Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of Food Safety for Halal Food Smes: A Case Study of Fish Crackers Sartono; Raden Hernadi; Devi Nadia
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 3 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i3.52386

Abstract

Food safety is an important aspect in supporting the sustainability and competitiveness of halal food Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The implementation of halal certification policies in Indonesia requires MSMEs to ensure that their production processes comply with food safety standards. However, many small-scale food producers still face challenges in identifying potential hazards and implementing systematic food safety controls. Therefore, this study aims to analyze the implementation of food safety through hazard identification and the determination of critical control points using the Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) method in fish cracker MSMEs in Tangerang, Indonesia. This research employed a qualitative descriptive approach by applying HACCP principles through observation of the production process, interviews with business owners, and expert questionnaires. The stages of HACCP implementation included product description, process flow verification, hazard analysis, determination of critical control points (CCPs), monitoring systems, corrective actions, and documentation procedures. The results indicate that potential hazards in fish cracker production consist of biological and physical hazards, such as microbial contamination, dust, and environmental pollution. Three main critical control points were identified, namely the boiling, cooling and storage, and drying processes. Preventive measures include boiling at a minimum temperature of 80°C for 20 minutes, storage at −5°C to −10°C, and drying using protective nets. In conclusion, the application of HACCP provides an effective framework for identifying hazards and improving food safety management in halal food MSMEs, thereby supporting product quality, consumer protection, and the sustainability of the halal food industry.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Produksi Midsole Sepatu Bagian Press Phylon Dengan Metode JSA PT Handal Sukses Karya nurfaqih abdulah; Soerahman; Sartono; Raden Hernadi
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/dpvd5b74

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja pada proses produksi midsole sepatu bagian Press Phylon di PT Handal Sukses Karya. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya angka kecelakaan kerja pada bagian Press Phylon yang mencapai 47% dari total kasus kecelakaan kerja periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan teori Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), konsep potensi bahaya, serta penilaian risiko berdasarkan metode Job Safety Analysis (JSA) sebagai pendekatan utama dalam mengidentifikasi dan mengendalikan risiko kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 90 responden yang terlibat langsung dalam proses produksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya yang ditemukan meliputi bahaya mekanik, fisik, ergonomi, dan kimia pada tahapan pressing, tumbling, trimming, checking, dan packing. Tingkat risiko yang teridentifikasi terdiri atas kategori rendah, sedang, dan tinggi. Risiko tertinggi ditemukan pada aktivitas checking, yaitu paparan bahan kimia yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan serta kelelahan mata yang dapat menurunkan fungsi penglihatan akibat aktivitas pemeriksaan produk secara berulang. Pengendalian risiko direkomendasikan melalui perbaikan prosedur kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan K3, serta pengawasan kerja secara berkala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode JSA efektif dalam mengidentifikasi potensi bahaya dan mendukung upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja pada proses produksi midsole sepatu. Implementasi rekomendasi hasil penelitian turut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja keselamatan kerja, yang ditunjukkan dengan tidak adanya kasus kecelakaan kerja (zero accident) pada bagian Press Phylon selama periode tahun 2026.