Seseorang yang sudah memasuki usia 60 tahun lebih sering mengalami gangguan tidur dengan presentase kasus berkisar 67%. Angka ini di dapat dari total penduduk di Indonesia yang sudah berusia 65 tahun lebih. Gangguan tidur seperti insomnia dan parasomnia pada lansia, dapat menimbulkan dampak negatif seperti mengantuk berlebihan di siang hari, gangguan atensi dan memori, mood, depresi, sering terjatuh, penggunaan hipnotik yang tidak semestinya, dan penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualias tidur pada lansia di Desa Blang Pauh Sa Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Desa Blang Pauh Sa Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur sebanyak 56 orang, dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling, dimana sebanyak 11 responden masuk kedalam kriteria eksklusi. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sleep hygiene lansia sebagian besar sedang sebanyak 37 responden (66,1%), lngkungan fisik lansia sebagian besar kurang baik sebanyak 35 responden (62,5%), sebagian besar lansia tidak mengalami kecemasan sebanyak 29 responden (51,8%) dan kualitas tidur lansia sebagian besar buruk sebanyak 34 responden (70,7%). Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa ada hubungan sleep hygiene p-value 0,006 (p<0,05), lingkungan fisik p-value 0,000 (p<0,05) dan kecemasan p-value 0,001 (p<0,05) dengan kualitas tidur lansia. Diharapkan bagi institusi kesehatan untuk membuat kebijakan dengan menyelenggarakan edukasi mengenaiĀ sleep hygiene mencakup pentingnya konsistensi jadwal tidur-bangun, menciptakan lingkungan kamar yang nyaman (gelap, tenang, sejuk), dan menghindari penggunaan gadget sebelum tidur