Rendahnya kemampuan berbicara (mahārah al-kalām) peserta didik dalam pembelajaran bahasa Arab sering kali dipicu oleh faktor kebahasaan seperti keterbatasan kosakata dan faktor non-kebahasaan berupa rendahnya rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran simulasi dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab peserta didik kelas VIII di MTsN 2 Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bersifat partisipatif dan reflektif, dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII 6 MTsN 2 Kota Makassar yang berjumlah 35 orang. Data dikumpulkan melalui teknik tes lisan, wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara kualitatif interaktif serta kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model simulasi yang mengombinasikan metode bermain peran (role play) secara kontekstual dengan pemanfaatan media gim edukatif digital gawai (Zep Quiz) terbukti secara signifikan meningkatkan performa lisan peserta didik. Peningkatan nilai rata-rata kuantitatif secara kumulatif melesat naik dari 57,57% pada Siklus I dengan kriteria Cukup, menjadi 75,43% pada Siklus II dengan kriteria Baik. Margin efisiensi peningkatan keterampilan berbicara dari tindakan antar-siklus ini tercatat sebesar 17,86%. Peningkatan ini terjadi secara merata pada aspek kelancaran wicara, ketepatan kosakata, struktur kalimat, kefasihan pengucapan makhraj, dan indikator rasa percaya diri peserta didik di kelas. Dengan demikian, model pembelajaran simulasi efektif digunakan untuk membangun iklim kelas yang aktif, komunikatif, dan rekreatif dalam pembelajaran bahasa Arab tingkat menengah