Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peranan matriks metaloproteinases pada lesi karies dentin Matrix metalloproteinase in caries dentine lesion Fajriani Fajriani
Journal of Dentomaxillofacial Science Vol. 11 No. 1 (2012): Formerly Jurnal Dentofasial ISSN 1412-8926
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15562/jdmfs.v11i1.293

Abstract

Matrix metalloproteinase (MMP) is a component extracelluler of matrix hydrolised which has an important role inthe process of biology and pathology. MMP has also a role in deficiency of dentine organic matrix due todemineralization by bacterial acid and tooth caries development or controlling. MMP in host originates from salivaand dentin. Saliva penetrate on the open dentinal lesion, and MMP in saliva had direct access to dentinedemineralization. It has been said that MMP saliva derived have a role in organic matrix destruction. Dentinalmatrix degradation is supposed acted by bacteria enzyme. It was clear that the cause of dentinal matrix degradationis MMP-2 and MMP-9 in gelatinolitic process, and MMP-8 in collagenitic process. This paper was aimed to explainabout enzyme that has an important role in dentine caries.
PENYULUHAN DAN PENANAMAN BIBIT MANGROVE DALAM MENUNJANG EKOWISATA BAHARI MENUJU EKONOMI BIRU DI KECAMATAN BINUANG Irma Yulia Madjid; Muhammad Takril; Fajriani Fajriani
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1171

Abstract

Sustainable mangrove management is crucial in environments that have been threatened by damage. Mangrove management can also be utilized as a potential ecotourism asset beneficial to the community, particularly in the Binuang District of Polewali Mandar Regency. This community service activity aims to provide education about the importance of preserving coastal ecosystems, especially mangroves. It also aims to impart knowledge to students and the community about mangrove planting techniques, raise awareness among the community to pay more attention to the environment and ecosystem conservation. One of the ways to achieve this is through activities that contribute to preserving the balance of the mangrove ecosystem. The method employed in this community service activity is the extension method, involving the delivery of materials and direct discussions with the local community, followed by the actual planting of mangrove seedlings in locations that show signs of damage. The outcomes of this community service include broadening the local community's perspective and fostering an awareness of the significance of mangroves for various aspects of organisms' lives. From this community service activity, it can be concluded that it is crucial to preserve coastal ecosystems, especially mangroves, and there is a need for knowledge about mangrove planting techniques. Building community awareness about the importance of preserving and maintaining mangrove conservation areas, which serve as habitats for other marine organisms, is essential. It is hoped that the community will continue these mangrove planting activities to ensure sustainability for the future
Analisis Kesesuaian Kualitas Air Sungai Dalam Mendukung Kegiatan Budidaya Perikanan di Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Provinsi Sulawesi Barat Syahrul; Muhammad Nur; Fajriani; Takril; Fitriah, Reski
SIGANUS: Journal of Fisheries and Marine Science Vol 3 No 1 (2021): SIGANUS: Journal of Fisheries and Marine Science
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/siganus.v3i1.1210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Batetangnga sebagai dasar kelayakan budidaya untuk usaha budidaya perikanan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2021, di Sungai Batetangnga, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di Muara sungai, Rawa Bangun, Salu pajaan dan Limbong Lopi. Pengukuran parameter fisik kimiawi meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, arus, kecerahan, amoniak dan fosfat. Metode pengukuran berdasarkan American Public Health Association (APHA). Data diolah dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan m/detik), kedalaman (25-40 cm), oksigen terlarut (6,3-7,9 mg/L), pH (7,2-8,0), amoniak dan fosfat (0,000 mg/L). m/detik, kedalaman 56-67 cm, oksigen terlarut 6,9-8,2 mg/L, pH 6,9-8,2, amoniak dan fosfat 0,00 mg/L. m/detik, kedalaman 31-42 cm, oksigen terlarut 6,2-6,3 mg/L, pH 7,5-8,3, amoniak 0,015 mg/L, dan fosfat 0,041 mg/L. m/detik, kedalaman 131-143 cm, oksigen terlarut 6,6-7,7 mg/L, pH 7,2-8,2, amoniak 0,005 mg/L, dan fosfat 0,000 mg/L. Secara umum kondisi perairan S. Batetangnga masih dalam kondisi optimal untuk budidaya ikan. ABSTRACT The present study aims to analyze the water quality of the Batetangnga River for aquaculture. This research was conducted from June to August 2021, in the Batetangnga River, Polewali Mandar, West Sulawesi. Sampling locations were carried out in the Estuary of the river, Rawa Bangun, Salu Pajaan, and Limbong Lopi in Batetangnga village. Data was collected on temperature, pH, dissolved oxygen, current, water clarity, ammonia and phosphate. The data is processed and analyzed descriptively. The results showed that station 1 (Estuary) obtained temperature (26.0-26.6○C), brightness (25-40 m), current velocity (0.2-0.3 m/sec), depth (25-40 m/sec). cm), dissolved oxygen (6.3-7.9 mg/L), pH (7.2-8.0), ammonia and phosphate (0.000 mg/L). station 2 (Rawabangun) obtained a temperature of 25.5-27.2○C, water clarity 56-67 m, current velocity 0.1 m per second, depth 56-67 cm, dissolved oxygen 6.9-8.2 mg/ L, pH 6.9-8.2, ammonia and phosphate 0.00 mg/L, respectively. At station 3 (Salu Pajaan) the temperature is 25.2-26.1○C, brightness is 30-42 m, current velocity is 0.2-0.3 m/sec, depth is 31-42 cm, dissolved oxygen is 6.2- 6.3 mg/L, pH 7.5-8.3, ammonia 0.015 mg/L, and phosphate 0.041 mg/L. At station 4 (Limbong lopi) the temperature is 24.7-25.5○C, brightness is 62-70 m, current velocity is 0.3-0.4 m/sec, depth is 131-143 cm, dissolved oxygen is 6.6- 7.7 mg/L, pH 7.2-8.2, ammonia 0.005 mg/L, and phosphate 0.000 mg/L. In general, the water quality of Batetangnga river is still in suitable condition for fish cultivation.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM MASYARAKAT MULTILINGUAL DI KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Fajriani, Fajriani
Tolis Ilmiah : Jurnal Penelitian Vol 3 No 1: Mei
Publisher : LPPM Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jti.v3i1.175

Abstract

Masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan sebagai masyarakat multilingual. Mereka umumnya menguasai tiga bahasa, yaitu Bugis, Makassar, dan Indonesia. Hal ini memungkinkan terjadinya peristiwa alih kode dan campur kode. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi alih kode dan campur kode pada tuturan masyarakat di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi-Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan tuturan masyarakat multilingual di Kabupaten Pangkep yang diduga mengandung unsur alih kode dan campur kode. Untuk mengumpulkan data digunakan metode observasi, dan metode simak dengan teknik rekam dan teknik pencatatan. Setelah pengumpulan data, dilanjutkan dengan menganalisis variasi alih kode dan campur kode. Berdasarkan data penelitian ini ditemukan variasi alih kode yaitu (1) kode dasar bahasa Indonesia, ditemukan variasi alih kode bahasa Indonesia ke bahasa Makassar dan bahasa Indonesia ke bahasa Bugis, (2) kode dasar bahasa Bugis, ditemukan variasi alih kode bahasa Bugis ke bahasa Indonesia, dan (3) kode dasar bahasa Makassar, ditemukan variasi alih kode bahasa Makassar ke bahasa Indonesia. Variasi campur kode yang ditemukan yaitu campur kode dengan kode dasar bahasa Indonesia, bahasa Bugis, dan bahasa Makassar. Berkenaan dengan hasil penelitian, penulis menyarankan agar penelitian mengenai alih kode dan campur kode perlu dilakukan dengan ruang lingkup yang lebih spesifik pada satu ranah agar analisis yang dilakukan dapat mencapai hal yang lebih mendasar.Kata Kunci: Alih Kode, Campur kode, Masyarakat Multilingual
Strategi Komunikasi Pembelajar BIPA Dalam Pengenalan Budaya Bugis Makassar Pada Pembelajaran BIPA Tingkat Dasar F, Fajriani
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1, No 6 (2024): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10615645

Abstract

Indonesian for foreign speakers (BIPA) is Indonesian language instruction given to foreigners who want to learn Indonesian as a foreign language. The objectives of this research are, (1) Describe the nature of culture, (2) Describe the communication strategies of BIPA learners, and (3) Describe the results of communication strategies in teaching Bugis-Makassar culture in BIPA learning. The method used in this paper is descriptive qualitative. The results of the research show that the communication strategy in teaching Bugis-Makassar Culture in BIPA Learning is related to the human way of life. Therefore, this culture includes three forms which relate to what humans do, what they know or think, and what they make or use to fulfill their life needs.
Analisis Strategi Pemasaran Ikan Terhadap Kenaikan Harga Ikan Di Pasar Sentral Kecamatan Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar Fajriani Fajriani
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6723

Abstract

Kenaikan harga ikan di pasar tradisional biasanya mempengaruhi dinamika pemasaran, daya beli konsumen, dan strategi pedagang ikan dalam mempertahankan usahanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi pemasaran yang dilakukan oleh pedagang ikan di Pasar Sentral Kecmatan Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar di tengah dinamika kenaikan harga. Prosedur penelitian menggunakan tipe deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pedagang nelayan menerapkan diferensiasi produk, variasi harga, layanan yang lebih baik, dan jaringan distribusi yang lebih luas. Analisis SWOT mengidentifikasi bahwa pengusaha memiliki kekuatan dalam hal ketersediaan pasokan dan kontak langsung dengan nelayan, tetapi masih lemah dalam aspek pencatatan administrasi dan negosiasi harga. Kesimpulan akhir penelitian ini menyoroti pentingnya kreativitas pemasaran dan bantuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga ikan di pasar sentral Polewali Mandar.