Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penggunaan Sepuluh Jenis Kata Bahasa Jerman: Telaah Linguistik dalam Cerpen ,,Es War Einmal” Dinda Fitriani; Pradilla Utari; Nurhafiza Yusro; Grace Irene Simanjuntak
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan sepuluh jenis kata (Wortarten) dalam bahasa Jerman pada cerpen ,,Es war einmal” yang terdapat dalam buku Eine kurze Weltgeschichte für junge Leser. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman kelas kata dalam kajian linguistik sebagai dasar untuk memahami struktur dan fungsi bahasa Jerman dalam teks sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik dokumentasi dengan cara membaca, mencatat, serta mengklasifikasikan data berupa kata-kata yang termasuk ke dalam sepuluh jenis kata, yaitu nomina, verba, adjektiva, pronomina, artikel, numeralia, adverbia, preposisi, konjungsi, dan interjeksi. Penelitian ini menggunakan teori Wortarten menurut Gerhard Helbig dan Joachim Buscha (2001) sebagai landasan dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kata bahasa Jerman. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1994) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verba, nomina, dan artikel merupakan jenis kata yang paling dominan digunakan dalam cerpen karena berperan penting dalam membangun struktur kalimat dan alur cerita. Selain itu, penggunaan jenis kata lainnya juga berfungsi dalam memperjelas hubungan antarkalimat, memperkuat makna, serta mendukung ekspresi dalam teks. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesepuluh jenis kata memiliki fungsi linguistik yang saling berkaitan dalam membentuk struktur bahasa pada cerpen ,,Es war einmal”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nomina merupakan jenis kata yang paling dominan digunakan dengan persentase sebesar 17,8%, diikuti oleh verba sebesar 14,8%, artikel sebesar 12,4%, pronomina sebesar 11,4%, preposisi sebesar 10%, adverbia sebesar 9,6%, adjektiva sebesar 9,4%, konjungsi sebesar 6%, numeralia sebesar 5,6%, dan interjeksi sebesar 3%.
Budaya Makan dalam Bahasa Jerman: Kajian Berbasis Literatur Tema “Essen Und Trinken” Nancy Manuela; Grace Irene Simanjuntak
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya makan merupakan cerminan identitas suatu masyarakat, termasuk masyarakat berbahasa Jerman. Namun, integrasi tema budaya dalam pembelajaran bahasa Jerman di Indonesia masih belum mendapat perhatian yang memadai, khususnya pada tema Essen und Trinken. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tema budaya makan dalam bahasa Jerman direpresentasikan dan diintegrasikan ke dalam pembelajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing (Deutsch als Fremdsprache/DaF). Metode yang digunakan adalah kajian berbasis literatur (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, buku ajar DaF, dan dokumen kurikulum yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tema Essen und Trinken tidak hanya mencakup kosakata dan struktur gramatikal, tetapi juga mengandung dimensi budaya yang kaya, seperti kebiasaan makan, etiket di meja makan, serta makanan khas daerah berbahasa Jerman. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pendekatan komunikatif-kultural dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi interkultural peserta didik. Disimpulkan bahwa integrasi budaya makan secara eksplisit dalam pembelajaran DaF sangat relevan dan perlu diterapkan secara sistematis dalam pengajaran bahasa Jerman di Indonesia.