Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kesantunan Berbahasa Mahasiswa pada Unit Kegiatan Mahasiswa di Ruang Lingkup Universitas Negeri Medan Mhd. Zidan Aris Fatih; Rachel Mia Novriyanti Tobing; Gomoses Stevencus Simarmata; Mesi Tambunan; Anggita Lydia Sirait; Harlan Nikolas Situmorang; M. Oky Fardian Gafari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu unsur penting dalam komunikasi yang berperan dalam menjaga hubungan sosial, menciptakan suasana interaksi yang harmonis, serta mendukung keberhasilan penyampaian pesan. Dalam organisasi kemahasiswaan, penggunaan bahasa yang santun menjadi aspek yang perlu diperhatikan mengingat tingginya intensitas komunikasi antaranggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapannya dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi terhadap tiga mahasiswa yang aktif dalam organisasi MAPALA UNIMED, PMI UNIMED, dan PERSMA Kreatif UNIMED. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada ketiga organisasi telah menerapkan berbagai bentuk kesantunan berbahasa, seperti menghargai pendapat orang lain, menggunakan sapaan yang menunjukkan rasa hormat, meminta izin sebelum menyampaikan pendapat, serta menyampaikan kritik dan saran dengan cara yang santun. Penerapan kesantunan berbahasa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain hubungan sosial antaranggota, tingkat senioritas, budaya organisasi, situasi komunikasi, dan penggunaan media digital. Namun demikian, masih ditemukan penggunaan bahasa yang kurang santun terutama dalam komunikasi yang bersifat informal dan melalui media sosial. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya kesantunan berbahasa guna mewujudkan lingkungan organisasi yang harmonis, profesional, dan beretika.
Analisis Kualitas Tanah Helvetia Berdasarkan pH Aktual, Potensial, Bahan Organik, dan Kapur Mhd. Zidan Aris Fatih; Anggun Citra Sari; Kalsa Sijabat; Balqis Aulia Mayvita; Juwita Maya Sari; Grecia Margarethe Zega; Gomoses Stevencus Simarmata; Valerina Leo Sinaga; Goklas Sihombing; Escha Purba
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas tanah merupakan faktor penting dalam menentukan produktivitas dan keberlanjutan lahan, terutama melalui sifat kimianya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas kimia tanah Helvetia berdasarkan pH aktual, pH potensial, kandungan bahan organik, dan keberadaan zat kapur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen laboratorium sederhana terhadap sampel tanah dari wilayah Helvetia. Parameter dianalisis menggunakan metode indikator pH (H₂O dan KCl) serta uji reaksi kimia menggunakan larutan HCl dan H₂O₂ untuk mendeteksi kandungan kapur dan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH aktual dan pH potensial sebesar 5, yang mengindikasikan kondisi tanah masam dengan cadangan kemasaman yang cukup tinggi. Kandungan bahan organik tergolong rendah, sementara zat kapur ditemukan dalam jumlah terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tanah memiliki tingkat kesuburan kimia yang rendah dan berpotensi membatasi ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan tanah secara terpadu melalui penambahan bahan organik dan pengapuran untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas lahan. Penelitian ini memberikan informasi dasar yang penting dalam mendukung pengelolaan tanah berkelanjutan, khususnya pada tanah Ultisol di daerah tropis.
Analisis Kandungan Hara dan Efisiensi Biaya Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Bawang dan Air Cucian Beras sebagai Substitusi Pupuk Anorganik Mhd. Zidan Aris Fatih; Rachel Mia Novriyanti Tobing; Anggita Lydia Sirait; Cahyani Oktaviani Saragih; Escha Purba; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan ketergantungan sektor pertanian terhadap pupuk anorganik telah memunculkan berbagai permasalahan ekologis dan ekonomis, seperti degradasi kualitas tanah, penurunan aktivitas mikroorganisme tanah, pencemaran lingkungan, serta meningkatnya biaya produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta pH pupuk organik cair (POC) berbahan limbah kulit bawang dan air cucian beras, sekaligus mengkaji efisiensi biaya penggunaannya sebagai substitusi pupuk anorganik. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif melalui proses fermentasi selama 8–14 hari dengan penambahan EM4, gula merah, MSG, dan asam jawa sebagai bioaktivator fermentasi. Data diperoleh melalui observasi proses fermentasi, pengamatan organoleptik, serta pengujian laboratorium di PT. SOCFINDO Indonesia menggunakan metode Kjeldahl-Spektrofotometri, Spektrofotometri, dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan mengandung Kalium (K) sebesar 0,0820%, Nitrogen (N) sebesar 0,0752%, dan Fosfor (P) sebesar 0,0274% dengan karakteristik pH asam yang stabil pada kisaran ideal fermentasi organik. Kandungan Kalium menjadi unsur dominan yang berkontribusi terhadap ketahanan tanaman dan efisiensi metabolisme fisiologis. Selain itu, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk organik cair terbukti mampu menekan biaya produksi pertanian hingga lebih dari 50% dibandingkan penggunaan pupuk anorganik komersial karena bahan baku mudah diperoleh dan berbiaya rendah. Penelitian ini menegaskan bahwa pupuk organik cair berbahan limbah kulit bawang dan air cucian beras memiliki potensi tinggi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang mendukung konsep pertanian berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan pengurangan limbah domestik.