Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Empati untuk Mendukung Kesehatan Mental Remaja di Pondok Pesantren Isnaeni Anggun Sari; Pradita Ayu Fernanda
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7ambfp80

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek yang perlu mendapat perhatian pada masa remaja, khususnya dalam kemampuan menjalin hubungan sosial dan mengelola emosi. Rendahnya empati pada remaja dapat berdampak pada kualitas interaksi sosial dan kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kesehatan mental remaja Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui pengembangan empati. Fokus utama adalah meningkatkan pemahaman remaja mengenai konsep empati dan peranan empati dalam menjaga kesehatan mental. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan desain one group pre-test dan post-test. Subjek berjumlah 30 siswi SMA berusia 16–17 tahun yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi berupa ceramah interaktif dan ice breaking bertema emosi dengan durasi ±60 menit. Instrumen evaluasi berupa kuesioner yang disusun berdasarkan materi empati dan kesehatan mental, yang diberikan sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil ini menegaskan bahwa psikoedukasi pengembangan empati merupakan pendekatan yang relevan untuk mendukung kesehatan mental remaja, khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Peran Self-Determination dalam Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Perawat Pradita Ayu Fernanda; Martono Martono; Muhammad amirul Rasyid; Nurul Imam
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2172

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit. Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri pada perawat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah self-determination. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-determination dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri pada perawat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 perawat yang bekerja di ruang Intensive Care Unit, ruang isolasi tuberkulosis, dan Instalasi Gawat Darurat dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan adaptasi Basic Psychological Needs Scale (BPNS) untuk mengukur self-determination dan kuesioner kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri berdasarkan standar penggunaan APD di fasilitas pelayanan kesehatan yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji Pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki self-determination kategori tinggi dan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri kategori baik. Terdapat hubungan signifikan antara self-determination dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri pada perawat. Semakin tinggi self-determination yang dimiliki perawat maka semakin baik kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri selama memberikan pelayanan keperawatan.
Design and Development of a Web-Based Disaster Health Information System Prototype for Medical Record and Health Information Students Mochammad Arief Darmawan; Pradita Ayu Fernanda; Isnaeni Anggun Sari
Jurnal Kecerdasan Buatan dan Teknologi Informasi Vol. 5 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Ninety Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69916/jkbti.v5i3.571

Abstract

Disaster-response documentation requires rapid linkage of victim, healthservice,logistics, and reporting data, while Medical Record and Health Informationstudents have limited access to disaster-specific learning environments.This study designed a web-based Disaster Health Information System prototypeas an educational simulation for disaster health information management.Requirements were synthesized from disaster-documentation needs, policy andstandards, prior literature, and intended student learning workflows; the studydid not report interview-, focus-group-, or questionnaire-based requirementselicitation and did not conduct respondent usability testing. An iterativeprototype cycle covered quick design, DFD/ERD modeling, interface development,and scenario-based design verification with synthetic display data. Theprototype established a role-based learning workflow that connects disasterevents with victim records, health services, urgent logistics, dashboard summaries,and crisis reporting. Design verification confirmed traceability amongmajor processes and seven core data entities, while interface evidence wasstrongest for login and dashboard functions; other modules were verified at thedesign-traceability level. The educational novelty is the structured simulationworkflow linking patient-level documentation with event-level logistics andreporting, rather than the individual use of dashboards, DFDs, ERDs, or rolebasedaccess. The prototype demonstrates a coherent learning-oriented designbut does not establish usability, performance, interoperability, or operationaleffectiveness.
Peningkatan Kapasitas Remaja Dalam Upaya Pencegahan Penyakit ISPA Melalui  Sosialisasi Alat Pelindung Diri Berbasis Metode Andragogi Martono Martono; Muhamad Amirul Rasyid; Pradita Ayu Fernanda
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/jpkm.v6i2.100

Abstract

Background: Currently in Indonesia, the growth of the motor vehicle industry, liberalization of government economic policies, aggressive media promotion, and poor public transportation systems have contributed to changes in the transportation scenario. This has triggered a modern disaster: air pollution, which can increase the amount of primary air pollutants and physical, chemical, or biological substances in the atmosphere, which degrades air quality and can lead to the spread of respiratory infections. The main problem and reason that drives this at-risk group to seek health care is shortness of breath. Patients and their families are often unaware that the various negative effects of air pollution and motor vehicle emissions trigger airway obstruction. Objective: The objective of this community service activity is to increase awareness, willingness, understanding, and ability to prevent respiratory infections through the distribution of personal protective equipment (PPE) among adolescents. Method: This community service activity was carried out using an approach to distributing PPE related to the prevention of acute respiratory infections. The stages of this activity include preparation, implementation, and evaluation. To identify capacity improvements in adolescents related to respiratory infection prevention, the McNemar test was used with a 95% significance level. Results: There was an increase in adolescent capacity in preventing respiratory infections among adolescents attending the Gagakan Kahuman Polanharjo Klaten mosque before and after educational support (p=0.024) with an average difference of 78%. Conclusion: Socialization of personal protective equipment (PPE) increased adolescent knowledge, attitudes, and capacity in preventing respiratory infections. Therefore, empowering adolescents in preventing acute respiratory infections is very necessary.