Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Maritengngae, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang adalah rendahnya kesadaran dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Sebagian besar lahan pekarangan belum dimanfaatkan secara optimal, sementara masyarakat cenderung bergantung pada bahan pangan dari pasar. Hal ini berdampak pada terbatasnya ketersediaan pangan sehat dan bergizi di tingkat rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberdayakan ibu-ibu TP PKK agar mampu mengoptimalkan lahan pekarangan rumah melalui penerapan teknologi aquaponik dan budidaya microgreens, serta meningkatkan status gizi keluarga dengan memanfaatkan hasil pekarangan terpadu. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta monitoring dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman awal mengenai konsep aquaponik dan microgreens. Pelatihan difokuskan pada keterampilan teknis dalam merakit dan mengelola sistem aquaponik serta budidaya microgreens. Penerapan dilakukan melalui instalasi sistem aquaponik skala rumah tangga dengan ikan nila dan microgreens sebagai komoditas utama. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan pekarangan produktif. Sebanyak 85–95% responden mampu memahami prinsip dasar aquaponik dan microgreens setelah pelatihan, dibandingkan dengan kurang dari 40% pada saat pre-test. Selain itu, penerapan teknologi aquaponik di pekarangan rumah terbukti menghasilkan dua sumber pangan sekaligus, yaitu ikan nila sebagai protein hewani dan microgreens sebagai sumber vitamin dan mineral. Kegiatan ini berkontribusi dalam peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, penguatan peran TP PKK sebagai agen pemberdayaan, serta mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).