Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hikmah Menutup Aurat dalam Islam: Tinjauan Sains dan Kimia Siti Ajilah Syarwan Chaniago; Dimas Rizqi; Lutfi Hariri; Dilla Rama Dina; Salwa Hakimah Defari; Nadia Dwi Salsabila; Khairiyah Ariqah; Diva Aulia Ananda; Najwa Syifa Nasution; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menutup aurat merupakan salah satu ketentuan dalam syariat Islam yang bertujuan menjaga kehormatan, kesopanan, serta kemaslahatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hikmah menutup aurat dalam perspektif Islam dengan pendekatan sains dan kimia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa menutup aurat tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga memberikan manfaat ilmiah bagi kesehatan manusia. Dari perspektif sains, pakaian dapat melindungi kulit dari paparan radiasi ultraviolet, polusi lingkungan, serta membantu menjaga keseimbangan suhu tubuh. Sementara itu, dari sudut pandang kimia, pakaian berfungsi sebagai penghalang yang dapat mengurangi interaksi langsung antara kulit dengan radikal bebas, polutan, serta mikroorganisme yang dapat memicu reaksi oksidatif pada kulit. Dengan demikian, konsep menutup aurat dalam Islam menunjukkan adanya keselarasan antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan modern.
Perbandingan Jalur Metabolisme Energi Pada Tumbuhan, Hewan, dan Mikroorganisme: Sebuah Literatur Review Ekarniman Gulo; Adna Aprilia Waruwu; Chaira Adinda Rambe; Lutfi Hariri; Yuda Frans Aresco
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 10 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalur metabolisme energi merupakan proses biokimia fundamental yang sangat krusial untuk mempertahankan kehidupan di seluruh kerajaan hayati. Meskipun kerangka katabolik inti seperti glikolisis, siklus asam trikarboksilat (TCA), dan fosforilasi oksidatif terkonsevasi secara evolusioner, terdapat adaptasi fungsional, struktural, dan regulasi yang signifikan antara tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Literatur review ini bertujuan untuk membandingkan mekanisme biokimia, kompartmentalisasi seluler, akseptor elektron akhir, serta fleksibilitas regulasi yang mengontrol bioenergetika pada ketiga kelompok organisme tersebut. Metode penulisan dilakukan melalui penelusuran pustaka tersistem pada jurnal-jurnal ilmiah bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tumbuhan mengintegrasikan fotosintesis oksigenik dengan respirasi mitokondria, memanfaatkan enzim spesifik seperti alternative oxidase (AOX) untuk mengelola stres oksidatif. Hewan bergantung penuh pada respirasi heterotrofik dengan regulasi hormonal yang ketat untuk memenuhi kebutuhan energi metabolik jaringan spesifik. Sementara itu, mikroorganisme menampilkan keanekaragaman metabolik yang paling tinggi dengan jalur glikolisis alternatif (Entner-Doudoroff dan Pentosa Fosfat), respirasi anaerobik menggunakan akseptor anorganik non-oksigen, serta berbagai lintasan fermentasi. Kesimpulannya, divergensi enzimatis dan fleksibilitas katabolik antar-kingdom mencerminkan strategi adaptasi ekologis terhadap ketersediaan nutrisi dan oksigen.