Kajian tersebut memiliki tujuan dalam menganalisis pengaruh penambahan filtrat jus belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terfermentasi untuk acidifier pada air minum dalam bobot serta panjang usus ayam broiler dengan kepadatan kandang yang berbeda. Studi tersebut telah dilakukan mulai bulan pada Laboratorium Unit Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo. Kajian ini memfungsikan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial, melalui 6 kombinasi perlakuan serta 3 ulangan. Perlakuan meliputi A1 (2,5 ml filtrat jus belimbing wuluh terfermentasi dalam 1000 ml air minum), A2 (3 ml filtrat jus belimbing wuluh terfermentasi dalam 1000 ml air minum), ( B1= kepadatan kandang 8 ekor, B2= kepadatan kandang 10 ekor, B3= kepadatan kandang 12 ekor). Hasil pendataan yang didapatkan kemudian dilakukan analisis melalui Analisys of variance (ANOVA) serta kemudian dilaksanakan pengujian dengan teori uji Duncan. Kajian tersebut menghasilkan penemuan apabila dengan adanya tambahan filtrat jus belimbing wuluh Serra kepadatan kandang yang berlainan tidak memberikan pengaruh secara jelas pada bobot relatif duodenum, jejunum, ileum dan panjang relatif jejunum. Sedangkan perlakuan yang memberikan pengaruh nyata hanya terlihat pada panjang relatif duodenum dan ileum. Rataan bobot relatif duodenum, jejunum dan ileum, yang diperoleh secara urut, yang mencapai 0,4%-0,6%, 0,8%-1,1%, 0,3%-0,5%, dan panjang relatif duodenum, jejunum, dan ileum berturut-turut sebesar 2,2%-3,6%, 4,3%-6,2%, 2,2%-3,4%. Perlakuan terbaik pada kepadatan kandang B3 sebesar 3,2 dan 3,6 ekor. Keywords : Ayam Broiler; Filtrat Belimbing Wuluh; Bobot usus; Panjang Usus