Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Interaktif sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja Isnaeni Anggun Sari; Lia Dwi Jayanti
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v5i1.7670

Abstract

Mental health is a crucial issue that needs attention among adolescents. Adolescents low level of mental health knowledge can impact their ability to recognize their current psychological conditions and how to obtain appropriate psychological assistance. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of Junior High School students regarding mental health through interactive educational workshops. The main focus of this community service activity is to increase mental health knowledge related to the characteristics of mental health, how to maintain mental health and overcome problems, and recognize myths and facts about mental health. The implementation method used a one-group pre-test and post-test design to evaluate the impact of education. The activity subjects were 30 junior high school students. The evaluation instrument was a mental health knowledge questionnaire administered before (pre-test) and after (post-test) the educational activity. The pre-test results showed that most participants had a limited level of mental health knowledge. After receiving mental health education, the post-test results showed an increase in knowledge scores in most participants. The research data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The analysis results showed a significant difference between knowledge scores before and after the educational activity (p < 0.05), indicating that mental health education was effective in improving the knowledge of junior high school students. This community service activity is expected to be a promotive and preventive effort in improving adolescent mental health literacy in the school environment.
Pengembangan Empati untuk Mendukung Kesehatan Mental Remaja di Pondok Pesantren Isnaeni Anggun Sari; Pradita Ayu Fernanda
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7ambfp80

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek yang perlu mendapat perhatian pada masa remaja, khususnya dalam kemampuan menjalin hubungan sosial dan mengelola emosi. Rendahnya empati pada remaja dapat berdampak pada kualitas interaksi sosial dan kesehatan mental. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kesehatan mental remaja Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui pengembangan empati. Fokus utama adalah meningkatkan pemahaman remaja mengenai konsep empati dan peranan empati dalam menjaga kesehatan mental. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan desain one group pre-test dan post-test. Subjek berjumlah 30 siswi SMA berusia 16–17 tahun yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi berupa ceramah interaktif dan ice breaking bertema emosi dengan durasi ±60 menit. Instrumen evaluasi berupa kuesioner yang disusun berdasarkan materi empati dan kesehatan mental, yang diberikan sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil ini menegaskan bahwa psikoedukasi pengembangan empati merupakan pendekatan yang relevan untuk mendukung kesehatan mental remaja, khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Peringatan Darurat: Political Engagement of Indonesian University Students amid Political Uncertainty Muhammad Zulfa Alfaruqy; Isnaeni Anggun Sari
Journal of Social and Industrial Psychology Vol. 14 No. 2 (2025): Journal of Social and Industrial Psychology
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sip.v14i2.39398

Abstract

Manuver elite politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah memicu lahirnya gerakan Peringatan Darurat yang melibatkan partisipasi publik secara luas, termasuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana keterlibatan politik (political engagement) mahasiswa dalam Peringatan Darurat yang penuh ketidakpastian politik. Penelitian kualitatif eksploratif ini menggunakan desain survei dengan melibatkan 500 mahasiswa sebagai partisipan. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi frekuensi dan persentase bentuk keterlibatan, serta analisis tematik untuk menggali makna atas Peringatan Darurat dan alasan yang melatarbelakangi setiap bentuk keterlibatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memaknai Peringatan Darurat sebagai simbol politik yang merepresentasikan situasi politik yang dipersepsikan genting, terutama terkait ancaman terhadap demokrasi dan supremasi hukum di mana terdapat upaya untuk melanggengkan politik dinasti serta menyalahgunakan kekuasaan. Namun, pemaknaan ini tidak bersifat tunggal. Sebagian mahasiswa memandang Peringatan Darurat sebagai pemicu meningkatnya kesadaran dan partisipasi politik, sementara sebagian lainnya menunjukkan kebingungan bahkan menilai gerakan ini secara negatif. Dalam merespons Peringatan Darurat, mahasiswa menampilkan bentuk political engagement yang beragam, dengan dominasi pada keterlibatan secara digital seperti pencarian informasi dan aktivisme di media sosial, sedangkan keterlibatan secara luring seperti demonstrasi relatif terbatas. Dengan menggunakan kerangka Uncertainty–Identity Theory, penelitian ini menunjukkan bahwa political engagement mahasiswa berfungsi sebagai strategi identitas untuk menavigasi ketidakpastian politik di era demokrasi digital, sekaligus menantang asumsi normatif yang menyamakan rendahnya mobilisasi massa dengan lemahnya political engagement.