Restiana Kartika Mantasti Hapsari
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Muda Hebat, Cegah Pernikahan Dini: Pembentukan Komunitas Remaja Anti Pernikahan Dini di Wilayah Lahan Basah Meitria Syahadatina Noor; Andini Octaviana Putri; Restiana Kartika Mantasti Hapsari; Yanti Fitria; Fakhriyah Fakhriyah; Mufatihatul Aziza Nisa
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/45kd1j63

Abstract

Desa Melayu Ilir terletak di wilayah lahan basah, memiliki angka pernikahan dini yang tinggi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pernikahan dini banyak terjadi di daerah dengan tingkat pendidikan rendah dan kondisi ekonomi yang kurang stabil. Kondisi ini relevan dengan situasi di Desa Melayu Ilir, di mana akses terhadap pendidikan masih terbatas dan banyak keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi. Upaya pencegahan pernikahan dini dilakukan dengan intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang risiko pernikaan dini melalui edukasi, diskusi kelompok dan kegiatan pemberdayaan remaja melalui pembentukan komunitas anti pernikahan dini. Kegiatan terdiri dari penyuluhan tentang pernikahan dini dan pelatihan pemasaran digital.  Indikator yang digunakan untuk evaluasi sebelum dan setelah penyuluhan adalah pengetahuan dan sikap tentang pernikahan dini.  Rerata skor pengetahuan sebelum edukasi adalah 5.5, dan sikap 16.9.  Sedangkan rerata skor pengetahuan setelah edukasi adalah 7.3 dan sikap 17.2.  Hasil uji beda dengan Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan skor pengetahuan tapi tidak terdapat perbedaan skor sikap sebelum dan setelah edukasi.  Kesimpulannya adalah kegiatan edukasi dan pemberdayaan remaja melalui pembentukan komunitas anti pernikahan dini dapat meningkatkan pengetahuan remaja di desa Melayu Ilir.
Edukasi Anti-Rokok bagi Santri Pondok Pesantren: Strategi Pencegahan Perilaku Merokok Sejak Dini Restiana Kartika Mantasti Hapsari; Alvian Aditya Seambaga; Alya Sagita Ramadhanti; Salma Nida Oktaria
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dx9snm28

Abstract

Kebiasaan merokok di kalangan remaja pesantren menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena meningkatkan risiko penyakit kronis dan menurunkan kualitas hidup. Pondok Pesantren Hidayatul Mutaalimin, Desa Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar, dipilih sebagai lokasi pengabdian masyarakat untuk menekan potensi perilaku merokok melalui edukasi berbasis Health Belief Model (HBM). Kegiatan dilaksanakan pada 12 Agustus 2025 dengan melibatkan 48 santri berusia 13–17 tahun. Metode mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi dampak rokok pada kapas, serta penempelan stiker dan poster Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di area strategis pondok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan kenaikan rata-rata nilai dari 80,39 menjadi 88,33 dengan 65,5% peserta mengalami peningkatan skor, disertai perubahan sikap yang lebih menolak rokok. Monitoring jangka menengah pada 16 September 2025 memperlihatkan lingkungan pondok bebas asap rokok, sementara stiker dan poster KTR tetap terpasang rapi sebagai pengingat efektif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi edukasi HBM dan media visual sederhana dapat meningkatkan kesadaran dan membentuk perilaku sehat, sehingga layak direplikasi di lembaga pendidikan berbasis agama lainnya sebagai strategi promotif dan preventif terhadap kebiasaan merokok remaja.  
MODEL ACIL PEDULI SELAMAT UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PEDAGANG PEREMPUAN DI PASAR TERAPUNG LOK BAINTAN KABUPATEN BANJAR Restiana Kartika Mantasti Hapsari; Ihya Hazairin Noor; Mufatihatul Aziza Nisa; Angelia Ivana Palindangan Tambing; Anisa Hikma Rahmandanie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40484

Abstract

Abstrak: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif, termasuk pada sektor informal. Salah satu kelompok pekerja informal adalah pedagang perempuan di Pasar Terapung Lok Baintan yang menghadapi risiko gangguan muskuloskeletal dan kecelakaan kerja akibat aktivitas di atas perahu, postur kerja statis, aktivitas bongkar muat manual, serta paparan cuaca. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap pedagang perempuan terhadap praktik kerja aman melalui pengembangan model “Acil Peduli Selamat”. Intervensi dilakukan melalui edukasi K3, praktik kerja aman, pembentukan komunitas, serta penyediaan buku saku dan poster K3. Evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test pada 40 responden dengan analisis Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menunjukkan bahwa 34 responden (85,0%) mengalami peningkatan skor pengetahuan, sedangkan 38 responden (95,0%) mengalami peningkatan skor sikap. Analisis Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara pre-test dan post-test baik pada pengetahuan (Z = -5,632; p < 0,001) maupun sikap (Z = -5,398; p < 0,001), yang menunjukkan bahwa model "Acil Peduli Selamat" efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap pedagang perempuan terhadap penerapan K3.Abstract: Occupational Safety and Health (OSH) is a crucial aspect of creating a safe and productive working environment, including in the informal sector. One of the informal worker groups is female traders at the Lok Baintan Floating Market, who are exposed to various occupational hazards, including musculoskeletal disorders and work-related accidents due to working on boats, prolonged static postures, manual material handling, and weather exposure. Therefore, this community service program aimed to improve the knowledge and attitudes of female traders toward safe work practices through the development of the "Acil Peduli Selamat" model. The intervention consisted of OSH education, safe work practice training, community empowerment, and the provision of an OSH pocketbook and educational posters. The program was evaluated using a pre-test and post-test design involving 40 participants, with data analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that 34 participants (85.0%) demonstrated improved knowledge scores, while 38 participants (95.0%) showed improved attitude scores. The Wilcoxon Signed-Rank Test indicated statistically significant differences between the pre-test and post-test for both knowledge (Z = −5.632; p < 0.001) and attitudes (Z = −5.398; p < 0.001), demonstrating that the "Acil Peduli Selamat" model was effective in improving female traders' knowledge and attitudes toward the implementation of occupational safety and health practices.