Shivering atau menggigil merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pasca pembedahan dan anestesi spinal, khususnya pada pasien yang menjalani tindakan Sectio Caesarea. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan termoregulasi tubuh akibat blokade saraf simpatis yang mengakibatkan penurunan suhu inti tubuh, serta dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karakteristik pasien, dan jenis tindakan medis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyebab, dampak, serta cara pencegahan shivering melalui edukasi kesehatan di UPTD RSUD dr. M. Thomsen Nias Kabupaten Nias. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media leaflet dan poster. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 03 Maret 2026 sampai dengan 11 Maret 2026 dengan jumlah responden sebanyak 30 pasien yang menjalani Sectio Caesarea dengan anestesi spinal. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada tahap pre-test, responden dengan kategori pengetahuan kurang sebanyak 53,3%, cukup 40%, dan baik hanya 6,7%. Setelah diberikan edukasi, hasil post-test menunjukkan pergeseran signifikan di mana kategori baik meningkat menjadi 63,3%, kategori cukup 26,7%, dan kategori kurang menurun drastis menjadi 10%. Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi kesehatan menggunakan media cetak dan penyuluhan langsung terbukti efektif meningkatkan pemahaman pasien mengenai pencegahan shivering, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung keamanan dan pemulihan pasien pasca operasi