Eka Mahendra Putra
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kewenangan Pengadilan Agama dalam Pemberian Sanksi Denda bagi Pelanggar UU Perkawinan Nur Ainun Mardiah; Abdul Halim Talli; Zulhas’ari Mustafa; Eka Mahendra Putra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaturan perkawinan di Indonesia (UU No. 1/1974 jo. UU No. 16/2019) menghadapi tantangan serius dari praktik perkawinan tidak tercatat (nikah sirri), didorong oleh lemahnya penegakan sanksi yang memadai. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian hukum, hilangnya hak-hak keluarga (terutama bagi perempuan dan anak), dan bertentangan dengan prinsip Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya Hifẓ al-Nasl (perlindungan keturunan) dan Hifẓ al-Mal (perlindungan harta). Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi penguatan kewenangan Pengadilan Agama (PA) untuk menjatuhkan sanksi denda administratif sebagai solusi penertiban. Secara institusional, PA terbukti siap dengan adanya preseden penanganan sengketa ekonomi syariah. Secara teoretis, sanksi denda tersebut dapat dilegitimasi melalui konsep hukum Islam Ta'zīr (hukuman diskresioner) dan Gharāmah Maliyah (denda harta) untuk mencapai maslahah mursalah (kemaslahatan umum). Model yang diusulkan adalah Itsbat Nikah-Plus, di mana sanksi denda administratif keluarga wajib dikenakan dan diintegrasikan dalam setiap putusan Itsbat Nikah (Penetapan Perkawinan), memanfaatkan proses yudisial untuk menegakkan kepatuhan administrasi. Pemberian sanksi denda yang substansial dan alokasi dana denda yang restoratif (untuk bantuan hukum dan perlindungan korban) melalui Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) adalah langkah realistis dan mendesak untuk menutup celah hukum dan memperkuat perlindungan hukum keluarga di Indonesia.
From Revelation to Renaissance: Arabic’s Contribution to Islamic Epistemology and Knowledge Integration Eka Mahendra Putra; Andi Abdul Hamzah; Kamaluddin Abunawas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1655

Abstract

This article investigates the historical and linguistic significance of the Arabic language within Islamic civilization, particularly focusing on its role during the Islamic Golden Age. Employing qualitative methods, including historical chronology and semiotic-linguistic analysis, the study explores how Arabic facilitated intellectual development and cultural integration across diverse regions. Findings reveal that Arabic significantly shaped Islamic epistemology through its structural precision and facilitated knowledge codification in philosophy, science, and administration. The Abbasid-era translation movements notably enabled integration of Greek, Persian, and Indian traditions, enhancing Arabic’s role as a lingua franca and intellectual medium. Arabic's linguistic flexibility allowed effective communication and synthesis of complex scientific and philosophical ideas, underpinning its role as a cultural bridge between East and West. Major centers like Baghdad’s House of Wisdom exemplify this scholarly collaboration, profoundly impacting medieval and contemporary global intellectual traditions. This study highlights Arabic’s critical contribution to epistemological developments and its ongoing cultural relevance, suggesting deeper interdisciplinary investigations into Arabic’s contemporary scholarly and educational applications.