Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Determinants of Poverty, Unemployment, and Inequality In Siak Regency Sintia Nur Afika; Ando Fahda Aulia
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i5.4175

Abstract

This study analyzes the determinants of poverty, unemployment, and income inequality in Siak Regency for the period 2014–2023 using OLS multiple linear regression with time-series data from BPS. Three models were tested: (1) poverty was influenced by HDI and economic growth rate (LPE); (2) TPT by PDRB ADHK, poverty, and HDI; (3) Gini Index by GDP ADHK and APS. The results showed that HDI had a significant negative effect on poverty (? = ?0.1108; t = ?2.56; p = 0.038; R² = 50.11%), while LPE was insignificant (p = 0.728). The unemployment model was simultaneously significant (F = 6.18; p = 0.0288; R² = 75.56%), although the variables were not significant partially, with coefficients consistent with theoretical expectations. The inequality model was significant simultaneously for GDP and APS (F = 108.65; p = 0.000; R² = 96.88%); autocorrelation was addressed using Prais–Winsten AR(1). All models met classical assumptions (Shapiro–Wilk normality test, Breusch–Pagan heteroscedasticity test, VIF < 10 for multicollinearity). The findings confirm that Siak’s capital-intensive economic structure inhibits inclusivity, with HDI as a key instrument for poverty alleviation, unemployment reduction, and inequality mitigation. Recommendations include diversification toward labor-intensive sectors, local industry–based vocational education, and redistribution of GDP through village funds
Kesenjangan Petani Sawit Inti dan Plasma dalam Perspektif Rational Peasant: Implikasi Penguatan Kelembagaan Sintia Nur Afika; Taryono Taryono; Andini Anugrah; Sinta Ramadani; M.Gea Claudya
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkebunan kelapa sawit memegang posisi strategis dalam struktur perekonomian Indonesia, namun kesenjangan produktivitas antara petani inti dan plasma hingga kini masih menjadi tantangan serius. Artikel ini mengkaji akar persoalan tersebut melalui pendekatan teori rational peasant, yang memandang keputusan petani kecil sebagai respons rasional terhadap keterbatasan modal, risiko ekonomi, dan minimnya dukungan kelembagaan. Bibit tidak bersertifikat, rendahnya adopsi teknologi, serta lemahnya akses pembiayaan formal merupakan konsekuensi logis dari kalkulasi risiko yang dilakukan petani swadaya dalam kondisi ketidakpastian pasar. Kajian ini juga menganalisis hambatan implementasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), yang keduanya memerlukan fondasi kelembagaan yang kuat agar dapat diakses secara optimal oleh petani kecil. Temuan menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan petani melalui kelompok tani dan koperasi adalah kunci utama dalam memutus lingkaran produktivitas rendah, karena kelembagaan berperan sebagai jembatan akses terhadap modal, teknologi, pendampingan teknis, dan program pemerintah. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem perkebunan sawit rakyat yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan