Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SEKOLAH BERBASIS PESANTREN (STUDI KASUS DI SMP ASSAIDIYYAH KEPANJEN) Leony Ayu Puteri Umbara; Eko Pujiati; Nukhan Wicaksono Pribadi; Khoirotul Bariyah
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.21

Abstract

Penerapan Profil Pelajar Pancasila menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk memperkuat karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Profil Pelajar Pancasila pada sekolah berbasis pesantren di SMP Assaidiyyah Kepanjen, meliputi bentuk implementasi, faktor pendukung, dan faktor penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan enam informan utama, yaitu satu wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru pelaksana Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan tiga peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket kepada 120 siswa sebagai data pendukung untuk memperkuat temuan kualitatif. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Profil Pelajar Pancasila terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang diselaraskan dengan budaya pesantren. Sebanyak 56,7% siswa menyatakan pembelajaran Kurikulum Merdeka lebih sesuai dengan kebutuhan belajar mereka, 65,8% siswa menilai Profil Pelajar Pancasila penting diterapkan di sekolah, dan 64,2% siswa menyatakan kegiatan P5 memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Dimensi yang paling menonjol adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, gotong royong, dan bernalar kritis. Faktor pendukung implementasi meliputi dukungan stakeholder sekolah dan pendanaan BOS, sedangkan faktor penghambat berupa padatnya kegiatan kepesantrenan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model implementasi Profil Pelajar Pancasila yang terintegrasi dengan budaya pesantren sebagai alternatif penguatan pendidikan karakter pada sekolah berbasis pesantren.
From Design to Classroom: Developing a Generative-AI Enhanced Gamified Project-Based Civic Learning Framework Alfan Bramantya; Eko Pujiati; Dian Utami Ikhwaningrum; Reynaldi Arya Putera Kusuma; Adinda Ni’matus Zuhro; Marçal Vitor Soares
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.18225

Abstract

This study aims to developed and preliminarily evaluated a Generative-AI-supported gamified Project-Based Civic Learning (GPBL-Civ) framework to strengthen student engagement and creative performance. This study employed a research and development method using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation), The study involved undergraduate Civic Education students and aimed to examine the feasibility and effectiveness of a gamified project-based civic learning strategy supported by generative AI. Data were collected using expert validation instruments and student assessment tools. Feasibility was evaluated by four experts across strategy and content dimensions using Likert-scale questionnaires aligned with course learning outcomes. Effectiveness was examined through a single-group pretest–posttest design in one Civic Education class. Student engagement was measured using a validated engagement scale, while creativity was assessed using rubric-based evaluations of student projects. Data analysis employed descriptive statistics and normalized gain (N-gain) to determine improvements in engagement and creativity. The results indicate that the Generative-AI-assisted gamified Project-Based Civic Learning framework was rated “feasible” to “very feasible” by expert validators assessing both strategy and content. Classroom try-out results showed moderate improvements in student engagement (average N-gain = 0.66) across behavioral, emotional, and cognitive dimensions. Student creativity also demonstrated meaningful gains (average N-gain = 0.68), as reflected in rubric-based assessments of originality, elaboration, and effectiveness. Overall, the findings suggest that the developed framework has strong potential to enhance student participation and improve the quality of project outcomes in Civic Education courses. The instructional package may serve as a practical classroom supplement for university instructors implementing project-based civic learning with responsible use of Generative AI.