Kesalahan pemberian obat (medication administration error) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan masalah keselamatan pasien yang signifikan karena tingginya kompleksitas pelayanan, kondisi pasien yang kritis, serta tuntutan pengambilan keputusan yang cepat. Kepatuhan perawat dalam pemberian obat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan perawat dalam pemberian obat di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Zubir Mahmud. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Zubir Mahmud Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur, dengan jumlah sebanyak 30 orang teknik pengambilan sampel dilakukan secara Total Sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden sebagian besar memiliki kepatuhan yang sedang dalam pemberian obat sebanyak 21 responden (70%) dan sebagian kecil memiliki kepatuhan yang rendah dalam pemberian obat sebanyak 3 responden (10%). Penelitian juga menyimpulkan bahwa ada hubungan beban kerja dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat di Instalasi Gawat Darurat dengan p-value 0,023 (p<0,05), ada hubungan stres kerja dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat di Instalasi Gawat Darurat dengan p-value 0,006 (p<0,05) dan ada hubungan komitmen kerja dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat di Instalasi Gawat Darurat dengan p-value 0,006 (p<0,05). Bagi pihak rumah sakit agar mengadakan tambahan pelatihan pemberian obat di IGD, mengadakan pelatihan secara berkala kepada perawat yang kurang terampil guna memperbaharui pengetahuan atau teori yang baru agar semakin membantu perawat dalam menangangi dan pemberian obat pasien gawat darurat.