Rohmah Rifani
Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Perilaku Belajar Anak dengan Autistic Syndrom Disorder (ASD) Berdasarkan Persepsi Orang Terdekat Anak Virginia Maharani Pratiwi; Rohmah Rifani
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 6: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i6.16916

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perilaku belajar anak dengan Autistic Syndrom Disorder (ASD) berdasarkan persepsi orang terdekat anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang anak laki-laki berusia 9 tahun dengan diagnosis autisme, dan lima orang terdekat sebagai informan pendukung meliputi ibu, wali kelas, dan guru les. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek kognitif, anak mampu fokus dan memahami materi jika dijelaskan dengan bahasa sederhana, menggunakan media konkret, dan dilakukan pengulangan, namun belum dapat mengulang materi secara mandiri dan jarang berinisiatif bertanya. Pada aspek afektif, anak mampu terlibat dalam diskusi kelompok bila dibimbing, namun inisiatif berinteraksi masih rendah. Pada aspek psikomotor, anak mampu menyiapkan perlengkapan sekolah secara mandiri, mengikuti arahan gerakan, dan mencatat materi meski agak lambat. Pada aspek berbahasa, anak menunjukkan ekolalia dan berbicara sendiri, namun tetap bersikap sopan, ramah, dan mudah bergaul. Secara keseluruhan, aspek psikomotor dan kesopanan berbahasa sudah berkembang baik, sementara kemampuan kognitif dalam mengulang materi dan afektif dalam inisiatif berinteraksi masih perlu ditingkatkan.
Pengaruh Dukungan Sosial Orang Tua Terhadap Kenakalan Remaja Laki-Laki dengan Orang Tua Workaholic di Kota Makassar Andi Nurfatimah Azzahra; Muh. Daud; Rohmah Rifani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13483

Abstract

Fenomena meningkatnya kenakalan remaja sering dikaitkan dengan kurangnya dukungan sosial dari orang tua, terutama pada keluarga dengan orang tua yang memiliki kecenderungan workaholic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap kenakalan remaja laki-laki dengan orang tua workaholic di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 222 subjek remaja laki-laki berusia 15–18 tahun yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala dukungan sosial yang diadaptasi dari Social Provisions Scale (Cutrona & Russell, 1984) dan skala kenakalan remaja yang diadaptasi dari Self-Report Delinquency Scale (Mak, 1993). Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua berpengaruh negatif signifikan terhadap kenakalan remaja (p < 0,030; p < 0,05) dengan nilai R² sebesar 0,027, yang berarti variabel dukungan sosial menjelaskan 2,7% variasi kenakalan remaja laki-laki dengan orang tua workaholic. Temuan ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial orang tua, maka semakin rendah tingkat kenakalan remaja, sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial tetap menjadi faktor protektif penting meskipun orang tua memiliki keterbatasan waktu akibat pekerjaan.
Pelatihan Pemaafan untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Perempuan dengan Orang Tua Berselingkuh Andi Anggita Trijanutami; Rohmah Rifani; Haerani Nur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13487

Abstract

Anak perempuan yang mengetahui bahkan menjadi saksi perselingkuhan orang tua sering kali merasa terabaikan, tidak dihargai, dan kesulitan dalam memproses perasaan mereka, dan memaafkan keadaan dan kejadian yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pelatihan Pemaafan untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada perempuan Dengan Orang Tua Berselingkuh. Subjek dalam penelitian ini adalah perempuan dengan rentan usia 18-24 tahun yang orang tuanya berselingkuh sebanyak 8 orang partisipan dengan kategori penerimaan diri rendah. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan pemaafan dengan nilai taraf signifikansi sebesar 0,012 (p < 0,05) . Sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh pelatihan Pemaafan dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada perempuan dengan orang tua berselingkuh. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi individu yang mengalami kesulitan dalam memaafkan dan memiliki tingkat penerimaan diri yang rendah akibat pengalaman emosional tertentu, seperti konflik dalam keluarga.Selain itu temuan dari penelitian ini juga mampu memperkuat teoritis dan memberikan pemahaman terkait dengan pemaafan dan juga penerimaan diri pada anak. Dan bagi orang tua mampu memberikan gambaran tentang pemahaman bagaimana penerimaan diri pada anak akan sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka.