Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Laju Deforestasi Hutan Manggrove Menggunakan GIS di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Elfayetti Elfayetti; Rosni Rosni; Novida Yenny; M Taufik Rahmadi; Herdi Herdi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.565-570

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran penting dalam ekologi dan sosial ekonomi. Namun ekosistem mangrove terus mengalami deforestasi. Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu kecamatan yang juga mengalami deforestasi akibat konversi lahan mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi laju deforestasi mangrove secara spasial dan menganalisis factor penyebabnya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interpretasi citra multi-temporal Landsat 8, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis spasial dengan SIG dan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan deforestasi terjadi pada Desa Percut dan Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan. Laju deforestasi mangrove tertinggi terdapat pada Desa Percut. Faktor antropogenik atau aktivitas manusia menjadi penyebab utama deforestasi mangrove di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang meliputi aktivitas perikanan khususnya tambak. Kelompok nelayan memiliki perizinan untuk membuka lahan mangrove untuk dijadikan pertambakan. Bahkan ada kepemilikan lahan mangrove secara pribadi di Desa Percut dan Desa Tanjung Rejo. Sedangkan faktor alam tidak terlalu berpengaruh pada kerusakan ekosistem mangrove di Kecamatan Percut Sei Tuan. Usaha konservasi dan rehabilitasi mangrove di Kecamatan Percut Sei Tuan sudah dilaksanakan. Namun tingginya angka konservasi lahan tidak mampu mengimbangi program konservasi, sehingga luasan hutan mangrove terus mengalami penurunan sepanjang tahun.
Pemanfaatan Kulit Bawang Merah, Tangkai Cabai Rawit, dan Ampas Kopi Sebagai Bahan Utama Pupuk Organik Cair Daniel Try; Juwita Situmeang; Dwi Aulia Syafira Purba; Qania Gultom; Ahd Aidil Fajri Lintang; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 7, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v7i2.1167

Abstract

The increasing amount of household organic waste, such as onion peels, chili stems, and coffee grounds, requires effective management through its utilization as liquid organic fertilizer (LOF). This study aims to analyze the production process of liquid organic fertilizer and determine the nutrient content of nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) as indicators of fertilizer quality. This study employed an experimental method with a qualitative descriptive approach through an anaerobic fermentation process using EM4 and molasses for 10-14 days. The object of the study was liquid organic fertilizer produced from household organic waste, including onion peels, chili stems, and coffee grounds. Data were collected through direct observation during the fermentation process and laboratory testing of nutrient content. Data analysis was conducted descriptively through the interpretation of observational results and laboratory tests on nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) content. The results showed that the fermentation process proceeded optimally, indicated by a dark brown color change, a fresh acidic odor, and decomposed material texture. Laboratory test results revealed that potassium was the dominant nutrient compared to nitrogen and phosphorus. Although the nutrient content has not yet met national standards, the resulting liquid organic fertilizer has the potential to be used as an environmentally friendly supplementary fertilizer to support household organic waste management and sustainable agriculture.
Analisis Kualitas Pupuk Organik Cair Dari Kulit Singkong Berdasarkan Kandungan NPK dan pH Chelsea Sarah Juniarti Siallagan; Nabila Fajriyah; Reva Leirisa; Aliyah Nazhifah; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah pertanian yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Pemanfaatan limbah kulit singkong menjadi POC dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menyediakan alternatif pupuk yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pupuk organik cair yang dihasilkan dari kulit singkong berdasarkan kandungan unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan nilai pH. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan proses fermentasi kulit singkong menggunakan aktivator mikroorganisme efektif (EM4). Sampel pupuk organik cair yang dihasilkan kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan NPK dan tingkat keasamannya (pH). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar mutu pupuk organik cair yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dari kulit singkong mengandung unsur hara Nitrogen, Fosfor, dan Kalium dengan kadar yang bervariasi sesuai kondisi fermentasi. Nilai pH yang diperoleh berada pada kisaran yang mendukung pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil analisis kandungan NPK dan pH, pupuk organik cair dari kulit singkong memiliki potensi untuk digunakan sebagai pupuk organik alternatif dalam mendukung budidaya tanaman secara berkelanjutan.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR: ANALISIS KANDUNGAN KALIUM, ALUMINIUM, DAN POTENSINYA DALAM MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN Putri Rejeki Simanjuntak; Della Shinta Silitonga; Febiyola Dasuha; Imel Tri Ulina Hutabarat; Deswita Syahputri; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2407-2420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai pupuk organik cair serta menganalisis kandungan kalium (K), dan aluminium (Al) dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan proses fermentasi kulit pisang menggunakan gula merah selama ±2 minggu. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa pupuk organik cair kulit pisang mengandung kalium (K) sebesar 0,2800%, K?O sebesar 0,0200%, dan aluminium (Al) sebesar 6,8745 mg/kg yang tergolong rendah sehingga aman digunakan bagi tanaman. Pupuk organik cair ini berpotensi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan karena dapat meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi limbah organik, serta mendukung pengurangan penggunaan pupuk kimia dalam pertanian berkelanjutan
Strategi Kemandirian Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Kulit Singkong di Tingkat Masyarakat Lokal: Sebuah Studi Eksperimental Terey Citha Siregar; Oka Nelly Hutagaol; Puput Gloria Zega; Muhammad Rizky; Rendy Marcel; Elsa Kardiana; Elfayetti Elfayetti
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan sektor pertanian terhadap pupuk kimia sintetis secara terus-menerus memicu degradasi kualitas lahan dan meningkatkan biaya produksi petani lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi valorisasi limbah padat berupa kulit singkong (Manihot esculenta) menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai alternatif pemenuhan hara tanaman yang ramah lingkungan dan ekonomis. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan mengamati proses fermentasi anaerob menggunakan starter Effective Microorganisms-4 (EM4) dan larutan molase selama 14 hari. Parameter yang diuji meliputi kadar Nitrogen (N), Fosfor(P2 O5), Kalium (K2O), dan derajat keasaman (pH). Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa POC kulit singkong memiliki kandungan unsur hara makro yang bervariasi, dengan kadar Nitrogen total sebesar 0,08%, Fosfor (P2 O5)sebesar 0,02%, dan akumulasi Kalium (K2O) yang signifikan mencapai 0,26%, serta tingkat keasaman (pH) berada pada angka 4,37. Meskipun kandungan Nitrogen dan Fosfor relatif rendah dibandingkan standar baku mutu pupuk cair komersial, tingginya konsentrasi Kalium alami memproyeksikan POC ini sangat potensial diorientasikan sebagai pupuk suplemen pada fase generatif tanaman. Pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menjadi strategi aplikatif bagi masyarakat lokal dalam mengurangi ketergantungan pupuk eksternal sekaligus mereduksi dampak lingkungan akibat limbah agroindustri.
Karakteristik Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Cangkang Telur Ditinjau dari Kandungan Unsur Hara N, P, dan K Dini Deswina Sagala; Nilfais Laia; Mesi Tambunan; Rahel Namisa Br. Ginting; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang telur merupakan salah satu limbah rumah tangga yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair karena mengandung berbagai mineral yang bermanfaat bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pupuk organik cair berbasis limbah cangkang telur ditinjau dari kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Metode penelitian dilakukan melalui proses fermentasi limbah cangkang telur dengan penambahan bahan organik pendukung dan bioaktivator selama periode tertentu. Selanjutnya, pupuk organik cair yang dihasilkan dianalisis kandungan unsur haranya menggunakan metode laboratorium untuk mengetahui kadar N, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair berbasis limbah cangkang telur memiliki kandungan unsur hara yang berbeda-beda tergantung pada komposisi bahan dan lama fermentasi. Kandungan nitrogen berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, fosfor mendukung perkembangan akar dan pembungaan, sedangkan kalium berfungsi meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan memperbaiki kualitas hasil panen. Berdasarkan hasil analisis, pupuk organik cair dari limbah cangkang telur berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi pencemaran limbah organik rumah tangga.
Analisis Kandungan Hara dan Efisiensi Biaya Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Bawang dan Air Cucian Beras sebagai Substitusi Pupuk Anorganik Mhd. Zidan Aris Fatih; Rachel Mia Novriyanti Tobing; Anggita Lydia Sirait; Cahyani Oktaviani Saragih; Escha Purba; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan ketergantungan sektor pertanian terhadap pupuk anorganik telah memunculkan berbagai permasalahan ekologis dan ekonomis, seperti degradasi kualitas tanah, penurunan aktivitas mikroorganisme tanah, pencemaran lingkungan, serta meningkatnya biaya produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta pH pupuk organik cair (POC) berbahan limbah kulit bawang dan air cucian beras, sekaligus mengkaji efisiensi biaya penggunaannya sebagai substitusi pupuk anorganik. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif melalui proses fermentasi selama 8–14 hari dengan penambahan EM4, gula merah, MSG, dan asam jawa sebagai bioaktivator fermentasi. Data diperoleh melalui observasi proses fermentasi, pengamatan organoleptik, serta pengujian laboratorium di PT. SOCFINDO Indonesia menggunakan metode Kjeldahl-Spektrofotometri, Spektrofotometri, dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan mengandung Kalium (K) sebesar 0,0820%, Nitrogen (N) sebesar 0,0752%, dan Fosfor (P) sebesar 0,0274% dengan karakteristik pH asam yang stabil pada kisaran ideal fermentasi organik. Kandungan Kalium menjadi unsur dominan yang berkontribusi terhadap ketahanan tanaman dan efisiensi metabolisme fisiologis. Selain itu, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk organik cair terbukti mampu menekan biaya produksi pertanian hingga lebih dari 50% dibandingkan penggunaan pupuk anorganik komersial karena bahan baku mudah diperoleh dan berbiaya rendah. Penelitian ini menegaskan bahwa pupuk organik cair berbahan limbah kulit bawang dan air cucian beras memiliki potensi tinggi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang mendukung konsep pertanian berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan pengurangan limbah domestik.
PENGOLAHAN LIMBAH CANGKANG TELUR MENJADI PUPUK ORGANIK SEBAGAI UPAYA EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI MASYARAKAT Rifani Olivia Nainggolan; Keshya Vallerina Manik; Annida Akmaliyah; Dwi Mayanti Rosalina Marpaung; Fausta John Aro Telaumbanua; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1658-1664

Abstract

Limbah rumah tangga berupa cangkang telur sering dianggap tidak bernilai dan umumnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga berpotensi menambah pencemaran lingkungan. Padahal, cangkang telur memiliki kandungan mineral yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah alami. Penelitian ini bertujuan menyusun metode pengolahan limbah cangkang telur menjadi pupuk organik serta mengkaji efektivitasnya sebagai sarana edukasi non-formal bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga. Penelitian menggunakan metode campuran melalui kombinasi eksperimen laboratorium dan penelitian tindakan masyarakat. Tahapan pengolahan dilakukan dengan mencuci cangkang telur, mengeringkannya, kemudian menggiling hingga menjadi serbuk halus berukuran 60 mesh. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium di PT Socfin Indonesia, serbuk cangkang telur mengandung Kalsium (Ca) sebesar 24,1100%, Kapasitas Tukar Kation (KTK) 0,8826 me/100g, Fosfor (P) 0,1400%, dan Kalium (K) 0,0300%. Kandungan kalsium yang dominan berfungsi membantu memperbaiki tingkat keasaman tanah hingga mendekati kondisi netral serta mengurangi risiko gangguan blossom-end rot pada tanaman. Dari sisi sosial, kegiatan penyuluhan mandiri non-formal menunjukkan hasil positif terhadap perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam kebiasaan memilah sampah organik, memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan pupuk, serta meningkatkan keterampilan pengolahan menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di rumah tanpa membutuhkan biaya tambahan yang besar