Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Kelompok Tani dalam Meningkatkan Pendapatan Petani (Studi Kasus Petani Padi di Kecamatan Pakue Utara Kabupaten Kolaka Utara) Hasmawati Hasmawati; Dewi Marwati Nuryanti; Akmal Akmal
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6594

Abstract

Rendahnya swadaya petani dalam usaha tani masih menjadi tantangan yang dihadapi dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Karenanya diperlukan pengelolaan usaha tani yang lebih baik guna meningkatkan swadaya petani, salah satunya lewat pembentukan kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kelompok tani, serta besaran nilai pendapatan dan biaya yang dikeluarkan oleh petani padi di Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani memliki peran strategis dalam meningkatkan pendapatan petani padi, juga menjadi wadah yang menjembatani petani dengan pemerintah di Kecamatan Pakue Utara. Di mana kepemimpinan, partisipasi anggota, dan kerja sama dengan pihak luar menjadi beberapa faktor yang menentukan efektivitas kelompok tani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara umum keberadaan kelompok tani di Kecamatan Pakue Utara terbukti efektif dalam meningkatkan pendapatan petani padi, meski masih perlu adanya penguatan kelembagaan agar dampaknya dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.
Analisis Adopsi Sistem Pengolahan Buah Kakao di Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara Nona B.; Hamjah Hamjah; Dewi Marwati Nuryanti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6600

Abstract

Kabupaten Kolaka Utara merupakan salah satu daerah penghasil kakao utama di Sulawesi Tenggara, yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan nasional. Kendati demikian, rendahnya adopsi teknologi pengolahan buah kakao pasca panen masih menjadi tantangan utama petani kakao di Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi pada sistem pengolahan kakao di Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani kakao dalam melakukan fermentasi biji kakao di Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara berada dalam kategori agak sedang yaitu sebesar 2,04 %. Hal ini dominan dikarenakan petani malas melakukan fermentasi biji kakao yang disebabkan oleh teknik fermentasi yang sulit, harga yang tidak berbeda jauh dengan biji nonfermentasi, serta harga yang masih mendapat pemotongan dari pedagang pengumpul. Kesimpulan utama penelitian ini adalah faktor umur, pendidikan formal, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, dan luas lahan, merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi petani kakao dalam melakukan fermentasi biji kakao di Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara.
Resiliensi Usaha Pengolahan Sagu Berbasis Adaptive Capacity di Kabupaten Luwu Utara: Sago Processing Business Resilience Based on Adaptive Capacity in North Luwu Regency Sumantri Sumantri; Aqsyah Anggraini; Ratna Rahim; Rosnina Rosnina; Dewi Marwati Nuryanti
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 2 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/p709wd90

Abstract

Usaha pengolahan sagu sebagai agroindustri skala kecil memiliki peran strategis dalam perekonomian lokal di Kabupaten Luwu Utara, baik sebagai sumber pangan alternatif maupun penyedia lapangan kerja. Namun, karakteristik usaha yang berbasis sumber daya alam dan sistem kerja yang masih informal menyebabkan tingginya kerentanan terhadap gangguan produksi, keterbatasan modal, serta tekanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas adaptif (adaptive capacity) pelaku usaha dalam mempertahankan keberlanjutan produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi tematik, serta interpretasi berbasis kerangka resiliensi dan kapasitas adaptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan usaha bersifat struktural dan multidimensional, dengan dominasi risiko pada aspek manusia dan proses. Ketahanan usaha lebih banyak ditopang oleh strategi coping jangka pendek, seperti penyesuaian jadwal produksi, pemanfaatan tenaga kerja keluarga, serta ketergantungan pada jaringan sosial dalam pembiayaan. Namun, kapasitas adaptif yang dimiliki masih bersifat reaktif dan belum terinstitusionalisasi dalam sistem manajemen yang terstruktur. Penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi usaha pengolahan sagu masih berada pada tahap adaptif awal, sehingga diperlukan transformasi menuju strategi adaptif yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Sago processing businesses, as small-scale agro-industries, play a strategic role in the local economy in North Luwu Regency, both as an alternative food source and a provider of employment. However, the natural resource-based nature of these businesses and their informal work systems make them highly vulnerable to production disruptions, limited capital, and environmental pressures. This study aims to analyze the adaptive capacity of these businesses in maintaining production sustainability. This research employed an exploratory qualitative approach through in-depth interviews with 15 purposively selected informants. Data analysis was conducted through data reduction, thematic categorization, and interpretation based on a resilience and adaptive capacity framework. The results indicate that business vulnerability is structural and multidimensional, with risks predominating in human and process aspects. Business resilience is largely supported by short-term coping strategies, such as adjusting production schedules, utilizing family labor, and relying on social networks for financing. However, this adaptive capacity remains reactive and has not yet been institutionalized in a structured management system. This study confirms that sago processing business resilience is still in its early adaptive stage, necessitating a transformation toward a more systematic and sustainable adaptive strategy.
Optimalisasi Pengendalian Hayati Penggerek Buah Kakao Conopomorpha cramerella (Snellen) Menggunakan Cendawan Trichoderma harzianum dan Beauveria bassiana: Optimization of Biological Control of Cocoa Pod Borer (Conopomorpha cramerella Snellen) Using Trichoderma harzianum and Beauveria bassiana Muh. Reski Eskha M; Akmal Akmal; Dewi Marwati Nuryanti
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 2 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/yecpcd90

Abstract

Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella Snellen) merupakan salah satu hama utama pada tanaman kakao yang menyebabkan penurunan kuantitas dan kualitas hasil. Pengendalian menggunakan pestisida sintetis yang dilakukan secara terus-menerus berpotensi menimbulkan resistensi hama dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan cendawan Trichoderma sp. dan Beauveria bassiana dalam pengendalian hayati penggerek buah kakao. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Mawa, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, pada Maret–April 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan. Aplikasi cendawan dilakukan melalui penyemprotan pada buah kakao dengan konsentrasi 10 g/L dan 20 g/L pada interval tujuh hari. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan, mortalitas hama, dan persentase kerusakan buah kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Trichoderma sp. dan Beauveria bassiana mampu menekan intensitas serangan penggerek buah kakao dibandingkan kontrol. Intensitas serangan tertinggi ditemukan pada kontrol sebesar 63,48%, sedangkan perlakuan terbaik (Beauveria bassiana 20 g/L) menghasilkan intensitas serangan terendah sebesar 29,38% atau menurun 53,72% dibandingkan kontrol. Selain itu, perlakuan yang mengandung B. bassiana menunjukkan mortalitas hama yang lebih tinggi dan mampu menurunkan persentase kerusakan buah kakao. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Trichoderma sp. dan Beauveria bassiana berpotensi menjadi teknologi pengendalian hayati yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk menekan serangan C. cramerella pada tanaman kakao. The cocoa pod borer (Conopomorpha cramerella Snellen) is one of the major pests of cocoa, causing significant reductions in both yield quantity and quality. Continuous use of synthetic pesticides may lead to pest resistance and environmental pollution; therefore, environmentally friendly control alternatives are needed. This study aimed to optimize the use of Trichoderma sp. and Beauveria bassiana as biological control agents against the cocoa pod borer. The research was conducted in Mawa Village, Sendana District, Palopo City, from March to May 2026 using a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of five treatments and three replications. Fungal applications were carried out by spraying cocoa pods with concentrations of 10 g/L and 20 g/L at seven-day intervals. The observed parameters included pest infestation intensity, pest mortality, and the percentage of cocoa pod damage. The results showed that the application of Trichoderma sp. and B. bassiana significantly reduced cocoa pod borer infestation compared with the control. The highest infestation intensity was recorded in the control treatment (63.48%), while the best treatment (B. bassiana at 20 g/L) resulted in the lowest infestation intensity (29.38%), representing a 53.72% reduction compared with the control. In addition, treatments containing B. bassiana resulted in higher pest mortality and reduced the percentage of cocoa pod damage. The study demonstrated that the combined use of Trichoderma sp. and B. bassiana has considerable potential as an effective, environmentally friendly, and sustainable biological control strategy for suppressing C. cramerella infestations in cocoa plantations.