasi pembelajaran kontekstual, budaya kerja kolaboratif, dan supervisi akademik yang berorientasi pada pembinaan profesional guru. Temuan ini menunjukkan bahwa akreditasi unggul merupakan luaran dari ekosistem mutu yang dibangun secara sistematis dan berkelanjutan, bukan sekadar hasil pemenuhan dokumen administratif. Kebaruan penelitian terletak pada pengenalan konsep school quality ecosystem sebagai kerangka integratif yang menghubungkan kepemimpinan sekolah, budaya mutu, penjaminan mutu internal, dan praktik pembelajaran dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Model ini berpotensi menjadi rujukan bagi sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan dalam memperkuat mutu dan pemerataan pendidikan di tingkat daerah.
Implementation of SOAR analysis in school development at SDN Pelambuan 4 Banjarmasin Anugrah Mitria Sari; Wafa Nur Azizah; Muhammad Fitriadi; Irma Irma; Ria Aprianti; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v5i1.167

Abstract

The implementation of strategic management in elementary schools is still dominated by problem-based approaches such as SWOT, while studies on the application of SOAR Analysis (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) as an appreciative and strength-based approach remain limited. Furthermore, previous research has not extensively explained how the four dimensions of SOAR are systematically applied in school development. This study aims to analyze the implementation of SOAR Analysis in school development at SDN Pelambuan 4 Banjarmasin. The study employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through interviews, observations, and document analysis involving five informants: one school principal, two teachers, one school staff member, and one school committee chairperson. Data validity was ensured through triangulation of sources, methods, and time, as well as member checking. Data analysis utilized the Miles and Huberman interactive model, with findings grouped according to the four SOAR components. The research findings indicate that the strengths dimension is reflected in a collaborative culture, competent human resources, and adequate digital facilities. The opportunities  dimension stems from government policy support, the School Driver Program, and strategic partnerships with various stakeholders. The aspirations dimension is realized through the school’s “TERMUDA” vision (Berkarakter, Berilmu, Berbudaya) as the direction for school development. The results dimension is evident in improved teacher collaboration, learning quality, student achievement, stakeholder participation, and data-driven school management. Thus, the SOAR Analysis has proven to be an effective strategic framework for fostering appreciative, collaborative, and sustainable school development. Abstrak. Implementasi manajemen strategik di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan berbasis masalah seperti SWOT, sedangkan kajian mengenai penerapan Analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) sebagai pendekatan apresiatif dan berbasis kekuatan masih terbatas. Selain itu, penelitian sebelumnya belum banyak menjelaskan bagaimana keempat dimensi SOAR diterapkan secara sistematis dalam pengembangan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Analisis SOAR dalam pengembangan sekolah di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri atas satu kepala sekolah, dua guru, satu tenaga kependidikan, dan satu ketua komite sekolah. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu serta member checking. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan pengelompokan temuan berdasarkan empat komponen SOAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi strengths tercermin pada budaya kolaboratif, sumber daya manusia yang kompeten, dan fasilitas digital yang memadai. Dimensi opportunities berasal dari dukungan kebijakan pemerintah, Program Sekolah Penggerak, serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Dimensi aspirations diwujudkan melalui visi sekolah “TERMUDA” (Berkarakter, Berilmu, Berbudaya) sebagai arah pengembangan sekolah. Dimensi results tampak pada peningkatan kolaborasi guru, kualitas pembelajaran, prestasi siswa, partisipasi pemangku kepentingan, serta pengelolaan sekolah berbasis data. Dengan demikian, Analisis SOAR terbukti menjadi kerangka strategis yang efektif dalam mendorong pengembangan sekolah yang apresiatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.