Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kasus bunuh diri yang menimpah seorang siswa Sekolah Dasar berusia 10 tahun berinsial YBR di Desa Naruwolo, Kecamatan jerebu’u, Kabupaten Ngada, serta mengkaji peran strategi Pendidikan karakter sebagai solusi utama pencegahan kasus serupa di masa mendatang. Masalah ini menjadi perhatian serius karena mengungkapkan kerentanan psikologis anak di wilayah yang memiliki tingkat kemiskinan cukup tinggi, struktur keluarga tidak lengkap, serta sistem pendidikan yang masih berorientasi pada pencapaian akademik semata. Metode yang digunakan Adalah studi literatur denga pendekatan kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui penenlusuran buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa peristiwa tragis ini bukanlah akibat satu faktor Tunggal, melainkan akumulasi dari tekanan ekonomi, lemahnya komunikasi dan perhatian keluarga, budaya diam dalam Masyarakat serta kegaagalan sekolah dalam membengun ketangguhan mental anak. Akibatnya, korban mengembangkan pemahaman keliru bahwa dirinya merupakan beban bagi keluarga dan tidak memahami nilai kehidupan yang sesungguhnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan yang dilakukan secara terintegrasi dan sistematis melibatkan keluarga, sekolah, dan Masyarakat sangat krusial agar anak mampu tumbuh dengan keyakinan bahwa diri mereka berharga. Pendidikan karakter berbasis budaya lokal memegang peran paling vital sebagai tameng psikologis, yang berfungsi menanamkan nilai penghargaan hidup, harga diri, keberanian berbagi masalah, dan ketabahan dalam meyekini bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya.