Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Penerapan Patient Safety oleh Perawat Pelaksana di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur Nurhaliza Nurhaliza; Junaidi Junaidi; Mailisna Mailisna
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan patient safety di rumah sakit menjadi salah satu tolak ukur mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Perawat di Ruang IGD dihadapkan pada pasien dengan berbagai macam kondisi yang terancam, sehingga membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus untuk dapat memberikan tindakan dengan cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan patient safety di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur sebanyak 24 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik perawat di IGD RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur berdasarkan jenis kelamin sebagian besar laki-laki sebanyak 16 responden (66,7%), berdasarkan usia sebagian besar 30-39 tahun sebanyak 13 responden (54,2%), berdasarkan pendidikan sebagian besar D-III keperawatan sebanyak 19 responden (79,2%) dan berdasarkan masa kerja sebagian besar 1-10 tahun sebanyak 11 responden (45,8%). Penerapan patient safety oleh perawat sebagian besar baik sebanyak 21 responden (87,5%). Kepada pihak rumah sakit agar meningkatkan budaya keselamatan pasien terutama dimensi budaya keselamatan pasien yang memiliki persentase respon positif rendah dengan cara memberikan pelatihan intensif mengenai keselamatan pasien kepada seluruh staf.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Perawat dalam Pemberian Obat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Zubir Mahmud Sherlica Fahra; Mailisna Mailisna; Fathul Jannah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan pemberian obat (medication administration error) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan masalah keselamatan pasien yang signifikan karena tingginya kompleksitas pelayanan, kondisi pasien yang kritis, serta tuntutan pengambilan keputusan yang cepat. Kepatuhan perawat dalam pemberian obat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan perawat dalam pemberian obat di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Zubir Mahmud. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Zubir Mahmud Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur, dengan jumlah sebanyak 30 orang teknik pengambilan sampel dilakukan secara Total Sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden sebagian besar memiliki kepatuhan yang sedang dalam pemberian obat sebanyak 21 responden (70%) dan sebagian kecil memiliki kepatuhan yang rendah dalam pemberian obat sebanyak 3 responden (10%). Penelitian juga menyimpulkan bahwa ada hubungan beban kerja dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat di Instalasi Gawat Darurat dengan p-value 0,023 (p<0,05), ada hubungan stres kerja dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat di Instalasi Gawat Darurat dengan p-value 0,006 (p<0,05) dan ada hubungan komitmen kerja dengan kepatuhan perawat dalam pemberian obat di Instalasi Gawat Darurat dengan p-value 0,006 (p<0,05). Bagi pihak rumah sakit agar mengadakan tambahan pelatihan pemberian obat di IGD, mengadakan pelatihan secara berkala kepada perawat yang kurang terampil guna memperbaharui pengetahuan atau teori yang baru agar semakin membantu perawat dalam menangangi dan pemberian obat pasien gawat darurat.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMP Negeri 5 Kota Langsa Nurhayati Nurhayati; Irma Hartati; Mailisna Mailisna
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12097

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the incidence of dysmenorrhea is quite high worldwide. The average incidence of dysmenorrhea in young women is between 16.8-81%. The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 64%, consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary dysmenorrhea. One effective way to prevent dysmenorrhea is by doing physical activity such as exercise. This study was conducted to determine the relationship between physical activity and the incidence of primary dysmenorrhea in adolescent girls at SMP Negeri 5 Langsa City. This study is an analytic study with a cross-sectional nature. The population in this study were all adolescent girls at SMP Negeri 5 Langsa 186, the number of samples was 65 samples with the sampling technique carried out by Proportional Stratified Random Sampling. Data analysis was carried out using univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test. The results showed that of the 65 respondents, the majority (37 respondents) had low levels of physical activity. The results of the study showed that the incidence of dysmenorrhea in adolescent girls was mostly moderate (26 respondents (40%), and the physical activity of adolescent girls was mostly in the low category (40 respondents (61.5%). There was a relationship between physical activity and the incidence of dysmenorrhea in adolescent girls with a p-value of 0.000 (p<0.05). The results of this study can be used as a policymaker to increase activities that can increase physical activity in adolescents by increasing extracurricular hours and educating adolescent girls about the importance of physical activity in reducing primary dysmenorrhea.